Advertisement
Olahraga

Unggul 14 Poin, Barcelona di Ambang Juara La Liga

Barcelona di ambang juara La Liga usai menang 2-1 atas Osasuna. Real Madrid wajib menang untuk menunda pesta gelar Blaugrana.

TIMES Indonesia,
Unggul 14 Poin, Barcelona di Ambang Juara La Liga
Striker Robert Lewandowski menjadi pahlawan kemenangan Barcelona 2-1 atas Ossasuna. Kemenangan yang membawa Barcelona unggul 14 poin atas Real Madrid.
A-AA+

JAKARTA Barcelona di ambang juara La Liga setelah kemenangan dramatis 2-1 atas Osasuna, Sabtu waktu setmpat atau Minggu dini hari. Kemenangan ini membuka peluang penguncian gelar lebih cepat dari perkiraan.

Dengan selisih 14 poin dari Real Madrid dan hanya empat laga tersisa, tekanan kini sepenuhnya beralih ke rival abadinya.

Advertisement

Kemenangan ini bukan sekadar tambahan tiga poin, tetapi juga penegasan dominasi Barcelona di fase akhir musim. Tim asuhan Hansi Flick kini hanya menunggu satu hasil: kegagalan Real Madrid meraih kemenangan atas Espanyol untuk memastikan gelar juara.

Gol Telat Jadi Penentu, Mental Juara Teruji

Barcelona sempat kesulitan membongkar pertahanan Osasuna hingga memasuki 10 menit akhir pertandingan. Momentum baru hadir saat Marcus Rashford, yang masuk sebagai pemain pengganti, mengirim umpan silang matang yang disambut sundulan keras Robert Lewandowski pada menit ke-81.

Tak berselang lama, Ferran Torres menggandakan keunggulan pada menit ke-86, memperlihatkan efektivitas lini depan Barcelona di momen krusial. Osasuna hanya mampu membalas satu gol lewat Raúl García menjelang laga usai.

Kemenangan ini mencerminkan karakter Barcelona musim ini: sabar, efisien, dan mematikan di fase akhir.

Skenario Juara: Menunggu atau Menentukan Sendiri

Secara matematis, Barcelona bisa mengunci gelar akhir pekan ini jika Real Madrid gagal menang. Namun jika Madrid mampu mengamankan tiga poin, persaingan akan berlanjut hingga pekan berikutnya.

Advertisement

Menariknya, skenario tersebut justru membuka kemungkinan laga “El Clasico” menjadi panggung penentuan juara—ketika Barcelona menjamu Madrid di Camp Nou.

Ferran Torres menegaskan bahwa timnya kini berada dalam posisi menguntungkan. Ia menyebut tekanan sepenuhnya ada di kubu Madrid.

“Kami sudah menekan Madrid,” ujarnya. Ia bahkan mengaku tidak keberatan merayakan gelar dari rumah jika Madrid terpeleset.

Di bawah arahan Hansi Flick, Barcelona menunjukkan konsistensi yang jarang goyah sepanjang musim. Selisih 14 poin bukan hanya hasil dari kemenangan besar, tetapi juga kemampuan menjaga stabilitas performa saat pesaing tergelincir.

Flick sendiri mengakui pentingnya kemenangan ini. Ia menyebut ruang ganti tim dipenuhi suasana perayaan kecil, tanda bahwa para pemain menyadari betapa dekatnya mereka dengan gelar.

Jika berhasil, ini akan menjadi gelar La Liga kedua beruntun bagi Barcelona—sebuah capaian yang mempertegas era baru dominasi mereka di kompetisi domestik.

El Clasico Berpotensi Jadi Penutup Dramatis

Jika Madrid mampu bertahan pekan ini, perhatian akan tertuju pada El Clasico. Laga tersebut berpotensi menjadi panggung penentuan juara, sekaligus memperpanjang rivalitas klasik dua raksasa Spanyol.

Namun dengan margin poin yang signifikan dan momentum di tangan, Barcelona kini hanya tinggal menunggu waktu untuk mengukuhkan diri sebagai kampiun La Liga musim ini. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Wahyu Nurdiyanto
PenulisWahyu NurdiyantoWartawan Sertifikasi Madya, lulusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Sebelas Maret Surakarta. Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2016 sebagai editor.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia