Chelsea Dibantai PSG, Rosenior Soroti "20 Menit Gila” di Akhir Laga
Chelsea kalah 2-5 dari PSG di Liga Champions. Pelatih Liam Rosenior menilai 20 menit terakhir menjadi titik runtuh permainan The Blues.
JAKARTA – Kekalahan Chelsea dari Paris Saint-Germain (PSG) pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions tidak hanya menyisakan skor menyakitkan, tetapi juga kekecewaan besar dari kubu The Blues. Pelatih Chelsea, Liam Rosenior, menyebut 20 menit terakhir pertandingan sebagai fase “gila” yang merusak performa timnya.
Dalam pertandingan yang berlangsung di Paris itu, Chelsea sebenarnya menunjukkan perlawanan kuat. Dua kali tertinggal, tim London tersebut mampu menyamakan kedudukan dan sempat berada dalam posisi cukup baik menjelang leg kedua di Stamford Bridge.
Namun situasi berubah drastis di penghujung pertandingan. PSG mencetak tiga gol tambahan di fase akhir, membuat skor melebar menjadi 5-2 dan meninggalkan Chelsea dengan tugas berat pada leg kedua.
Dominasi Chelsea Hilang di Pengujung Laga
Rosenior mengakui timnya tampil cukup solid sepanjang sebagian besar pertandingan. Ia bahkan menilai performa anak asuhnya sebelum gol ketiga PSG masih berada di jalur yang benar.
“Kami bermain sangat baik sampai gol ketiga mereka. Tapi hasil akhir membuat semua itu sulit dibicarakan sekarang,” ujar Rosenior.
Menurutnya, Chelsea mampu mengimbangi permainan juara Eropa tersebut selama sekitar 75 menit. Namun kesalahan di momen krusial membuat PSG mampu memanfaatkan peluang dengan penyelesaian klinis.
“Ini hasil yang sangat mengecewakan. Untuk sebagian besar pertandingan saya cukup puas dengan performa tim, tetapi 15 hingga 20 menit terakhir benar-benar gila,” katanya.
Gol Spektakuler Kvaratskhelia Memperparah Keadaan
Salah satu momen penting dalam laga tersebut adalah gol spektakuler Khvicha Kvaratskhelia yang membawa PSG unggul 4-2. Gol tersebut semakin memukul mental Chelsea yang sebelumnya masih berusaha mengejar ketertinggalan.
Rosenior juga menyoroti momen ketika Chelsea hampir menyamakan skor menjadi 3-3. Gol Joao Pedro harus dianulir karena Enzo Fernandez dinyatakan berada dalam posisi offside tipis dalam proses terciptanya gol.
“Pada skor 2-2 kami sebenarnya sedang berada dalam momentum. Kami bahkan hanya selangkah dari skor 3-3,” jelasnya.
Gol Kelima PSG Jadi Pukulan Terberat
Bagi Rosenior, gol kelima PSG menjadi titik yang paling menyakitkan karena secara signifikan mengubah peta persaingan menuju leg kedua.
Pada skor 4-2, Chelsea masih memiliki peluang untuk membalikkan keadaan di Stamford Bridge. Namun gol tambahan PSG membuat situasi menjadi jauh lebih sulit.
“Kami tidak menenangkan diri dan gagal mengantisipasi pola permainan sederhana mereka. Gol kelima membuat situasi menjadi sangat berat,” ujar Rosenior.
Misi Berat Chelsea di Stamford Bridge
Dengan kekalahan 2-5, Chelsea kini harus membalikkan defisit tiga gol saat menjamu PSG di Stamford Bridge jika ingin melaju ke perempat final Liga Champions.
Meski demikian, Rosenior menegaskan peluang timnya belum sepenuhnya tertutup.
“Kami membuat situasi ini sangat sulit untuk diri sendiri. Tapi bukan berarti tidak mungkin untuk dibalikkan,” tegasnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

