Inter Milan Comeback Dramatis, Unggul 9 Poin di Serie A
Inter Milan menang dramatis 4-3 atas Como dan menjauh 9 poin di puncak Serie A usai Napoli hanya bermain imbang.
JAKARTA – Perburuan gelar Serie A mulai mengerucut. Inter Milan menunjukkan mental juara dengan kemenangan dramatis 4-3 atas Como, sekaligus memperlebar jarak menjadi sembilan poin di puncak klasemen, Minggu (13/4/2026).
Kemenangan ini terasa semakin signifikan karena di saat bersamaan pesaing terdekat, Napoli, gagal meraih poin penuh setelah ditahan imbang Parma 1-1. Dengan enam laga tersisa, situasi ini menempatkan Inter dalam posisi sangat menguntungkan menuju scudetto.
Comeback Jadi Sinyal Kekuatan Inter
Inter sempat berada dalam tekanan setelah Como unggul dua gol lebih dulu lewat Alex Valle dan Nico Paz di penghujung babak pertama. Namun, gol Marcus Thuram di masa injury time babak pertama menjadi titik balik kebangkitan Nerazzurri.
Di babak kedua, Inter tampil lebih agresif dan efektif. Thuram kembali mencetak gol untuk menyamakan kedudukan, sebelum Denzel Dumfries mencetak dua gol yang memastikan kemenangan dramatis 4-3.
Como sempat memperkecil skor melalui penalti Lucas Da Cunha pada menit ke-89, tetapi tidak cukup untuk menghentikan laju Inter.
Secara statistik dan momentum, kemenangan ini mempertegas kebangkitan Inter setelah pekan lalu menghancurkan AS Roma 5-2, sekaligus mengakhiri tren tanpa kemenangan dalam tiga pertandingan sebelumnya.
Era Baru Cristian Chivu Berbuah Manis
Musim ini menjadi fase transisi bagi Inter setelah ditinggal Simone Inzaghi. Di bawah arahan Cristian Chivu, Inter justru menunjukkan stabilitas yang semakin matang.
Jika mampu menjaga konsistensi dalam enam laga tersisa, Chivu berpeluang langsung mempersembahkan gelar Serie A di musim debutnya sebagai pelatih kepala—sebuah capaian yang jarang terjadi di level elite Eropa.
"Tim ini menjukkan karakter dan mentalitasnya. Tertinggal dan mampu bangkit. Yang dibutuhkan sekarang adalah tetap fokus karena liga belum berakhir," ucap Chivu.
Napoli Kehilangan Momentum
Di sisi lain, Napoli justru kehilangan momentum penting dalam upaya mempertahankan gelar. Mereka sudah tertinggal sejak 33 detik pertama lewat gol cepat Gabriel Strefezza untuk Parma.
Gol itu berawal dari umpan panjang kiper Zion Suzuki yang langsung memecah konsentrasi lini belakang Napoli. Scott McTominay sempat menyamakan kedudukan pada menit ke-60, tetapi Napoli gagal membalikkan keadaan.
Hasil imbang ini sekaligus menghentikan tren lima kemenangan beruntun Napoli dan membuat peluang mempertahankan gelar semakin menipis.
Peta Klasemen Kian Ketat di Zona Eropa
Kekalahan dari Inter membuat Como turun dari peringkat keempat ke posisi kelima, keluar dari zona Liga Champions. Persaingan papan atas Serie A kini tak hanya soal gelar, tetapi juga tiket ke kompetisi Eropa.
Sementara itu, Bologna mengalahkan Lecce 2-0 melalui gol Remo Freuler dan Riccardo Orsolini. Genoa juga meraih kemenangan 2-1 atas Sassuolo berkat gol Ruslan Malinovskyi dan Caleb Ekuban.
Arah Serie A Mulai Terlihat
Dengan selisih sembilan poin dan hanya enam pertandingan tersisa, Inter Milan berada di jalur kuat menuju gelar. Namun, tekanan tetap ada—terutama dengan jadwal padat termasuk semifinal Coppa Italia melawan Como yang akan kembali mempertemukan kedua tim.
Jika konsistensi ini terjaga, musim 2025/2026 bisa menjadi awal era baru dominasi Inter di Italia. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

