Advertisement
Olahraga

Inter Milan Gagal Kunci Scudetto, Ditahan Torino 2-2

Inter Milan gagal mengunci gelar Serie A usai ditahan Torino 2-2. Unggul dua gol, Nerazzurri kehilangan momentum di akhir laga.

TIMES Indonesia,
Inter Milan Gagal Kunci Scudetto, Ditahan Torino 2-2
Gelandang Inter Milan Yann Bisseck merayakan golnya ke gawang Torino dalam lanjutan laga Serie A yang berkesudahan dengan skor 2-2. (foto: Inter Milan)
A-AA+

JAKARTA Peluang Inter Milan untuk mempercepat pesta juara Serie A musim ini harus tertunda. Bertandang ke markas Torino, Nerazzurri gagal mempertahankan keunggulan dua gol dan harus puas dengan hasil imbang 2-2, Minggu (26/4/2026).

Hasil ini membuat Inter tetap memimpin klasemen dengan selisih 10 poin dari Napoli. Namun, dengan empat laga tersisa, peluang mengunci gelar lebih cepat menjadi tertunda. Padahal kemenangan di Turin bisa membuka jalan menuju kepastian Scudetto pada pekan berikutnya.

Advertisement

Dominasi Awal yang Gagal Dijaga

Inter tampil meyakinkan sejak awal laga. Gol pembuka lahir dari sundulan Marcus Thuram pada menit ke-23, memanfaatkan umpan akurat Federico Dimarco.

Assist tersebut bukan sekadar kontribusi biasa. Dimarco kini mengoleksi 17 assist musim ini—sebuah rekor baru dalam satu musim Serie A.

Dominasi Inter berlanjut di babak kedua. Sepak pojok Dimarco kembali berbuah gol, kali ini lewat tandukan Yann Bisseck yang membawa Inter unggul 2-0.

Dalam situasi tersebut, laga terlihat sepenuhnya berada dalam kendali tim tamu. Namun, justru di fase inilah Inter mulai kehilangan fokus.

Pelatih Inter, Cristian Chivu, secara terbuka mengakui perubahan momentum yang terjadi setelah timnya kebobolan.

Advertisement

“Kami menyesal. Kami memegang kendali pertandingan, tetapi tekanan mereka di menit akhir membuat kami kesulitan,” ujar Chivu.

Ia menilai gol pertama Torino menjadi titik balik psikologis bagi timnya.
“Gol pertama itu membuat kami goyah. Setelah itu, gol kedua datang sebagai konsekuensi. Kami mencoba bereaksi, tapi dalam situasi seperti itu Anda juga bisa kalah,” katanya.

Chivu bahkan menyoroti bagaimana keunggulan dua gol justru membuat tim terlena.
“Saat unggul 2-0, Anda merasa semuanya mudah dan terkendali. Tapi satu kesalahan saat membangun serangan bisa mengubah segalanya. Kami jadi gugup,” ucapnya.

Inter Kehilangan Momentum

Kebangkitan Torino dimulai dari gol Giovanni Simeone pada menit ke-70 lewat skema serangan cepat yang efektif.

Tekanan berlanjut hingga akhirnya Nikola Vlasic menyamakan skor melalui penalti pada menit ke-79, setelah bola mengenai tangan Carlos Augusto.

Chivu pun mengakui bahwa situasi bisa saja berakhir lebih buruk bagi timnya. “Kami mencoba mencetak gol ketiga, tetapi dalam momen seperti ini Anda juga berisiko kalah. Torino pantas mendapat kredit karena tidak menyerah,” ujarnya.

Hasil imbang ini tidak menggoyahkan posisi Inter di puncak, tetapi memperlambat momentum menuju gelar juara. Mereka kini harus kembali mengandalkan hasil di laga berikutnya untuk memastikan Scudetto.

Sementara itu, AC Milan juga gagal memangkas jarak setelah ditahan Juventus tanpa gol.

Di tengah fase krusial musim, hasil ini menjadi pengingat bahwa konsistensi hingga menit akhir tetap menjadi faktor penentu dalam perburuan gelar.

Pulisic Masih Mandek

Di laga lain, sorotan juga mengarah pada Christian Pulisic yang kembali gagal mencetak gol untuk AC Milan saat bermain imbang 0-0 saat menjamu Juventus. Ia kini mencatatkan 16 laga tanpa gol, menyamai periode tersulitnya saat bermain di Liga Inggris. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia