Regragui Mundur, Maroko Ganti Pelatih Jelang Piala Dunia 2026
Walid Regragui mundur dari kursi pelatih timnas Maroko kurang dari 100 hari jelang Piala Dunia 2026. Federasi menunjuk Mohamed Ouahbi sebagai pengganti.

JAKARTA – Kurang dari 100 hari sebelum Piala Dunia 2026 dimulai, perubahan besar terjadi di Timnas Maroko. Pelatih kepala Walid Regragui resmi mundur dari jabatannya, membuka babak baru bagi tim yang dalam beberapa tahun terakhir menjadi salah satu kekuatan baru sepak bola dunia.
Pengumuman tersebut disampaikan oleh Regragui dalam konferensi pers pada Kamis (5/3/2026 malam. Dalam kesempatan itu, Presiden Federasi Sepak Bola Maroko, Fouzi Lekjaa, turut hadir sekaligus memberikan penghormatan kepada pelatih yang membawa “Atlas Lions” mencetak sejarah di panggung global.
Regragui menilai tim nasional membutuhkan perspektif baru menjelang turnamen terbesar sepak bola dunia itu.
“Tim ini membutuhkan wajah baru, energi berbeda, dan perspektif baru dari pelatih baru. Saya percaya keputusan mundur ini adalah bagian dari evolusi tim,” ujar Regragui.
Keputusan tersebut cukup mengejutkan karena datang di tengah persiapan intensif menuju Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko pada 11 Juni hingga 19 Juli.
Bayang-bayang Kegagalan Piala Afrika
Meski sempat membawa Maroko mencapai semifinal Piala Dunia 2022—prestasi pertama bagi negara Afrika dan dunia Arab—Regragui belakangan mendapat sorotan tajam.
Kritik menguat setelah Maroko gagal menjuarai Piala Afrika 2025 saat bertindak sebagai tuan rumah. Dalam laga final dramatis Januari lalu, mereka kalah tipis 0-1 dari Senegal.
Kegagalan itu terasa semakin berat karena ekspektasi publik meningkat tajam setelah performa impresif di Piala Dunia 2022 serta perjalanan mulus dalam babak kualifikasi.
Sebagian pengamat juga menilai gaya bermain Maroko di bawah Regragui terlalu defensif, meski strategi tersebut sebelumnya terbukti efektif membawa mereka ke empat besar dunia.
Mohamed Ouahbi Ditunjuk sebagai Pengganti
Federasi Sepak Bola Maroko tidak membutuhkan waktu lama untuk menentukan pengganti. Mohamed Ouahbi, pelatih yang sebelumnya menangani tim U-20 Maroko, dipercaya mengambil alih kursi pelatih kepala.
Ouahbi baru saja membawa tim muda Maroko menjuarai Piala Dunia U-20, sebuah capaian yang membuat federasi yakin ia mampu melanjutkan momentum sepak bola nasional.
Pelatih berdarah Belgia-Maroko berusia 49 tahun itu mengakui bahwa fondasi tim senior sudah kuat.
“Saya tidak datang untuk membangun dari awal karena fondasinya sudah ada. Tugas saya adalah menjaga performa tim tetap kompetitif,” kata Ouahbi.
Dalam staf kepelatihannya, Ouahbi akan didampingi João Sacramento sebagai asisten pelatih. Pelatih asal Portugal itu sebelumnya bekerja di Paris Saint-Germain dan menjadi tangan kanan José Mourinho di AS Roma serta Tottenham Hotspur.
Dalam persiapan menuju Piala Dunia 2026, Maroko dijadwalkan menjalani dua laga uji coba melawan Ekuador pada 27 Maret dan Paraguay pada 31 Maret.
Di putaran final nanti, “Atlas Lions” tergabung di Grup C bersama Brasil, Haiti, dan Skotlandia—sebuah grup yang diprediksi akan menghadirkan persaingan ketat sejak fase awal turnamen. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


