Inter Milan Akhiri Penantian 16 Tahun untuk Raih Gelar Ganda
Inter Milan memastikan double winner musim 2025/2026 setelah mengalahkan Lazio 2-0 di final Coppa Italia dan melengkapi gelar Serie A.
JAKARTA – Inter Milan menutup musim domestik 2025/2026 dengan dominasi penuh. Setelah memastikan gelar Serie A lebih awal, Nerazzurri kini melengkapi pencapaian mereka lewat trofi Coppa Italia usai menundukkan Lazio 2-0 pada final yang digelar di Stadion Olimpico, Roma, Rabu waktu setempat atau Kamis (14/5/2026) dini hari.
Keberhasilan ini menjadi momen penting bagi Inter Milan. Untuk pertama kalinya dalam 16 tahun terakhir, klub biru-hitam tersebut kembali meraih double winner liga dan piala domestik dalam satu musim. Catatan serupa terakhir kali terjadi pada era Jose Mourinho pada 2010, ketika Inter bahkan sukses menyapu treble winners termasuk Liga Champions.
Menariknya, sosok yang kini berdiri di balik sukses Inter adalah Christian Chivu, mantan pemain yang juga menjadi bagian skuad treble 2010. Dalam musim pertamanya sebagai pelatih Inter, Chivu langsung menghadirkan transformasi signifikan setelah menggantikan Simone Inzaghi.
Musim lalu, Inter menutup kompetisi dengan kekecewaan besar. Mereka gagal mempertahankan Serie A setelah kalah bersaing tipis dari Napoli, tersingkir di semifinal Coppa Italia, dan dipermalukan Paris Saint-Germain 0-5 di final Liga Champions. Namun musim ini, situasi berubah drastis.
Inter tampil jauh lebih stabil, agresif, dan konsisten sepanjang musim. Mereka bahkan mengunci gelar Serie A dengan tiga laga tersisa sebelum akhirnya memastikan trofi Coppa Italia.
Kapten Inter, Lautaro Martínez, menyebut keberhasilan ini sebagai bukti mentalitas baru tim setelah kegagalan musim lalu.
“Meraih double winner sangat penting bagi kami. Tidak mudah bangkit setelah apa yang terjadi musim lalu, tetapi kami berhasil menjalani musim luar biasa dari sisi performa, hasil, dan intensitas,” ujar Lautaro usai laga.
Ia juga memberikan pujian tinggi kepada Christian Chivu. Menurutnya, sang pelatih layak mendapat nilai sempurna atas keberhasilan membangun kembali mental juara Inter Milan.
Final Coppa Italia sendiri berjalan relatif nyaman bagi Inter. Lazio justru menjadi penyebab utama lahirnya dua gol Nerazzurri lewat kesalahan lini belakang mereka.
Gol pertama tercipta pada menit ke-14 ketika umpan sepak pojok Federico Dimarco salah diantisipasi bek Lazio, Adam Marusic, yang malah membobol gawang sendiri.
Kesalahan kedua terjadi pada menit ke-35. Bek Lazio Nuno Tavares kehilangan bola setelah ditekan Denzel Dumfries di area pertahanan. Dumfries kemudian memberikan umpan matang kepada Lautaro yang dengan mudah menceploskan bola ke gawang kosong.
Kemenangan ini sekaligus menegaskan superioritas Inter atas Lazio dalam beberapa hari terakhir. Sebelum final Coppa Italia, Inter juga sukses mengalahkan klub ibu kota itu 3-0 dalam lanjutan Serie A.
Dengan dua trofi domestik di tangan, Inter kini mengirim pesan kuat bahwa era baru di bawah Christian Chivu berpotensi menjadi fondasi dominasi baru di sepak bola Italia. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

