Advertisement
Olahraga

Manchester City Tertahan, Arsenal Segel Gelar Liga Inggris ke-14

Arsenal resmi menjadi juara Premier League 2026 setelah Manchester City ditahan Bournemouth. The Gunners mengakhiri puasa gelar liga selama 22 tahun.

TIMES Indonesia,
Manchester City Tertahan, Arsenal Segel Gelar Liga Inggris ke-14
Pemain Arsenal merayakan keberhasilan juara Liga Inggris di markas tim. Arsenal memastikan juara dengan satu laga tersisa usai City ditahan imbang Bournemouth. (Foto: Arsenal)
A-AA+

JAKARTA Penantian panjang akhirnya berakhir. Setelah 22 tahun menunggu, Arsenal kembali berdiri di puncak sepak bola Inggris. Gelar Premier League 2026 resmi menjadi milik The Gunners usai Manchester City hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Bournemouth, Selasa (20/5/2026) atau Rabu dini hari tadi.

Hasil tersebut membuat Arsenal tak lagi mungkin dikejar di klasemen. Tim asuhan Mikel Arteta kini unggul empat poin dengan satu pertandingan tersisa, sekaligus memastikan trofi liga pertama sejak era "Invincibles" pada 2004.

Advertisement

Bagi Arsenal, keberhasilan ini bukan sekadar mengakhiri puasa gelar. Ini juga menjadi jawaban atas kegagalan berulang dalam beberapa musim terakhir. Tiga musim sebelumnya, Arsenal selalu berada sangat dekat dengan trofi namun akhirnya harus puas menjadi runner-up.

Pada musim 2023 dan 2024, Arsenal sempat memimpin klasemen sebelum dikejar oleh Pep Guardiola dan Manchester City. Sementara musim lalu mereka kembali finis di belakang Liverpool. Kini, skenario itu tidak terulang.

Momentum penentuan gelar datang dari Stadion Vitality. Manchester City sebenarnya sempat menjaga harapan hidup hingga menit-menit akhir. Bournemouth unggul lebih dahulu melalui gol Junior Kroupi pada babak pertama sebelum Erling Haaland mencetak gol penyeimbang pada masa injury time.

Namun gol tersebut datang terlalu terlambat. City gagal menemukan gol kemenangan yang dibutuhkan untuk memperpanjang persaingan hingga pekan terakhir.

Di London Utara, suasana berubah menjadi pesta besar. Ribuan suporter Arsenal merayakan momen bersejarah di sekitar Emirates Stadium. Para pemain juga mengikuti pertandingan bersama di pusat latihan klub sebelum akhirnya merayakan keberhasilan tersebut.

Advertisement

Keberhasilan ini menjadi gelar liga ke-14 Arsenal sepanjang sejarah. Nama-nama generasi saat ini kini sejajar dengan legenda seperti Thierry Henry, Dennis Bergkamp, dan Ian Wright yang pernah membawa klub menuju puncak sepak bola Inggris.

Lebih dari itu, gelar ini juga menandai perubahan peta persaingan Liga Inggris. Untuk pertama kalinya sejak 2017, juara Premier League bukan berasal dari Manchester City atau Liverpool.

Di bawah Arteta, Arsenal memang tidak selalu tampil atraktif seperti era Arsene Wenger. Namun mereka berkembang menjadi tim yang lebih pragmatis dan efektif. Pertahanan terbaik di liga serta kemampuan memanfaatkan bola mati menjadi senjata utama musim ini.

Cerita Arsenal musim ini juga belum selesai. Setelah memastikan gelar liga, fokus berikutnya beralih ke final Liga Champions melawan Paris Saint-Germain pada 30 Mei mendatang. Jika mampu menang, Arsenal berpeluang menutup musim dengan sejarah yang lebih besar lagi: meraih gelar Liga Champions pertama dalam sejarah klub.

Sementara di sisi lain, tanda tanya justru mengiringi masa depan Manchester City. Spekulasi mengenai masa depan Guardiola kembali menguat setelah pelatih asal Spanyol itu belum memberikan kepastian terkait kelanjutannya di klub.

"Saya harus berbicara dulu dengan chairman. Setelah itu kami akan memutuskan dalam beberapa hari ke depan," kata Guardiola.

Bagi Arsenal, malam ini bukan tentang masa depan City. Ini adalah malam tentang akhir penantian panjang, dan mungkin awal dari era baru di London Utara.(*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia