Advertisement
Olahraga

Barcelona vs Real Madrid: El Clasico Penentu Gelar La Liga 2026

Barcelona hanya membutuhkan hasil imbang saat menjamu Real Madrid untuk mengunci gelar La Liga musim 2025/2026.

TIMES Indonesia,
Barcelona vs Real Madrid: El Clasico Penentu Gelar La Liga 2026
Lamine Yamal dikepung para pemain Real Madrid. Duel El Clasico antara Barcelona vs Real Madrid malam nanti akan menjadi penentu juara Liga Spanyol musim 2026.
A-AA+

JAKARTA Atmosfer Stadion Camp Nou dipastikan memanas akhir Minggu malam atau Senin (11/5/2026) dini hari nanti. Barcelona hanya membutuhkan hasil imbang saat menjamu Real Madrid untuk mengunci gelar La Liga musim 2025/2026 sekaligus merayakannya di hadapan rival terbesar mereka sendiri.

Tim asuhan Hansi Flick datang dengan modal kepercayaan diri tinggi setelah unggul 11 poin di puncak klasemen dengan empat pertandingan tersisa. Situasi itu membuat Barcelona berada di ambang mempertahankan trofi liga secara beruntun.

Advertisement

“Kami tahu apa arti pertandingan ini bagi klub dan suporter. Kami ingin menyelesaikannya di rumah sendiri,” kata Flick dalam konferensi pers jelang laga.

Bagi Madrid, pertandingan ini bukan sekadar soal tiga poin. Kekalahan akan membuat mereka menyaksikan Barcelona berpesta juara di Camp Nou, sesuatu yang dianggap sebagai mimpi buruk tersendiri bagi Los Blancos.

Barcelona Bidik Gelar dan Rekor

Selain trofi, Barcelona juga mengejar catatan bersejarah. Jika mampu menyapu bersih empat laga tersisa, Blaugrana akan menyamai rekor 100 poin La Liga yang sebelumnya dicetak Real Madrid era Jose Mourinho pada musim 2011/2012.

Barcelona juga berpeluang memecahkan rekor kemenangan terbanyak dalam satu musim kompetisi dengan melewati catatan 32 kemenangan.

Advertisement

Bek Barcelona, Jules Kounde, menegaskan timnya tidak ingin bermain aman meski hasil imbang sudah cukup memastikan gelar.

“Kami sangat fokus. Memang hasil imbang cukup untuk juara, tetapi kemenangan adalah cara terbaik untuk memastikan gelar,” ujar Kounde.

Ia menambahkan bahwa skuad Barcelona ingin menjadikan laga ini sebagai momen spesial di stadion kebanggaan mereka yang baru kembali digunakan setelah renovasi panjang.

“Bermain El Clasico di Camp Nou selalu berbeda. Atmosfernya memberi energi tambahan untuk pemain,” lanjutnya.

Robert Lewandowski dan Akhir Sebuah Era?

Sorotan juga mengarah kepada Robert Lewandowski. Laga ini berpotensi menjadi El Clasico terakhir striker asal Polandia itu bersama Barcelona setelah posisinya mulai tergeser di era Flick dan kontraknya akan habis musim panas nanti.

Lewandowski mengaku masih menikmati tekanan besar dalam pertandingan klasik Spanyol tersebut.

“Pertandingan seperti ini adalah alasan saya datang ke Barcelona. Selalu ada emosi berbeda ketika menghadapi Madrid,” kata Lewandowski.

Barcelona sendiri harus kehilangan Lamine Yamal yang mengalami cedera otot hingga akhir musim. Sementara Raphinha sudah kembali ke skuad meski kemungkinan besar memulai laga dari bangku cadangan.

Real Madrid Datang dengan Tekanan Besar

Di sisi lain, Madrid justru datang di tengah situasi yang kurang ideal. Rentetan hasil buruk membuat tekanan terhadap pelatih Alvaro Arbeloa semakin besar.

Media Spanyol bahkan melaporkan adanya ketegangan di ruang ganti dan sesi latihan, termasuk insiden antara Federico Valverde dan Aurelien Tchouameni yang berujung denda internal dari klub.

Meski demikian, Arbeloa menegaskan timnya belum menyerah.

“Kami adalah Real Madrid. Kami tidak datang ke Barcelona untuk menyerahkan gelar begitu saja,” tegas Arbeloa.

Ia juga menyinggung pentingnya mentalitas dalam laga sebesar El Clasico.

“Di pertandingan seperti ini, kualitas memang penting. Tapi karakter dan keberanian sering menjadi pembeda,” katanya.

Madrid masih berharap pada ketajaman Vinicius Junior yang sedang dalam performa terbaik dengan empat gol dalam tiga laga terakhir La Liga.

Namun kondisi Kylian Mbappe masih diragukan akibat cedera hamstring. Selain Mbappe, Madrid juga kehilangan Eder Militao, Ferland Mendy, dan Arda Guler.

El Clasico Sarat Rivalitas dan Sejarah

Pertandingan Minggu nanti menjadi El Clasico pertama di Camp Nou dalam lebih dari tiga tahun setelah stadion tersebut direnovasi.

Sepanjang sejarah, kedua klub telah bertemu 263 kali. Madrid sedikit unggul dengan 107 kemenangan, sedangkan Barcelona mencatat 105 kemenangan dan 51 laga berakhir imbang.

Pada pertemuan La Liga terakhir Oktober 2025, Madrid menang 2-1 di Santiago Bernabeu lewat gol Jude Bellingham dan Mbappe. Namun Barcelona sukses membalas saat memenangkan Piala Super Spanyol Januari 2026 dengan skor dramatis 3-2.

Kini, El Clasico kembali hadir dengan taruhan yang jauh lebih besar. Bagi Barcelona, ini adalah peluang menyempurnakan dominasi musim ini. Sementara bagi Madrid, laga di Camp Nou bisa menjadi pertaruhan harga diri terakhir sebelum musim berakhir. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Wahyu Nurdiyanto
PenulisWahyu NurdiyantoWartawan Sertifikasi Madya, lulusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Sebelas Maret Surakarta. Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2016 sebagai editor.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia