Antonio Conte Akhiri Perjalanan di Napoli, Belum Pastikan Latih Timnas Italia
Antonio Conte meninggalkan Napoli setelah dua musim. Pelatih asal Italia itu belum memberi kepastian soal peluang menangani Timnas Italia.
JAKARTA – Keputusan besar datang dari Napoli di akhir musim 2025/2026. Pelatih Antonio Conte resmi mengakhiri kebersamaannya dengan klub asal Italia selatan itu setelah dua tahun memimpin tim, meski sempat mengembalikan Napoli ke jalur juara Serie A.
Pengumuman tersebut disampaikan Conte dalam konferensi pers bersama presiden klub Aurelio De Laurentiis seusai kemenangan 1-0 Napoli atas Udinese pada laga terakhir musim, Minggu (25/5/2026).
Pelatih berusia 56 tahun itu mengungkapkan bahwa keputusan berpisah sebenarnya mulai menguat sejak sekitar sebulan lalu. Menurutnya, proyek yang dibangun bersama Napoli telah mencapai titik akhir.
"Sekitar satu bulan lalu saya menghubungi presiden dan mengatakan bahwa saya merasa proyek ini sudah mendekati akhirnya," ujar Conte.
Namun, menariknya, alasan yang disampaikan bukan terkait prestasi atau hasil di lapangan. Conte justru menilai dirinya gagal menciptakan kesatuan yang kuat di lingkungan klub.
"Saya gagal dalam satu hal di Napoli. Saya tidak berhasil menyatukan lingkungan di sekitar tim, sehingga sulit bersaing dengan pihak lain. Saya mengakui ada hal-hal yang tidak dapat diubah," katanya.
Selama musim ini, Napoli memang harus menghadapi tantangan cukup berat. Masalah cedera pemain menghantui perjalanan tim sepanjang kompetisi. Meski demikian, mereka tetap mampu menutup musim di posisi kedua klasemen Serie A.
Keberhasilan tersebut menjadi kelanjutan dari fondasi yang dibangun Conte sejak kedatangannya pada 2024. Saat itu, Napoli sedang berada dalam situasi sulit setelah menjalani musim yang mengecewakan. Klub yang sebelumnya berstatus juara bertahan Serie A justru terpuruk hingga finis di peringkat ke-10.
Di bawah tangan Conte, situasi berubah drastis. Napoli berhasil kembali merebut gelar Serie A pada musim pertamanya menangani tim.
Rekam jejak Conte memang tak lepas dari gelar liga. Ia sebelumnya sukses membawa Juventus dan Inter Milan menjadi juara Serie A. Di Inggris, ia juga pernah melatih Chelsea dan Tottenham Hotspur.
Nama Conte kini kembali dikaitkan dengan kursi pelatih Italy national football team, menyusul krisis yang tengah dialami tim berjuluk Azzurri tersebut setelah kembali gagal lolos ke Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun.
Namun Conte memilih tidak memberikan petunjuk apa pun mengenai masa depannya.
"Itu semua masih sebatas pembicaraan. Saat ini saya belum tahu apa yang akan terjadi ke depan. Bisa saja saya mengambil waktu untuk beristirahat," ujarnya.
Kepergian Conte kini memunculkan pertanyaan baru: apakah jeda sejenak benar-benar menjadi pilihannya, atau justru menjadi awal dari kembalinya ia ke kursi pelatih Timnas Italia. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

