Advertisement
Olahraga

Dari Makkah, KH Hasan Sahal Lepas Super Copa 100 Tahun Gontor: Pondok Ini Berdiri dari Sepak Bola

Super Copa 100 Tahun Gontor digelar menyambut seabad PMDG, menegaskan pesan Kiai Hasan dari Makkah bahwa Gontor lahir dari semangat sepak bola yang membentuk karakter santri.

TIMES Indonesia,
Dari  Makkah, KH Hasan Sahal Lepas Super Copa 100 Tahun Gontor: Pondok Ini Berdiri dari Sepak Bola
Super Copa 100 Tahun Gontor digelar di Darussalam Stadium Gontor 1-28 Juni 2026. (FOTO: PMDG for TIMES Indonesia)
A-AA+

PONOROGO Gema peringatan menuju Seabad Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) tidak hanya bergaung di atas sajadah dan ruang-ruang kelas, melainkan juga bergetar hebat di atas lapangan hijau. Dari tanah suci Makkah al-Mukarramah, Pimpinan PMDG, KH. Hasan Abdullah Sahal, secara khusus melepas dan memberikan restu mendalam bagi bergulirnya turnamen sepak bola akbar, Super Copa 100 Tahun Gontor.

​Pesan yang disampaikan langsung dari sela-sela ibadah di Makkah ini bukan sekadar ucapan selamat bertanding biasa. Kiai Hasan membawa memori kolektif seluruh santri dan alumni kembali ke akar sejarah paling mendasar dari pondok pesantren yang berpusat di Ponorogo, Jawa Timur ini. Sebuah fakta sejarah yang mungkin belum banyak diketahui publik luas: Gontor lahir dan dirajut dari sebuah kesebelasan sepak bola.

Advertisement

​"Masyarakat harus tahu, anak-anakku para santri harus paham, bahwa  pendiri PMDG, adalah pemain sepak bola. Pondok ini tidak bisa dipisahkan dari lapangan hijau, karena sejatinya, pondok ini tumbuh dan berdiri dari semangat sepak bola," ujar KH. Hasan Abdullah Sahal dengan nada penuh kebanggaan saat dihubungi panitia Super Copa 100 Tahun Gontor dari Makkah, Minggu (31/5/2026).

Darussalam  Stadium Gontor 2

​Bagi Gontor, sepak bola bukan sekadar olahraga atau hiburan pengusir penat di sore hari. Cabang olahraga ini adalah bagian dari DNA kepemimpinan dan falsafah hidup. KH. Ahmad Sahal, pada masa mudanya adalah pengolah si kulit bundar yang andal.

​Melalui sepak bola,  pendiri Gontor ini meletakkan fondasi nilai-nilai penting yang hingga kini menjadi pilar pesantren: sportivitas, kerja sama tim, militansi, daya juang, hingga keikhlasan dalam menerima kemenangan maupun kekalahan. Lapangan sepak bola pada masa-masa awal berdirinya pondok menjadi tempat di mana karakter santri ditempa secara natural.

​Kiai Hasan menegaskan bahwa turnamen Super Copa yang digelar dalam rangka menyambut usia satu abad ini harus menjadi ajang pembuktian bahwa nilai-nilai tersebut tetap hidup subur.

Advertisement

​"Bertandinglah dengan jiwa Gontori. Sepak bola kita adalah sepak bola yang mendidik, yang menyatukan, bukan yang mencerai-berai. Di lapangan kalian boleh bersaing secara teknik, tapi di luar lapangan, kalian adalah satu ikatan persaudaraan yang tak terputus," pesan Kiai Hasan dari tanah suci.

Darussalam  Stadium Gontor 3

​Turnamen Super Copa 100 Tahun Gontor diproyeksikan menjadi salah satu magnet utama dalam rangkaian perayaan seabad pondok. Mempertemukan tim-tim terbaik dari berbagai angkatan alumni, santri, hingga elemen pondok lainnya, ajang ini menjadi ruang nostalgia sekaligus pembuktian regenerasi bakat olahraga di lingkungan pesantren.

\​Bagi para jurnalis olahraga, ajang ini menampilkan anomali yang indah: bagaimana kultur sepak bola modern berpadu harmonis dengan disiplin ketat kehidupan santri.

​Dengan restu yang mengalir langsung dari Makkah, tensi kompetisi Super Copa dipastikan akan berjalan tinggi namun tetap berada dalam koridor akhlakul karimah. Di usia yang menembus satu abad, Gontor kembali mengingatkan dunia bahwa dari kaki-kaki para pemain bola di masa lalu, lahir sebuah rahim peradaban pendidikan Islam yang telah melahirkan jutaan pemimpin bangsa.

Selamat bertanding, jaga sportivitas, dan biarkan filosofi Trimurti tetap hidup di setiap jengkal rumput lapangan hijau. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

M. Marhaban
PenulisM. MarhabanSekolah Tinggi Publisistik (STP) Jakarta, KLW PWI Jawa Timur 1999. Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2019, meliput berbagai topik, termasuk Politik, Hukum, Olahraga, Budaya, dan Pemerintahan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia