Semi Final Campus League 2026 Basketball Regional Surabaya Hujan Skor
Hasil semifinal Campus League 2026 Regional Surabaya: Ubaya sukses melaju ke final putra dan putri. Uncen Papua dan UC Makassar siap berikan kejutan di partai puncak.
SURABAYA – Persaingan sengit mewarnai kompetisi basket Campus League 2026 musim perdana regional Surabaya yang berlangsung di GOR Basket Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Dimulai sejak Rabu (22/4/2026), ajang ini menjadi panggung bagi ratusan student-athlete dari 17 perguruan tinggi, yang terdiri atas 16 tim putra dan 8 tim putri.
Pada babak semifinal yang digelar Selasa (28/4/2026), dominasi tim-tim unggulan mulai terlihat, namun kejutan juga datang dari tim luar Pulau Jawa. Di sektor putri, Universitas Ciputra Makassar memastikan diri melaju ke final regional untuk menantang Universitas Surabaya (Ubaya). Sementara di sektor putra, Universitas Cendrawasih (Uncen) Papua sukses mengamankan tiket partai pamungkas untuk berduel dengan tim putra Ubaya.
Pada laga Regional Playoffs, Tim Putri Universitas Ciputra Makassar tampil solid dengan mengandaskan perlawanan Universitas Airlangga lewat skor 52-39. Langkah gemilang ini diikuti wakil Papua, Tim Putra Universitas Cendrawasih, yang meraih kemenangan meyakinkan atas Universitas Negeri Malang (UM) dengan skor 92-63.
Hasil tersebut menjadi bukti nyata bahwa tim dari luar Pulau Jawa mampu mengimbangi dominasi kampus-kampus unggulan basket di Jawa Timur.
Ubaya Tampil Perkasa
Hujan skor mewarnai partai semifinal ketiga yang mempertemukan Tim Putri Ubaya dan Universitas Brawijaya (UB). Tampil nyaris sempurna, Ubaya melibas UB dengan skor mencolok 105-19. Sejak tip-off, tim asuhan Wellyanto Pribadi ini bermain agresif dan menutup first half dengan keunggulan 47-14.

Evelyn Fiyo menjadi motor serangan utama Ubaya. Pemain Timnas Basket 3x3 yang meraih medali emas SEA Games 2025 itu mencatatkan 18 poin. Meski menang besar, pelatih Ubaya, Wellyanto Pribadi, mengaku belum sepenuhnya puas.
“Saya melihat masih ada hal yang harus dievaluasi untuk meningkatkan kualitas permainan,” ungkap Wellyanto dalam jumpa pers. Senada dengan pelatih, kapten tim Mayviana Lysandra Tandiono memilih fokus pada laga final. "Kami tidak boleh meremehkan lawan di final nanti," tegasnya.
Kesuksesan tim putri diikuti oleh Tim Putra Ubaya yang menegaskan status mereka sebagai "raja kampus" di Jawa Timur. Bermain disiplin dalam defense dan efektif saat menyerang, Ubaya menaklukkan tuan rumah Unesa dengan skor telak 87-20. Hasil ini menjaga rekor tak terkalahkan Ubaya sepanjang kompetisi.
Pelatih tim putra Ubaya, Ivan Widianto Tjahjono, mengakui anak asuhnya tampil sangat solid, terutama dari sisi pertahanan. Namun, ia telah menyiapkan strategi khusus untuk menghadapi karakter permainan Uncen di partai puncak. "Kami siapkan strategi bagaimana memecah full press dari mereka," jelas Ivan.
Surabaya sebagai Ibu Kota Basket
Head of Competition Campus League, Dave Leopold, menyebut Surabaya layak menyandang predikat “Ibu Kota Basket”. Hal ini terbukti dari terpenuhinya kuota peserta di regional Surabaya meskipun kualitas antar-tim masih beragam.
Dave menilai variasi level kompetitif merupakan hal wajar mengingat ini adalah tahun pertama penyelenggaraan Campus League. “Justru melalui liga ini, proses pembinaan dan pemetaan kualitas tim mulai terbentuk. Dalam 3–5 tahun ke depan, akan terlihat tim mana yang benar-benar siap bersaing secara konsisten,” kata Dave di GOR Basket Unesa.
Campus League tidak hanya fokus pada hasil akhir pertandingan, tetapi juga bertujuan membangun ekosistem, budaya kompetisi, serta peningkatan kualitas basket kampus secara berkelanjutan. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


