Naufal Junindra Raih Emas di Singapura, KOI Dorong Transformasi Tenis Meja Nasional
Ketua Umum KOI Raja Sapta Oktohari menyebut keberhasilan Muhammad Naufal Junindra meraih emas di SEA Youth Championships 2026 sebagai cikal bakal kebangkitan tenis meja Indonesia.
Jakarta – Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Raja Sapta Oktohari, menilai prestasi gemilang atlet muda Indonesia di ajang ITTF-ATTU SEA Youth Championships 2026, Singapura, menjadi motivasi besar bagi kebangkitan cabang olahraga tenis meja di Tanah Air.
Prestasi tertinggi dipersembahkan oleh Muhammad Naufal Junindra yang sukses meraih medali emas pada nomor tunggal putra U-19. Keberhasilan ini dianggap sebagai sinyal positif bagi masa depan tenis meja nasional di kancah internasional.
"Salah satu atlet terbaik Indonesia (Muhammad Naufal Junindra, red.) berhasil meraih emas di ajang SEA Youth di Singapura. Ini menjadi batu loncatan yang sangat baik dan akan menjadi cikal bakal kebangkitan prestasi tenis meja Indonesia," ujar Raja Sapta Oktohari kepada awak media di Jakarta, Senin (20/4/2026).
Capaian Tim Merah Putih
Dalam ajang yang berlangsung pada 14–19 April 2026 tersebut, tim tenis meja muda Indonesia bersaing dengan 141 atlet dari sembilan negara Asia Tenggara. Selain satu medali emas, tim Merah Putih juga berhasil membawa pulang empat medali perunggu dari nomor beregu putra U-19, ganda putra U-19, ganda campuran U-19, dan tunggal putri U-19.
Oktohari mencatat bahwa konsistensi Naufal sangat menjanjikan, mengingat atlet tersebut sebelumnya juga menyumbangkan medali perunggu pada SEA Games 2025. Capaian berkelanjutan ini disebut sebagai buah dari upaya perbaikan tata kelola tenis meja di Indonesia.
Seruan Penghentian Dualisme
Meski mengapresiasi prestasi atlet, Oktohari memberikan catatan keras terhadap kondisi organisasi tenis meja di dalam negeri. Ia menginginkan adanya pembenahan total agar prestasi yang diraih atlet tidak terhambat oleh masalah internal institusi.
"Jangan lagi berkutat dengan istilah dualisme, sudah setop. Fokus pada prestasi karena semua wadah, semua institusi tujuannya satu, yaitu mengantarkan prestasi terbaik Indonesia di kancah dunia," tegas Oktohari.
Ia berharap keberhasilan di ajang SEA Youth ini dapat menyatukan kembali seluruh komunitas tenis meja Indonesia. Menurutnya, persatuan organisasi mutlak diperlukan agar dukungan terhadap atlet dapat berjalan maksimal demi mengharumkan nama bangsa. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

