Casemiro: Brasil Bukan Favorit Juara
Casemiro menilai status Brasil yang tidak menjadi favorit utama Piala Dunia 2026 justru bisa menjadi keuntungan. Tim Samba membidik gelar juara dunia keenam di Amerika Utara.
JAKARTA – Gelandang timnas Brasil, Casemiro, menilai status negaranya yang tidak masuk jajaran favorit utama justru bisa menjadi keuntungan tersendiri menjelang bergulirnya Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Meksiko dan Kanada.
Brasil datang ke turnamen kali ini dengan ambisi besar mengakhiri penantian panjang selama 24 tahun tanpa gelar juara dunia. Tim Samba juga berupaya menambah koleksi trofi mereka menjadi enam gelar, sekaligus memperpanjang status sebagai negara tersukses dalam sejarah Piala Dunia.
Meski memiliki tradisi kuat, sejumlah rumah taruhan menempatkan Brasil di bawah tim-tim unggulan Eropa seperti Spain national football team, France national football team, dan England national football team dalam perburuan gelar juara.
“Kami bukan favorit utama. Tentu saja kami berada dalam kondisi yang baik. Kami memiliki skuad yang kuat dengan perpaduan pemain berpengalaman dan talenta muda,” kata Casemiro kepada saluran media FIFA.
Menurut pemain berusia 34 tahun itu, posisi sebagai tim yang tidak terlalu diunggulkan membuat Brasil bisa tampil lebih waspada sepanjang turnamen.
“Mungkin kali ini kami selangkah di belakang, tetapi kami tetap siaga dan itu selalu menjadi hal yang baik. Kami ingin datang dalam kondisi terbaik dan menjalani Piala Dunia yang hebat,” ujarnya, Rabu (3/6/2026) saat tim Brasil mendarat di Miami, Amerika Serikat.
Casemiro juga mengakui perjalanan Brasil menuju Piala Dunia 2026 tidak berjalan mulus. Dalam satu tahun terakhir, sepak bola Brasil mengalami sejumlah perubahan besar, termasuk penunjukan pelatih asal Italia, Carlo Ancelotti, serta pergantian presiden federasi sepak bola Brasil.
“Ini adalah siklus yang sulit dengan pergantian pelatih, pergantian presiden, dan banyak dinamika yang terjadi. Kami baru bekerja sekitar satu tahun dengan pelatih, bahkan secara efektif hanya sekitar 40 hari bersama. Namun saya pikir kami akan datang ke turnamen ini dalam kondisi yang kuat,” katanya.
Ia menilai Brasil memiliki komposisi skuad yang seimbang, memadukan pemain senior, pemain muda, serta pemain yang sedang berada di puncak performa. Kehadiran bintang seperti Neymar juga diharapkan dapat menambah daya gedor Tim Samba.
Brasil tergabung di Grup C dan akan memulai perjuangannya melawan Maroko pada 13 Juni 2026 di East Rutherford, New Jersey. Setelah itu, mereka akan menghadapi Haiti pada 19 Juni di Philadelphia, sebelum menutup fase grup melawan Skotlandia pada 24 Juni di Miami. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


