Duo Atlet Rhino Fighter Rajai Kejurprov Taekwondo Antar Club Jatim 2026
Dua atlet muda Rhino Fighter, Aryanda Berbudi dan Cahaya Putri Harimurti, sukses meraih medali emas dan predikat atlet terbaik di Kejurprov Taekwondo Antar Club Jatim 2026.
MALANG – Gemuruh tepuk tangan dan sorak penonton memenuhi GOR Kanjuruhan, Kabupaten Malang, saat dua atlet muda Rhino Fighter, Mas Aryanda Berbudi dan Cahaya Putri Harimurti, tampil memukau dalam ajang Kejurprov Taekwondo Antar Club Jatim 2026 yang digelar pada 30 April hingga 3 Mei 2026. Di tengah persaingan ketat yang diikuti ratusan atlet terbaik Jawa Timur, keduanya berhasil membawa pulang prestasi membanggakan di kelas Poomsae Putra dan Putri.
Bagi Aryanda, perjalanan di dunia Taekwondo dimulai dari rasa kagum sederhana saat masih duduk di bangku SD. Ia terinspirasi melihat temannya dipanggil ke depan saat upacara sekolah karena prestasi Taekwondo. “Saya waktu itu tertarik lihat teman dipanggil saat upacara. Akhirnya bilang ke orang tua dan langsung didaftarkan latihan Taekwondo,” ujarnya. Kini, setelah hampir sembilan tahun menekuni olahraga tersebut, Aryanda berkembang menjadi salah satu atlet poomsae muda paling menjanjikan di Jawa Timur.

Perjalanan menuju podium juara pun tidak mudah. Aryanda sempat harus memulihkan performanya setelah berpindah klub dan beberapa bulan vakum latihan. “Saya perlu adaptasi lagi setelah pindah klub. Kurang lebih dua bulan buat mengembalikan performa. Latihannya juga kencang banget, alhamdulillah hasilnya memuaskan,” katanya. Kerja keras itu terbayar lunas saat dirinya sukses meraih Medali Emas kategori Junior Individual Poomsae Putra sekaligus dinobatkan sebagai Atlet Terbaik Poomsae Putra. Sebelumnya, Aryanda juga pernah menorehkan prestasi internasional di Yogyakarta dengan meraih emas usai menghadapi lawan berat dari Filipina.
Sementara itu, Cahaya Putri Harimurti menunjukkan kisah kebangkitan yang tak kalah inspiratif. Atlet kelas 2 SMA 3 Malang itu mengaku sempat mengalami penurunan performa sepanjang pertengahan hingga akhir 2025. Namun kepindahannya ke Rhino Fighter menjadi titik balik yang mengembalikan semangat bertandingnya. “Habis pindah klub, latihannya gila dan ekstra ketat. Itu bikin saya bangkit lagi, semangat lagi, lebih optimis,” ungkapnya.

Di tengah padatnya aktivitas sekolah dan organisasi, Cahaya tetap menjalani latihan intensif hampir setiap pagi. Meski melelahkan, ia merasa lingkungan Rhino Fighter memberinya dukungan besar untuk berkembang. “Dari segi pelatih, teman, sampai fasilitas itu mantap banget. Alat untuk penguatan fisik lengkap, bahkan ada alat khusus buat melatih kaki dan tendangan,” katanya. Konsistensi latihan tersebut akhirnya membuahkan hasil manis ketika ia berhasil meraih medali emas Junior Individual Poomsae Putri sekaligus dinobatkan sebagai Atlet Terbaik Poomsae Putri.
Meski sukses berdiri di puncak prestasi, keduanya tetap memilih menjaga sikap rendah hati. Aryanda berharap bisa terus berprestasi tanpa melupakan nilai tawadhu dan disiplin latihan. “Kalau sudah sukses ya tetap rendah hati dan konsisten latihan,” tuturnya. Senada dengan itu, Cahaya berharap pencapaian kali ini menjadi awal untuk terus berkembang. “Semoga predikat atlet terbaik ini bisa dipertahankan atau bahkan ditingkatkan lagi,” ujarnya.
Keberhasilan Aryanda dan Cahaya di Kejurprov Taekwondo Antar Club Jatim 2026 bukan hanya menjadi kebanggaan bagi SMA 3 Malang, tetapi juga mempertegas Rhino Fighter sebagai tempat lahirnya atlet-atlet muda berbakat yang siap bersinar di level nasional hingga internasional. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


