Emas dari Bumi, Kejurkot Panjat Tebing di Probolinggo Jadi Ladang Cari Bibit Baru di Luar Klub
Kejuaraan Kota Panjat Tebing tingkat SD/MI dan SMP/MTs se-Kota Probolinggo yang digelar FPTI setempat berubah fungsi menjadi ajang perburuan batu mulia yang terpendam.
PROBOLINGGO – Bukan sekadar rebutan piala bergengsi, Kejuaraan Kota Panjat Tebing tingkat SD/MI dan SMP/MTs se-Kota Probolinggo yang digelar FPTI setempat berubah fungsi menjadi ajang perburuan batu mulia yang terpendam. Selama dua hari, 1 hingga 2 Mei 2026, GOR A Yani di Jalan Dokter Soetomo menjadi saksi bisu bagaimana puluhan anak berlomba menaklukkan dinding dengan kecepatan yang mencengangkan.
Kompetisi yang memperebutkan Piala Wali Kota ini dibuka langsung oleh Wali Kota Probolinggo, dokter Aminuddin. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kejuaraan usia dini memiliki peran penting dalam menciptakan regenerasi atlet yang berkelanjutan.
“Kejuaraan ini bukan sekadar kompetisi, tetapi bagian dari proses pembinaan. Kami ingin anak-anak ini ke depan bisa bersaing di tingkat nasional bahkan internasional,” ujarnya di hadapan 158 peserta yang berasal dari 25 SD/MI dan 11 SMP/MTs se-Kota Probolinggo.
Aminuddin juga menyoroti rekam jejak prestasi panjat tebing Kota Probolinggo yang telah terbukti melalui raihan sembilan medali pada ajang PON sebelumnya. Menurutnya, capaian tersebut harus terus ditingkatkan melalui sistem pembinaan yang konsisten dan terarah.
Namun yang menarik justru muncul dari pernyataan Ketua Harian sekaligus Pelatih FPTI Kota Probolinggo, Iwan Rosidi. Di sela-sela kesibukannya mengatur jalannya lomba, Iwan mengakui bahwa kejurkot ini sengaja dirancang sebagai prioritas utama pembinaan karena satu alasan sederhana yakni membuka keran seluas-luasnya bagi bakat-bakat baru yang selama ini mungkin tidak terjaring oleh klub-klub resmi.
“Kejuaraan ini merupakan prioritas, karena ini merupakan proses pembibitan atlet,” ujar Iwan tegas.
Ia menjelaskan bahwa dengan adanya agenda rutin seperti ini, FPTI Kota Probolinggo akhirnya tidak lagi terpaku hanya pada atlet-atlet yang mengikuti club tertentu. Selama ini, tidak sedikit anak berbakat yang sebenarnya memiliki kemampuan luar biasa tetapi tidak memiliki akses ke klub karena alasan biaya, jarak, atau sekadar kurangnya informasi.
“Ibarat emas dari bumi akan tetap menjadi emas kalau kita poles dengan baik. Kita bisa lihat kemampuannya, tekadnya,” tambah Iwan dengan nada penuh keyakinan.
Kejurkot ini mempertandingkan dua nomor utama yakni speed klasik pemula dan speed world record. Para peserta terbagi dalam kategori usia U9, U11, U13, U15, hingga U17 untuk putra dan putri.
Total 158 anak dari 36 sekolah dasar dan menengah pertama itu tampak antusias meskipun sebagian dari mereka mungkin baru pertama kali mencoba olahraga panjat tebing secara resmi.
Dari pantauan, sejumlah peserta yang tidak berasal dari klub justru menunjukkan kejutan. Beberapa dari mereka berhasil mencatatkan waktu yang kompetitif di nomor speed klasik pemula.
Seorang anak laki-laki asal salah satu SD di pinggiran kota bahkan mampu menaiki dinding dengan gerakan yang efisien meskipun mengaku baru belajar panjat tiga bulan terakhir lewat latihan mandiri di lingkungan rumahnya.
Iwan menyebut bahwa fenomena ini menjadi bukti bahwa talenta tidak pernah memilih tempat lahir. Dengan wadah yang tepat, anak-anak ini bisa diasah menjadi atlet yang membawa nama kota di kancah nasional maupun internasional.
“Kita tidak akan pernah tahu kalau tidak membuka pintu selebar mungkin. Kejurkot ini adalah pintu itu,” katanya.
Aminuddin dalam kesempatan terpisah mengapresiasi langkah FPTI yang konsisten menjaring atlet dari berbagai latar belakang. Ia berharap ke depan, kejuaraan serupa bisa melibatkan lebih banyak sekolah lagi, karena masih ada beberapa SD/MI yang belum mengirimkan wakilnya tahun ini.
Yang terpenting dalam Kejurkot Panjat tebing kali ini adalah proses pembibitan. FPTI Kota Probolinggo telah mencatat nama-nama anak berbakat yang muncul dari ajang ini untuk kemudian dimasukkan dalam program pembinaan jangka panjang. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


