Advertisement
Olahraga

Meksiko Buka Piala Dunia 2026 dengan Kemenangan Meyakinkan, Tekuk Afrika Selatan 2-0

Meksiko membuka Piala Dunia 2026 dengan kemenangan 2-0 atas Afrika Selatan di Stadion Azteca. Gol Julián Quiñones dan Raúl Jiménez membawa El Tri memuncaki Grup A dalam laga yang diwarnai tiga kartu merah.

TIMES Indonesia,
Meksiko Buka Piala Dunia 2026 dengan Kemenangan Meyakinkan, Tekuk Afrika Selatan 2-0
Selebrasi Raúl Jiménez usai mencetak gol pada menit ke-66 untuk memberi Meksiko kemenangan 2-0 pada laga pembuka Grup A Piala Dunia 2026.
A-AA+

JAKARTA Meksiko memulai kiprahnya di Piala Dunia 2026 dengan hasil positif setelah menundukkan Afrika Selatan 2-0 pada laga pembuka Grup A di Stadion Azteca, Kamis waktu setempat atau Jumat (12/6/2026) dini hari.

 Kemenangan di hadapan lebih dari 80 ribu pendukung itu menjadi modal penting bagi El Tri untuk menghapus kenangan buruk saat tersingkir di fase grup Piala Dunia 2022.

Advertisement

Gol kemenangan tuan rumah dicetak oleh Julián Quiñones pada menit ke-9 dan Raúl Jiménez pada menit ke-66. Pertandingan juga diwarnai tiga kartu merah, menjadikannya laga pembuka Piala Dunia dengan jumlah kartu merah terbanyak dalam sejarah turnamen.

Pelatih Meksiko, Javier Aguirre, mengaku para pemainnya mampu mengatasi tekanan besar sebagai tuan rumah turnamen terbesar dalam sejarah Piala Dunia yang kini diikuti 48 negara.

"Saya sudah mencoba menjelaskan kepada mereka bagaimana rasanya bermain di laga pembuka Piala Dunia di kandang sendiri. Namun mereka harus merasakannya langsung. Sekarang mereka sudah tahu seperti apa atmosfernya," ujar Aguirre.

Didukung 80.824 penonton yang memadati Stadion Azteca, Meksiko langsung tampil agresif sejak awal pertandingan. Quiñones membuka keunggulan saat laga baru berjalan sembilan menit. Dominasi tuan rumah berlanjut hingga babak kedua sebelum Jiménez menggandakan keunggulan melalui sundulan kepala pada menit ke-66.

Bagi Jiménez, gol tersebut menjadi gol ke-46 bersama tim nasional Meksiko sekaligus gol pertamanya dalam tiga edisi Piala Dunia yang pernah diikutinya. Penyerang berusia 35 tahun itu kini menyamai catatan legenda Meksiko, Jared Borgetti, sebagai pencetak gol terbanyak kedua sepanjang sejarah tim nasional dengan selisih enam gol dari pemegang rekor, Javier Hernández.

Advertisement

Aguirre menilai timnya sebenarnya bisa unggul lebih besar sejak babak pertama.

"Kami mungkin tidak bermain sempurna, tetapi seharusnya bisa menutup babak pertama dengan keunggulan 3-0. Kami jauh lebih dominan. Di babak kedua mungkin sedikit mengendur, tetapi memulai turnamen dengan kemenangan adalah hal yang penting," katanya.

Afrika Selatan semakin kesulitan setelah kehilangan dua pemain akibat kartu merah. Gelandang Sphephelo Sithole dan kapten tim Themba Zwane harus meninggalkan lapangan lebih cepat sehingga Bafana Bafana menyelesaikan pertandingan hanya dengan sembilan pemain.

Menjelang akhir laga, Meksiko juga kehilangan bek tengah César Montes yang menerima kartu merah pada masa injury time.

Tiga kartu merah dalam satu pertandingan menjadikan laga ini sebagai pertandingan pembuka Piala Dunia pertama yang menghasilkan tiga pengusiran pemain. Jumlah tersebut menjadi yang terbanyak dalam satu laga Piala Dunia sejak duel Portugal kontra Belanda pada Piala Dunia 2006 yang menghasilkan empat kartu merah.

Pelatih Afrika Selatan, Hugo Broos, mengakui timnya masih harus beradaptasi dengan level kompetisi Piala Dunia.

"Level pertandingan ini jauh lebih tinggi dibanding apa yang kami hadapi sebelumnya. Kami menghadapi tim yang bagus dan bermain cukup baik, tetapi Meksiko tampil dengan determinasi tinggi. Kami harus segera bangkit dan memperbaiki diri," ujarnya.

Kemenangan ini menempatkan Meksiko di puncak klasemen sementara Grup A dengan tiga poin. Pada laga berikutnya, Meksiko akan menghadapi South Korea di Guadalajara, sementara Afrika Selatan akan bertemu Czech Republic di Atlanta. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Wahyu Nurdiyanto
PenulisWahyu NurdiyantoWartawan Sertifikasi Madya, lulusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Sebelas Maret Surakarta. Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2016 sebagai editor.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia