Meksiko Bidik Kemenangan Perdana di Laga Pembuka Piala Dunia 2026, Aguirre Ingin Putus Tren Buruk
Meksiko bertekad mengakhiri rekor tanpa kemenangan di laga pembuka Piala Dunia saat menghadapi Afrika Selatan pada pertandingan pertama Piala Dunia 2026. Javier Aguirre menyebut laga di Stadion Azteca sebagai momen bersejarah bagi El Tri.
JAKARTA – Timnas Meksiko bertekad mengakhiri catatan buruk mereka di laga pembuka Piala Dunia 2026 saat menghadapi Timnas Afrika Selatan pada pertandingan perdana Piala Dunia 2026, Kamis waktu setempat atau Jumat (12/6/2026) pukul 02.00 dini hari WIB di Stadion Azteca.
Sepanjang sejarah keikutsertaannya di Piala Dunia, Meksiko belum pernah meraih kemenangan pada laga pembuka turnamen. Dari tujuh kesempatan sebelumnya, tim berjuluk El Tri itu mencatatkan lima kekalahan dan dua hasil imbang.
Pelatih Meksiko, Javier Aguirre, mengaku baru mengetahui statistik tersebut. Namun, ia menjadikannya sebagai motivasi tambahan bagi para pemain untuk memulai turnamen dengan hasil positif.
“Kami harus memutus tren itu. Saya tidak tahu soal catatan tersebut, tetapi saya akan menyampaikannya kepada para pemain. Itu alasan yang bagus untuk mengatakan bahwa kami harus keluar dan memenangkan pertandingan,” ujar Aguirre dalam konferensi pers sehari sebelum pertandingan seperti dikutip dari APNews.
Laga melawan Afrika Selatan juga menjadi ulangan pertandingan pembuka Piala Dunia 2010 di Johannesburg yang saat itu berakhir imbang 1-1.
Meksiko datang ke turnamen kali ini dengan kepercayaan diri tinggi. Di bawah arahan Aguirre yang kini menjalani periode ketiganya sebagai pelatih tim nasional, El Tri tengah menikmati performa impresif dengan catatan tujuh pertandingan tanpa kekalahan. Kekalahan terakhir mereka terjadi saat menghadapi Paraguay pada November lalu.

Aguirre menilai pertandingan pembuka di hadapan pendukung sendiri dapat menjadi momen bersejarah bagi generasi pemain Meksiko saat ini.
“Besok bisa menjadi hari yang bersejarah bagi banyak pemain karena kemungkinan besar mereka tidak akan lagi merasakan bermain di Piala Dunia yang digelar di negara sendiri,” katanya.
Pelatih berusia 67 tahun itu memiliki kenangan manis dengan Stadion Azteca. Ia merupakan bagian dari skuad Meksiko saat menjadi tuan rumah Piala Dunia 1986. Meski tidak tampil di laga pembuka turnamen, Meksiko saat itu mampu melaju hingga babak perempat final.
Pada Piala Dunia 1986, Meksiko memulai fase grup dengan kemenangan 2-1 atas Belgia. Menariknya, salah satu pemain Belgia saat itu adalah Hugo Broos yang kini menangani Afrika Selatan.
Broos mengakui timnya akan menghadapi tantangan besar karena harus bermain di hadapan puluhan ribu pendukung tuan rumah. Namun, pelatih asal Belgia tersebut meminta anak asuhnya tetap fokus pada pertandingan.
“Tentu ini tantangan besar bermain di depan 87 ribu pendukung Meksiko. Tetapi para suporter tidak bermain, mereka hanya bernyanyi, berteriak, dan menari. Kami harus fokus pada pertandingan,” ujar Broos.
Pelatih yang membawa Afrika Selatan kembali ke Piala Dunia setelah absen selama 16 tahun itu menegaskan timnya datang dengan persiapan matang dan tanpa tekanan besar sebagai tim tamu.
“Kami tidak memiliki tekanan yang dimiliki tuan rumah. Kami sudah mempersiapkan diri dengan sangat baik untuk pertandingan ini,” katanya.
Afrika Selatan sendiri datang dengan modal positif setelah finis di peringkat ketiga 2023 Africa Cup of Nations. Sementara Meksiko berharap dukungan publik Stadion Azteca dapat membantu mereka menghapus catatan buruk yang telah bertahan selama hampir satu abad. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


