Aston Villa Juara Liga Europa, Unai Emery Perpanjang Status Raja Kompetisi Eropa
Aston Villa menjuarai Liga Europa usai mengalahkan Freiburg 3-0. Unai Emery memperpanjang rekor dengan gelar kelima di kompetisi ini.
JAKARTA – Tiga dekade penantian akhirnya terbayar lunas. Aston Villa menutup musim dengan malam bersejarah setelah mengalahkan Freiburg 3-0 pada final Liga Europa di Istanbul, Turki, Rabu waktu setempat atau Kamis (21/5/2026) dini hari. Di tengah pesta juara itu, ada satu nama yang kembali menegaskan dominasinya di panggung Eropa: Unai Emery.
Pelatih asal Spanyol tersebut sekali lagi membuktikan reputasinya sebagai "raja Liga Europa". Gelar bersama Aston Villa menjadi trofi kelimanya di kompetisi itu, memperpanjang rekor sebagai pelatih tersukses sepanjang sejarah turnamen.
Bagi Aston Villa, trofi ini lebih dari sekadar gelar juara. Klub asal Birmingham tersebut akhirnya mengakhiri puasa trofi mayor selama 30 tahun sejak terakhir kali mengangkat Piala Liga Inggris pada 1996. Sementara di level Eropa, Villa baru kembali merasakan kejayaan setelah terakhir menjuarai Piala Champions Eropa dan Piala Super Eropa pada 1982.
Di lapangan, Villa tampil dominan sejak menit awal. Youri Tielemans membuka keunggulan pada menit ke-41 melalui tendangan voli memanfaatkan umpan Morgan Rogers. Menjelang turun minum, Emiliano Buendia menggandakan keunggulan lewat sepakan melengkung dari luar kotak penalti.
Morgan Rogers kemudian menutup kemenangan Villa pada menit ke-58. Gol tersebut sekaligus memastikan Freiburg tidak memiliki jalan untuk kembali ke pertandingan.
Namun kisah malam itu tidak hanya berbicara soal angka di papan skor. Ada cerita emosional yang menyertai keberhasilan tersebut.
Pendukung setia Aston Villa sekaligus anggota keluarga kerajaan Inggris, Prince William, ikut hadir langsung di stadion. Ia terlihat larut dalam selebrasi dan bahkan mengabadikan momen ketika kapten John McGinn mengangkat trofi di tengah hujan konfeti.
McGinn mengungkapkan bahwa momen tersebut menjadi sesuatu yang sulit ia gambarkan dengan kata-kata.
"Dengan pelatih seperti ini, semuanya mungkin terjadi. Malam ini adalah hasil dari semua yang telah kami bangun bersama," kata McGinn.
Ia juga menggambarkan suasana saat kemenangan mulai terasa nyata.
"Ketika skor 3-0 dan pertandingan tersisa 10 menit lagi, saya berpikir kami adalah juara Eropa. Perasaan bangga itu tidak bisa saya jelaskan. Ini malam dan momen paling membanggakan dalam karier saya sejauh ini," ujarnya.
Emery sendiri mengaku memiliki ikatan emosional yang kuat dengan kompetisi Eropa, terutama Liga Europa yang berkali-kali menghadirkan pencapaian besar dalam kariernya.
"Saya selalu sangat berterima kasih kepada kompetisi Eropa, baik Liga Konferensi, Liga Champions, maupun Liga Europa, tetapi terutama Liga Europa," ujar Emery.
Ia menambahkan bahwa timnya memang menjalani turnamen dengan pendekatan serius sejak awal musim.
"Kami berjuang dengan sangat kuat di kompetisi ini dan mencoba memberikan kemampuan terbaik. Kami memainkan kompetisi ini dengan sangat serius sepanjang musim," katanya.
Sementara itu, Tielemans menilai keberhasilan ini menjadi penutup sempurna perjalanan Aston Villa musim ini.
"Kami menjalani musim yang hebat, dan menyempurnakannya dengan trofi ini sungguh luar biasa," ucapnya.
Keberhasilan Aston Villa juga menghadirkan kisah transformasi yang menarik. Saat Emery datang pada 2022, klub berada di dekat zona degradasi. Hanya dalam beberapa musim, ia mengubah tim yang sempat terancam turun kasta menjadi juara Eropa dan peserta tetap Liga Champions.
Perjalanan itu sekaligus menjadi pembuktian lain bagi Emery. Setelah meraih tiga gelar Liga Europa bersama Sevilla dan satu bersama Villarreal, kini ia kembali menunjukkan bahwa di panggung kompetisi Eropa, sentuhannya masih menjadi salah satu yang paling mematikan. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

