Advertisement
Olahraga

Final Coppa Italia: Inter Milan Bidik Double Winners, Lazio Kejar Tiket Eropa

Inter Milan memburu gelar ganda domestik, sementara Lazio mempertaruhkan tiket Eropa dalam final Coppa Italia di Olimpico

TIMES Indonesia,
Final Coppa Italia: Inter Milan Bidik Double Winners, Lazio Kejar Tiket Eropa
Final Coppa Italia akan mempertemukan Inter Milan dan Lazio. Inter memburu gelar ganda domestik, dan Lazio memburu tiket kompetisi Eropa.
A-AA+

JAKARTA Final Coppa Italia 2026 bukan sekadar perebutan trofi bagi Inter Milan dan Lazio. Duel di Stadion Olimpico, Roma, Rabu waktu setempat atau Kamis (14/5/2026) dini hari, menjadi penentu arah akhir musim kedua tim dengan kepentingan yang sama-sama besar.

Bagi Inter Milan, laga ini menjadi kesempatan menyempurnakan dominasi domestik setelah memastikan gelar Serie A lebih awal. Sementara bagi Lazio, final ini menjadi jalur terakhir untuk menyelamatkan musim dan menjaga asa tampil di kompetisi Eropa musim depan.

Advertisement

Pertemuan ini terasa unik karena kedua tim baru saja berhadapan empat hari sebelumnya di Serie A. Dalam laga itu, Inter tampil superior dan menang telak 3-0 atas Lazio di stadion yang sama. Hasil tersebut mempertegas status Nerazzurri sebagai tim paling konsisten di Italia musim ini.

Namun, pelatih Lazio Maurizio Sarri menilai kekalahan itu lebih dipengaruhi pendekatan timnya yang terlalu pasif. Menurutnya, mental bertanding anak asuhnya menjadi masalah utama saat menghadapi Inter.

“Inter memang lebih kuat, tetapi dengan pendekatan seperti itu kami bisa kebobolan dari tim mana pun,” ujar Sarri.

Sarri menegaskan final nanti akan berbeda karena ada trofi yang diperebutkan. Ia berharap para pemain Lazio mampu menunjukkan karakter sesungguhnya ketika tekanan dan motivasi berubah jauh lebih besar.

Bagi Lazio, Coppa Italia juga memiliki nilai strategis. Juara kompetisi ini otomatis mendapat tiket Liga Europa musim depan. Kesempatan itu sangat penting karena posisi Lazio di Serie A nyaris tertutup untuk finis di zona Eropa.

Advertisement

Hingga pekan terakhir, Lazio masih tertahan di posisi kesembilan klasemen dan terpaut tujuh poin dari Atalanta yang berada di peringkat ketujuh. Dengan hanya dua laga liga tersisa, peluang lewat jalur klasemen praktis hampir mustahil.

Di sisi lain, Inter datang dengan rasa percaya diri tinggi. Pelatih Christian Chivu berpeluang mencatat musim debut sempurna setelah menggantikan Simone Inzaghi. Chivu sendiri bukan nama asing dalam sejarah besar Inter karena pernah menjadi bagian skuad treble winners 2010 di era Jose Mourinho.

Meski demikian, Chivu menolak membandingkan tim Inter saat ini dengan generasi treble 2010.

“Setiap era berbeda. Sepak bola berubah. Yang penting, kedua tim ini sama-sama memberikan kebahagiaan untuk para pendukung,” kata Chivu.

Musim lalu, Inter sebenarnya nyaris meraih treble sebelum akhirnya gagal total di pengujung musim. Mereka finis satu poin di bawah Napoli dalam perebutan Scudetto, tersingkir di semifinal Coppa Italia, dan dipermalukan Paris Saint-Germain 0-5 di final Liga Champions.

Musim ini, Inter memang gagal di Eropa setelah disingkirkan klub Norwegia, Bodø/Glimt. Namun, kegagalan itu tidak mengurangi dominasi mereka di kompetisi domestik.

Karena itu, final Coppa Italia menjadi panggung penting bagi Inter untuk menegaskan kebangkitan sekaligus menutup musim dengan gelar ganda domestik yang terakhir kali mereka raih pada 2010.

Sementara bagi Lazio, laga ini lebih dari sekadar final. Ini adalah pertaruhan harga diri sekaligus tiket terakhir menuju panggung Eropa. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia