Era Bernardo Silva di Manchester City Berakhir Setelah 9 Tahun
Bernardo Silva dipastikan meninggalkan Manchester City akhir musim 2025/2026, menutup era emas sembilan tahun penuh trofi di Etihad Stadium.
JAKARTA – Kepergian satu demi satu bintang besar mulai menandai fase transisi di papan atas Liga Inggris. Setelah sebelumnya kabar perpisahan datang dari Anfield, kini giliran Bernardo Silva yang dipastikan akan meninggalkan Manchester City pada akhir musim 2025/2026.
Kepastian tersebut disampaikan langsung oleh asisten pelatih Pep Lijnders usai kemenangan telak 4-0 City atas Liverpool di perempat final Piala FA, Minggu (6/4/2026). Ia menyebut, setiap perjalanan memiliki akhirnya, termasuk kontribusi panjang Silva bersama The Citizens.
“Setiap cerita indah pasti ada akhirnya. Saya berharap dia menikmati enam minggu terakhirnya dan mendapat perpisahan yang layak,” ujar Lijnders.
Pilar Penting dalam Era Dominasi City
Selama sembilan musim berseragam City, Silva bukan sekadar pemain pelengkap. Gelandang asal Portugal itu menjadi bagian inti dalam sistem permainan Pep Guardiola yang menekankan fleksibilitas taktik dan intensitas tinggi.
Didatangkan dari AS Monaco pada 2017 dengan nilai transfer sekitar 57 juta dolar AS, Silva mencatatkan 450 penampilan. Ia turut berkontribusi dalam enam gelar Liga Inggris serta satu trofi Liga Champions, sebuah capaian yang menegaskan statusnya sebagai salah satu pemain paling berpengaruh di era modern klub.
Guardiola bahkan pernah menyebut Silva sebagai pemain yang “tidak tergantikan”, merujuk pada kemampuannya bermain di berbagai posisi dengan konsistensi performa.
City Masih Kejar Treble Domestik
Meski di ambang kehilangan salah satu pemain kunci, Manchester City masih berada dalam jalur kompetitif. Setelah mengamankan Piala Liga bulan lalu, mereka masih berpeluang meraih treble domestik.
Namun, tantangan tidak ringan. City saat ini tertinggal sembilan poin dari pemuncak klasemen, Arsenal, meski masih memiliki satu pertandingan lebih banyak dan delapan laga tersisa.
Situasi ini menjadikan sisa musim bukan hanya soal perburuan gelar, tetapi juga momentum perpisahan bagi Silva, seorang pemain yang telah menjadi simbol konsistensi dan kecerdasan taktik dalam satu dekade terakhir. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


