Cristiano Ronaldo Cetak Sejarah: Juara di Empat Negara, 27 Gol Lagi Menuju 1.000
Cristiano Ronaldo menambah catatan bersejarah usai membawa Al Nassr juara Liga Arab Saudi. Ia kini juara di empat negara dan hanya 27 gol menuju 1.000.
JAKARTA – Perjalanan panjang karier Cristiano Ronaldo kembali menorehkan babak baru. Pada usia 41 tahun, megabintang asal Portugal itu tidak hanya mengantar klubnya meraih gelar liga, tetapi juga memperpanjang daftar rekor yang membuat namanya terus bertahan di puncak sepak bola dunia.
Dua gol Ronaldo membantu Al Nassr menaklukkan Damac FC dengan skor 4-1 pada laga terakhir musim, Kamis (21/5/2026) waktu setempat atau Jumat dini hari, sekaligus memastikan gelar Saudi Pro League. Gelar ini menjadi trofi domestik pertama Ronaldo sejak terakhir kali merasakan manisnya juara liga bersama Juventus pada 2020.
Lebih dari sekadar trofi, keberhasilan itu menambah daftar pencapaian langka dalam kariernya. Ronaldo kini tercatat meraih gelar liga domestik di empat negara berbeda, yakni Inggris, Spanyol, Italia, dan Arab Saudi.
Di Inggris, Ronaldo mengoleksi sejumlah gelar liga bersama Manchester United. Ia kemudian mendominasi sepak bola Spanyol bersama Real Madrid sebelum melanjutkan kisah suksesnya di Italia bersama Juventus. Kini, Arab Saudi menjadi negara keempat yang melengkapi perjalanan kariernya.
Namun angka yang kini paling menyita perhatian adalah jumlah golnya. Dua gol ke gawang Damac membuat total koleksi gol sepanjang karier Ronaldo mencapai 973 gol. Artinya, pemain yang mengawali karir di FC Porto tersebut kini hanya membutuhkan 27 gol lagi untuk menembus tonggak monumental 1.000 gol sepanjang karier profesional.
Musim ini Ronaldo kembali menunjukkan produktivitasnya dengan menjadi pencetak gol terbanyak Liga Arab Saudi untuk musim kedua secara beruntun. Sebuah pencapaian yang cukup mencolok mengingat usianya telah memasuki 41 tahun.
Gol pertamanya ke gawang Damac lahir melalui ciri khas yang sudah melekat selama bertahun-tahun: tendangan bebas mematikan yang melewati kerumunan pemain dan gagal dijangkau penjaga gawang. Gol kedua hadir lewat penyelesaian jarak dekat yang memperlihatkan naluri predatornya di depan gawang belum memudar.
Ronaldo bahkan terlihat emosional menjelang pertandingan berakhir. Dari bangku cadangan, ia tampak meneteskan air mata saat menyadari penantian gelar bersama Al Nassr akhirnya berakhir.
Meski telah mengoleksi banyak trofi dan rekor, perjalanan Ronaldo tampaknya belum selesai. Pemegang rekor pencetak gol terbanyak tim nasional putra dunia dengan 143 gol itu baru saja masuk skuad Portugal untuk menghadapi turnamen besar berikutnya, Piala Dunia 2026.
Jika tampil di ajang tersebut, Ronaldo akan menjalani kesempatan keenamnya tampil di Piala Dunia—sebuah catatan lain yang berpotensi memperpanjang warisan salah satu pemain terbesar dalam sejarah sepak bola. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


