Advertisement
Olahraga

AC Milan Tumbang di Kandang Lazio, Selisih dengan Inter Melebar

AC Milan kalah 0-1 dari Lazio lewat gol Gustav Isaksen. Hasil ini membuat Milan tertinggal delapan poin dari Inter Milan dalam perburuan gelar Serie A.

TIMES Indonesia,
AC Milan Tumbang di Kandang Lazio, Selisih dengan Inter Melebar
Striker AC Milan Rafael Leao dijepit dua pemain Lazio dalam lanjutan Liga Italia di Stadion Olimpico. Dalam laga ini, AC Milan kalah 0-1 dan membuat kans juara menipis. (FOTO: AC Milan)
A-AA+

JAKARTA Langkah AC Milan dalam perburuan gelar Serie A semakin berat setelah kalah 0-1 dari Lazio pada laga yang digelar Minggu. Kekalahan ini membuat AC Milan kini tertinggal delapan poin dari pemuncak klasemen, Inter Milan.

Hasil tersebut menjadi peluang yang terbuang bagi tim asuhan Massimiliano Allegri untuk memperkecil jarak dari rival sekota mereka. Sehari sebelumnya, Inter hanya bermain imbang 1-1 saat menjamu Atalanta.

Advertisement

Dengan sembilan pertandingan tersisa musim ini, peluang Milan mengejar gelar kini semakin menipis. AC Milan kini mengemas nilai 60 berjarak 8 poin dari Inter Milan yang mengemas nilai 68.

Gol Isaksen Jadi Pembeda

Lazio memastikan kemenangan lewat gol tunggal Gustav Isaksen pada menit ke-26. Ia memanfaatkan umpan panjang, melewati bek Milan Pervis Estupiñán, lalu menaklukkan kiper Mike Maignan dengan penyelesaian tenang.

Milan sempat mencetak gol melalui sundulan Zachary Athekame dari situasi sepak pojok pada menit ke-75. Namun gol tersebut dianulir wasit karena dianggap terjadi handball sebelum bola masuk ke gawang.

Pelatih Milan, Massimiliano Allegri, mengakui timnya tidak tampil cukup rapi pada babak pertama.

Menurutnya, Lazio tampil sangat agresif sejak awal pertandingan. Milan baru meningkatkan intensitas permainan setelah turun minum, namun gagal mengonversi peluang menjadi gol.

Advertisement

Ia menilai kekalahan tersebut menjadi pengingat bahwa target realistis Milan saat ini adalah mengamankan tiket Liga Champions, bukan berbicara tentang gelar liga.

“Apa yang benar-benar harus kami lakukan sekarang adalah menekan tombol reset. Orang-orang sempat berbicara tentang Scudetto setelah kemenangan atas Inter, tetapi dalam hidup kita harus realistis,” ujar sang pelatih.

“Kami harus ingat bahwa tujuan utama kami adalah lolos ke Liga Champions. Jika tidak, kami berisiko merusak semua yang telah kami bangun selama enam bulan terakhir.”

Persaingan Zona Liga Champions Memanas

Selain tertinggal jauh dari Inter, posisi Milan juga mulai terancam oleh tim-tim di bawahnya. Jarak mereka dengan Juventus di posisi kelima kini lebih dekat dibanding selisih dengan pemuncak klasemen.

Hal ini membuat persaingan menuju zona UEFA Champions League semakin ketat di sisa musim.

Como Tembus Empat Besar

Sementara itu, Como 1907 berhasil naik ke posisi keempat klasemen setelah menang 2-1 atas AS Roma.

Roma sempat unggul lebih dulu melalui penalti Donyell Malen setelah Stephan El Shaarawy dijatuhkan di kotak terlarang.

Namun Como bangkit pada babak kedua. Striker Tasos Douvikas menyamakan skor setelah lolos dari jebakan offside.

Momentum pertandingan berubah ketika bek Roma Wesley menerima kartu kuning kedua. Bermain dengan 10 orang, Roma akhirnya kebobolan lagi lewat gol Diego Carlos pada menit ke-79. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Wahyu Nurdiyanto
PenulisWahyu NurdiyantoWartawan Sertifikasi Madya, lulusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Sebelas Maret Surakarta. Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2016 sebagai editor.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia