Advertisement
Olahraga

Pep Guardiola Tinggalkan Manchester City, Akhiri Era Emas Satu Dekade

Pep Guardiola resmi meninggalkan Manchester City setelah 10 tahun. Ia menutup era sukses dengan 17 trofi dan mengubah wajah sepak bola Inggris.

TIMES Indonesia,
Pep Guardiola Tinggalkan Manchester City, Akhiri Era Emas Satu Dekade
Pep Guardiola mengumumkan perpisahan dengan Manchester City. (foto: manchester city)
A-AA+

JAKARTA Satu era besar dalam sepak bola Inggris mencapai garis akhirnya. Setelah satu dekade membangun dominasi, Pep Guardiola mengonfirmasi bahwa dirinya akan meninggalkan Manchester City, klub yang selama ini dibawanya menjadi salah satu kekuatan utama di Eropa.

Keputusan tersebut sekaligus menutup perjalanan panjang pelatih asal Spanyol itu bersama City. Laga melawan Aston Villa di pekan terakhir Premier League pada Minggu mendatang akan menjadi pertandingan perpisahannya sebagai manajer.

Advertisement

Kepergian Guardiola sebenarnya sudah menjadi kekhawatiran sebagian pendukung Manchester City dalam beberapa bulan terakhir. Meski masih memiliki sisa kontrak satu tahun, ia menilai waktunya di Etihad Stadium telah mencapai titik akhir.

"Saya tidak ingin menjelaskan alasan mengapa saya pergi. Tidak ada alasan khusus, tetapi jauh di dalam diri saya, saya tahu ini waktunya," ujar Guardiola, Jumat (22/5/2026).

Ia juga menegaskan bahwa yang akan bertahan bukanlah keberadaan seseorang, melainkan ikatan emosional dan perjalanan yang sudah dibangun selama bertahun-tahun.

Selama datang ke Manchester City pada musim panas 2016, Guardiola tidak sekadar menghadirkan gelar. Ia membentuk identitas permainan yang kemudian menjadi standar baru dalam sepak bola Inggris. Pendekatan berbasis penguasaan bola, tekanan tinggi, serta fleksibilitas taktik mengubah City dari tim papan atas menjadi mesin juara yang konsisten.

Dalam kurun 10 tahun, Guardiola mempersembahkan enam gelar Premier League. Puncaknya terjadi pada 2023 ketika Manchester City akhirnya meraih trofi Liga Champions pertama sepanjang sejarah klub.

Advertisement

Musim ini pun ia masih menutup kiprahnya dengan catatan positif melalui raihan dua trofi domestik, yakni Piala Liga Inggris dan Piala FA.

Secara keseluruhan, Guardiola meninggalkan Manchester City dengan koleksi 17 trofi besar. Jika digabungkan dengan prestasinya bersama Barcelona dan Bayern Munchen, jumlah gelar yang berhasil dikoleksinya mencapai 35 trofi sepanjang karier kepelatihan.

Kini, perhatian beralih pada siapa sosok yang akan melanjutkan warisan besar tersebut. Nama mantan asistennya, Enzo Maresca, disebut menjadi kandidat terdepan untuk mengisi posisi yang tidak mudah: menggantikan pelatih paling sukses dalam sejarah Manchester City.

Tantangan penerus Guardiola bukan sekadar mempertahankan gelar, tetapi juga menjaga standar tinggi yang selama ini dibangun. Sebab dalam satu dekade terakhir, Manchester City bukan hanya menjadi tim pemenang, melainkan simbol perubahan besar dalam sepak bola modern. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia