Arsenal Menang Tipis atas Burnley, Gelar Liga Inggris di Depan Mata
Arsenal semakin dekat meraih gelar Premier League pertama sejak 2004 usai mengalahkan Burnley 1-0 lewat gol Kai Havertz.
JAKARTA – Harapan panjang Arsenal untuk mengakhiri puasa gelar Liga Inggris selama lebih dari dua dekade kini tinggal selangkah lagi. Kemenangan tipis 1-0 atas Burnley dalam laga pekan ke-37 Premier League, Senin (19/5/2026) dini hari tadi membuat tim asuhan Mikel Arteta semakin dekat menuju mahkota juara.
Bermain di kandang sendiri, Arsenal tampil dominan meski harus melewati pertandingan yang berjalan cukup menegangkan. Satu-satunya gol dalam pertandingan lahir melalui sundulan Kai Havertz pada menit ke-37. Gol berawal dari sepak pojok yang dilepaskan Bukayo Saka, Havertz berhasil menyambut bola dengan sundulan yang gagal diantisipasi lini belakang Burnley.
Kemenangan ini menjaga Arsenal di jalur perebutan gelar dan sekaligus memberikan tekanan besar kepada Manchester City yang berada di posisi kedua. City kini dituntut meraih kemenangan atas Bournemouth agar persaingan juara tetap berlangsung hingga pekan terakhir.
Meski demikian, Arsenal masih memegang kendali penuh atas nasibnya sendiri. Kemenangan atas Crystal Palace pada laga terakhir akan memastikan The Gunners meraih gelar liga pertama sejak 2004, ketika era tim legendaris "Invincibles" di bawah arahan Arsene Wenger mencatat musim tanpa kekalahan.
Musim ini berpotensi menjadi salah satu musim paling bersejarah bagi Arsenal. Selain berpeluang menjuarai Premier League, mereka juga masih memiliki agenda besar menghadapi Paris Saint-Germain pada final Liga Champions akhir Mei.
Kapten Arsenal Martin Odegaard menyebut timnya harus tetap fokus hingga akhir musim.
"Kami menjalani musim yang luar biasa sejauh ini. Masih ada satu pertandingan besar lagi di liga dan final Liga Champions. Tinggal sedikit lagi dan kami akan memberikan segalanya," ujarnya.
Di sisi lain, Havertz juga menjadi sorotan usai lolos dari kartu merah pada babak kedua. Sang pemain hanya menerima kartu kuning setelah melakukan tekel keras terhadap Lesley Ugochukwu, keputusan yang tetap dipertahankan setelah tinjauan VAR.
Meski Arsenal tampil dominan dan kiper David Raya nyaris tidak mendapatkan ancaman berarti, keunggulan satu gol membuat laga tetap berlangsung menegangkan hingga tambahan waktu hampir 10 menit.
Arteta bahkan mengaku akan menjadi pendukung terbesar Bournemouth untuk sementara waktu.
"Kecuali ada sesuatu yang indah terjadi besok malam, saya akan menjadi pendukung Bournemouth terbesar," kata Arteta sambil bercanda.
Dengan satu laga tersisa, Arsenal kini berada di ambang mengakhiri penantian panjang yang telah berlangsung selama 22 tahun. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

