Final FA Cup: Manchester City Favorit, Chelsea Datang dengan Kekacauan
Manchester City memburu treble domestik saat menghadapi Chelsea yang sedang dilanda krisis pada final FA Cup 2026 di Wembley.
JAKARTA – Final Piala FA 2026, Sabtu (16/5/2026) dini hari nanti menghadirkan kontras tajam antara dua klub raksasa Inggris. Di satu sisi, Manchester City datang dengan momentum perburuan treble domestik. Di sisi lain, Chelsea justru memasuki Wembley dalam situasi penuh ketidakpastian.
Secara kualitas dan konsistensi, skuad asuhan Pep Guardiola jelas lebih diunggulkan. Manchester City sudah mengamankan trofi Piala Liga Inggris dan masih menjaga peluang juara Premier League. Hingga pertengahan Mei 2026, City hanya sekali kalah di kompetisi domestik sejak akhir November lalu.
Meski performa City musim ini dianggap belum seimpresif era terbaik Guardiola, mereka tetap tampil sebagai tim paling stabil di Inggris. Final FA Cup pun menjadi peluang besar bagi Guardiola menambah koleksi trofinya bersama City menjadi 17 gelar mayor.
Chelsea Datang dalam Situasi Sulit
Berbeda dengan City, Chelsea justru menjalani musim yang penuh gejolak. Klub London itu kembali berada dalam sorotan setelah dua kali mengganti pelatih hanya dalam beberapa bulan terakhir.
Setelah memecat Enzo Maresca pada Januari, Chelsea menunjuk Liam Rosenior. Namun, Rosenior hanya bertahan kurang dari empat bulan sebelum dipecat akibat rentetan hasil buruk.
Kini Chelsea kembali dipimpin pelatih interim Calum McFarlane, sosok yang sebelumnya bekerja di akademi klub. Situasi tersebut membuat final FA Cup terasa seperti duel yang timpang antara Guardiola dan pelatih minim pengalaman.
Namun justru di tengah tekanan itulah Chelsea mulai menunjukkan tanda perlawanan.
Chelsea Masih Punya Peluang Membuat Kejutan
Meski tanpa kemenangan dalam tujuh laga liga terakhir dan terancam gagal lolos ke Liga Champions musim depan, Chelsea tetap memiliki modal psikologis penting menuju final.
McFarlane sempat membawa Chelsea menahan imbang Manchester City 1-1 pada Januari lalu. Ia juga sukses mengantar The Blues melewati Leeds United di semifinal FA Cup dan mencuri hasil imbang di kandang Liverpool pekan lalu.
Situasi ini membuat peluang kejutan masih terbuka. Apalagi FA Cup dikenal sebagai turnamen yang kerap melahirkan cerita tak terduga.
Musim ini saja, kompetisi tertua di dunia itu sudah menghadirkan salah satu kejutan terbesar ketika klub divisi keenam Macclesfield menyingkirkan juara bertahan Crystal Palace.
Duel Kunci dan Sorotan Pemain
Manchester City berharap beberapa pemain penting seperti Rodri dan Abdukodir Khusanov bisa kembali tersedia untuk laga final. Sementara Chelsea menanti kondisi Pedro Neto dan Alejandro Garnacho yang masih dibekap cedera otot.
Di sisi lain, bek Arsenal Ben White dipastikan absen hingga akhir musim akibat cedera ligamen.
Sorotan juga tertuju kepada Marc Guehi. Bek Crystal Palace itu pernah mengalami kekecewaan besar saat Palace disingkirkan Macclesfield di FA Cup musim ini. Kini ia memiliki kesempatan lain untuk mengangkat trofi di Wembley.
Guardiola Mengejar Sejarah
Bagi Pep Guardiola, final ini bukan hanya tentang satu gelar tambahan. FA Cup menjadi bagian penting dari ambisi Manchester City meraih treble domestik musim ini.
Jika berhasil juara, Guardiola semakin menegaskan dominasi Manchester City dalam sepak bola Inggris modern. Namun Chelsea tetap memiliki satu hal yang tidak bisa diukur statistik: kemampuan menghadirkan kejutan di laga besar.
Final di Wembley pun menjadi lebih dari sekadar pertarungan dua tim, melainkan duel antara stabilitas dan kekacauan, pengalaman dan perjudian. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

