CAS Longgarkan Hukuman Pemain Naturalisasi Malaysia dalam Kasus Dokumen Palsu
CAS mengubah sanksi tujuh pemain naturalisasi Malaysia. Mereka tetap diskors 12 bulan dari pertandingan, tetapi diperbolehkan berlatih bersama klub.

JAKARTA – Putusan terbaru Court of Arbitration for Sport (CAS) memberikan sedikit kelonggaran bagi tujuh pesepak bola yang sebelumnya dihukum karena kasus dokumen naturalisasi palsu saat membela Timnas Malaysia. Meski hukuman skorsing tetap berlaku selama 12 bulan, larangan tersebut kini hanya berlaku untuk pertandingan resmi, bukan seluruh aktivitas sepak bola.
Keputusan ini menjadi babak baru dalam polemik naturalisasi pemain yang sempat mencoreng sepak bola Malaysia menjelang Kualifikasi Piala Asia.
Tetap Bersalah, tetapi Sanksi Diringankan
CAS menyatakan bahwa pelanggaran terkait pemalsuan dokumen kelayakan pemain memang terbukti. Namun, majelis arbitrase menilai hukuman yang lebih proporsional adalah larangan tampil dalam pertandingan resmi selama satu tahun, tanpa melarang aktivitas lain seperti latihan atau kegiatan tim.
“Setelah meninjau bukti yang ada, panel CAS menilai pelanggaran pemalsuan dokumen kelayakan telah terbukti. Larangan bermain selama 12 bulan dinilai sebagai sanksi yang wajar dan proporsional,” demikian pernyataan resmi CAS yang dirilis, Kamis (5/3/2026).
Namun, merujuk pada Pasal 22 Kode Disiplin FIFA, panel memutuskan bahwa larangan tersebut tidak perlu mencakup seluruh aktivitas sepak bola. Artinya, para pemain masih diperbolehkan berlatih bersama klub masing-masing selama masa hukuman.
Tujuh Pemain yang Terseret Kasus
Kasus ini melibatkan tujuh pemain yang sebelumnya tampil untuk Malaysia menggunakan dokumen naturalisasi yang kemudian terbukti tidak sah. Mereka adalah:
-
Facundo Garces (Deportivo Alavés)
Advertisement -
Gabriel Arrocha (Unionistas de Salamanca)
-
Rodrigo Holgado (América de Cali)
-
Imanol Machuca (Vélez Sarsfield)
-
João Figueiredo (Johor Darul Ta’zim)
-
Jon Irazabal (Johor Darul Ta’zim)
-
Hector Hevel (Johor Darul Ta’zim)
FIFA sebelumnya menjatuhkan hukuman pada September tahun lalu setelah menemukan adanya manipulasi dokumen yang memungkinkan para pemain tersebut tampil dalam pertandingan kualifikasi Piala Asia antara Malaysia melawan Vietnam.
Federasi Malaysia Tetap Didenda FIFA
Selain hukuman terhadap pemain, CAS juga memutuskan untuk mempertahankan sanksi finansial dari FIFA terhadap Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM).
Federasi tersebut tetap diwajibkan membayar denda sebesar US$450.000 atau sekitar Rp7 miliar karena dianggap bertanggung jawab atas penggunaan dokumen yang tidak sah dalam proses naturalisasi pemain. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


