Barcelona Perlebar Jarak di Puncak La Liga
Barcelona menang 4-1 atas Espanyol. Lamine Yamal tampil gemilang, bantu tim perlebar jarak di puncak dan semakin dekat ke gelar La Liga.
JAKARTA – Barcelona semakin menunjukkan konsistensi sebagai kandidat kuat juara La Liga musim ini. Kemenangan telak 4-1 atas Espanyol, Minggu (12/4/2026) bukan sekadar tiga poin, tetapi sinyal kuat bahwa tim asuhan Hansi Flick kian solid di fase krusial kompetisi.
Bermain di Camp Nou, Barcelona memaksimalkan momentum setelah pesaing terdekatnya, Real Madrid, hanya bermain imbang 1-1 melawan Girona sehari sebelumnya. Hasil ini membuat Blaugrana unggul sembilan poin di puncak klasemen dengan tujuh laga tersisa. Sebuah margin yang secara matematis semakin mendekatkan mereka ke gelar juara.
Yamal Jadi Episentrum Serangan
Sorotan utama tertuju pada Lamine Yamal. Winger muda berusia 18 tahun itu kembali menjadi motor serangan Barcelona. Ia mencatat dua assist untuk Ferran Torres masing-masing pada menit ke-10 dan ke-25, sebelum memastikan kemenangan lewat gol di menit ke-87.
Kontribusi Yamal musim ini tidak sekadar impresif, tetapi juga historis. Ia kini memimpin tim dalam kontribusi gol—22 gol dan 18 assist di semua kompetisi. Bahkan, ia mencetak rekor sebagai pemain termuda yang mencapai 100 penampilan di La Liga, mengalahkan catatan Bojan Krkic.
Flick: Barcelona Tak Butuh Keajaiban
Di tengah euforia kemenangan, pelatih Barcelona Hansi Flick menegaskan timnya tetap fokus menghadapi tantangan berikutnya, terutama di Liga Champions.
“Kami berada dalam kondisi yang baik. Kami akan siap. Kami ingin datang dan melawan Atletico,” ujar Flick.
“Kami tidak membutuhkan keajaiban. Kami hanya perlu memainkan sepak bola terbaik kami.”
Pernyataan ini mencerminkan kepercayaan diri skuad Barcelona, meski baru saja menelan kekalahan 0-2 dari Atletico Madrid di leg pertama perempat final Liga Champions.
Ferran Akhiri Paceklik Gol
Kemenangan ini juga menjadi momen kebangkitan bagi Ferran Torres. Setelah 13 laga tanpa gol sejak akhir Januari, ia akhirnya kembali mencatatkan namanya di papan skor.
Gol pertamanya lahir dari sundulan memanfaatkan umpan sudut Yamal, sementara gol kedua tercipta lewat penyelesaian dingin menghadapi kiper Espanyol.
“Seorang penyerang selalu dinilai dari golnya,” kata Ferran.
“Memang saya sempat tidak mencetak gol dalam beberapa waktu, tapi saya percaya dengan usaha saya. Hasilnya datang di saat yang tidak terduga.”
Selebrasi Ferran yang seolah “berbicara” dengan tangannya juga menjadi respons simbolik terhadap kritik media dan tekanan publik.
Espanyol Sempat Memberi Perlawanan
Meski skor akhir terlihat timpang, pertandingan berlangsung lebih kompetitif. Espanyol sempat memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1 lewat gol Pol Lozano di menit ke-56, memanfaatkan bola liar di kotak penalti.
Pelatih Espanyol, Manolo González, menilai hasil akhir tidak sepenuhnya mencerminkan jalannya laga.
“Skor akhir terlalu besar jika melihat pertandingan yang terjadi,” ujarnya.
“Kami punya peluang, tetapi tiga gol pertama mereka berasal dari kesalahan kami sendiri.”
Namun, kesalahan fatal kiper Marko Dmitrovic di menit akhir dimanfaatkan Yamal untuk mengunci kemenangan Barcelona, sebelum Marcus Rashford menambah gol penutup. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


