Ketua DPD Golkar Kota Malang Sebut Domino Demokrasi Jadi Ruang Guyub Lintas Partai
Kompetisi Domino Demokrasi 2026 di Malang jadi ajang mempererat silaturahmi partai politik dan Forkopimda. Golkar menilai kegiatan ini memperkuat persaudaraan dan sinergi pembangunan.
MALANG – Kompetisi Domino Demokrasi 2026 tidak hanya menjadi ajang adu strategi di atas meja permainan, tetapi juga ruang mempererat silaturahmi antarpartai politik dan unsur Forkopimda di Malang Raya.
Hal tersebut disampaikan Ketua DPD Partai Golkar Kota Malang, Djoko Prihatin saat mengikuti kegiatan yang digelar TIMES Indonesia bersama Tugu Jatim tersebut.
Djoko mengatakan Partai Golkar Kota Malang mengirimkan dua tim untuk mengikuti kompetisi domino yang mempertemukan partai politik dan Forkopimda se-Malang Raya itu.
Menurutnya, persiapan yang dilakukan partainya terbilang sederhana. Namun, para kader rutin diajak bermain domino bersama melalui kegiatan mabar yang digelar dua kali dalam sepekan.
“Persiapan kita sebenarnya enggak spesial-spesial banget. Kita mengajak teman-teman kader untuk berlatih. Kita punya namanya mabar, seminggu dua kali hari Rabu dan hari Sabtu teman-teman kita undang main,” ujarnya.
Dari kegiatan tersebut, kata Djoko, pihaknya kemudian memilih kader yang dinilai memiliki kemampuan bermain domino cukup baik untuk diterjunkan dalam kompetisi.
“Nah dari sana talenta-talenta yang memang bermainnya baik kita ajak untuk bisa ikut di kejuaraan Domino Demokrasi ini,” katanya.
Meski membawa semangat kompetisi, Djoko menegaskan bahwa target utama yang ingin dibangun adalah suasana kebersamaan dan kegembiraan antar peserta.
“Harapan saya sih teman-teman yang penting enjoy mainnya, gembira, hasrat mereka terpenuhi. Dan kalau bisa bawa pulang tropinya,” ujarnya sambil tersenyum.
Lebih jauh, Djoko menilai Kompetisi Domino Demokrasi menjadi ruang pertemuan yang jarang terjadi di luar agenda formal politik maupun pemerintahan. Menurutnya, kegiatan tersebut mampu mempertemukan kembali kader lintas partai, pengurus lama, hingga anggota dewan dalam suasana santai.
“Saya rasa ini satu gerakan yang cukup bagus antara kami teman-teman partai yang selama ini mungkin kalau ketua-ketua kami ketemu ya, tapi kalau ornamen-ornamen di bawah ini kan kita jarang ketemu,” katanya.
Ia menyebut kegiatan seperti ini penting untuk menjaga budaya kebersamaan yang selama ini menjadi ciri khas masyarakat Malang.
“Justru di sini kita bisa bertemu lagi dengan teman-teman lama, kita bertemu dengan kepengurusan yang lama, bahkan ketemu dengan beberapa anggota dewan yang ikutan bermain. Ini satu buah gerakan yang bagus karena ini bisa mempererat tali silaturahmi, tali persaudaraan kita, yang memang ciri khas dari Malang itu sendiri. Seduluran selawase,” ungkapnya.
Djoko juga berharap kolaborasi antara media, partai politik, dan pemerintah daerah melalui kegiatan seperti Kompetisi Domino Demokrasi dapat memperkuat sinergi pembangunan di Kota Malang.
“Dengan kolaborasi antara media, partai politik dan ada pemerintahan, harapan kita semua level daripada ornamen di Kota Malang ini benar-benar bisa menjadi satu buah unsur membangun bersama,” katanya.
Menurutnya, kompetisi domino tidak sekadar menjadi hiburan, tetapi juga simbol bahwa perbedaan dapat dipertemukan dalam suasana yang hangat dan positif.
“Tidak hanya ribut di luar, tapi dengan kompetisi domino ini kita bisa dipersatukan dan kita bisa masuk ke arah pembangunan yang lebih baik,” pungkas Djoko.
Sebagai informasi, Kompetisi Domino Demokrasi 2026 bertajuk "Mengasah Kecerdasan Berpikir" yang diinisiasi melalui sinergi Times Indonesia dan Tugu Jatim itu diikuti puluhan tim dari unsur Forkopimda dan partai partai Malang Raya, bahkan masyarakat umum.
Pimpinan Pemkab Malang, Pemkot Malang, Polresta Malang Kota, Polres Malang, Polres Batu, Kodim Malang/Batu, Kodim Kota Malang juga terlibat dan hadir langsung dalam kegiatan ini.
Kompetisi ini juga telah mendapat dukungan langsung dari Pengurus Provinsi (Pengprov) Organisasi Olahraga Domino (ORADO) Jawa Timur. Kemudian juga didukung penuh oleh Pemerintah Kabupaten Malang, KONI Kota Malang, Lapas Kelas I Malang, Ocean Garden, BNI, Ini Baru Sport (Gajah Baru), AFR hingga Esto Coffee. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


