Advertisement
Olahraga

Era Kedua Mourinho Dimulai, Real Madrid Taruh Harapan Besar

Real Madrid resmi menunjuk José Mourinho sebagai pelatih baru dengan kontrak tiga tahun. Mourinho kembali ke Santiago Bernabéu setelah 13 tahun untuk membangkitkan Los Blancos yang sedang terpuruk.

TIMES Indonesia,
Era Kedua Mourinho Dimulai, Real Madrid Taruh Harapan Besar
Jose Mourinho kembali melatih Real Madrid.
A-AA+

JAKARTA Raksasa Spanyol, Real Madrid, resmi mengumumkan kembalinya Jose Mourinho sebagai pelatih kepala. Pelatih asal Portugal tersebut menandatangani kontrak berdurasi tiga tahun dan akan mulai menjalankan tugasnya pada 13 Juli 2026 saat pramusim dimulai.

Penunjukan Mourinho menandai kembalinya salah satu figur paling kontroversial sekaligus sukses dalam sejarah modern Real Madrid. Ia pernah menangani Los Blancos pada periode 2010 hingga 2013 sebelum berpisah dengan klub lebih dari satu dekade lalu.

Advertisement

Pada periode pertamanya di Santiago Bernabéu, Mourinho mempersembahkan satu gelar La Liga dan satu trofi Copa del Rey. Namun, selain prestasi di lapangan, ia juga dikenal karena kepribadiannya yang konfrontatif yang kerap memicu ketegangan, baik dengan lawan, media, maupun sebagian pemainnya sendiri.

Datang di Tengah Situasi Sulit

Mourinho kembali ke Madrid dalam situasi yang jauh dari ideal. Meski diperkuat bintang Prancis Kylian Mbappe, Real Madrid gagal meraih gelar mayor dalam dua musim terakhir.

Musim ini bahkan diwarnai pergantian dua pelatih, yakni Xabi Alonso serta Álvaro Arbeloa. Selain hasil yang mengecewakan, klub juga diterpa berbagai persoalan internal, mulai dari konflik antarpemain hingga kritik terbuka terhadap keputusan pelatih.

Situasi semakin memanas ketika Presiden Real Madrid, Florentino Pérez, mengumumkan pemilihan presiden lebih awal. Setelah kembali terpilih, Pérez langsung mengambil langkah besar dengan memulangkan Mourinho ke kursi pelatih.

Rivalitas Legendaris dengan Barcelona

Nama Mourinho memiliki tempat tersendiri dalam sejarah rivalitas antara Real Madrid dan FC Barcelona. Saat pertama kali direkrut Madrid pada 2010, ia datang dengan reputasi sebagai salah satu pelatih terbaik dunia setelah membawa FC Porto dan Inter Milan meraih gelar Liga Champions.

Advertisement

Kehadirannya kala itu ditujukan untuk menghentikan dominasi Barcelona yang dipimpin oleh Pep Guardiola dan diperkuat mega bintang Lionel Messi.

Persaingan Mourinho dan Guardiola kemudian menjadi salah satu rivalitas pelatih paling terkenal dalam sejarah sepak bola modern. Pertandingan El Clasico pada era tersebut kerap berlangsung panas, baik di dalam maupun di luar lapangan.

Meski berhasil mempersembahkan gelar La Liga 2011/2012, hubungan Mourinho dengan beberapa pemain penting, termasuk legenda klub Iker Casillas, disebut memburuk. Setelah kalah dari Atlético Madrid di final Copa del Rey 2013, kedua pihak akhirnya sepakat berpisah.

Misi Membuktikan Diri Kembali

Kini, di usia 63 tahun, Mourinho kembali ke Bernabéu dengan status yang berbeda. Setelah meninggalkan Manchester United pada 2018, kariernya tidak lagi semoncer sebelumnya.

Ia sempat melatih Tottenham Hotspur, AS Roma, Fenerbahçe, dan musim lalu menangani Benfica. Satu-satunya trofi yang berhasil diraih dalam periode tersebut adalah gelar UEFA Conference League bersama Roma pada 2022.

Meski demikian, Florentino Pérez tampaknya yakin pengalaman, karakter kuat, dan kemampuan Mourinho mengelola tekanan adalah resep yang dibutuhkan Madrid saat ini.

Tantangan terbesar Mourinho adalah mengembalikan Real Madrid ke jalur juara sekaligus menghadapi kebangkitan Barcelona yang kini kembali menjadi kekuatan dominan berkat munculnya talenta muda sensasional, Lamine Yamal.

Bagi Mourinho, periode kedua di Madrid bukan sekadar reuni emosional, tetapi juga kesempatan untuk membuktikan bahwa dirinya masih mampu bersaing di level tertinggi sepak bola dunia. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Wahyu Nurdiyanto
PenulisWahyu NurdiyantoWartawan Sertifikasi Madya, lulusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Sebelas Maret Surakarta. Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2016 sebagai editor.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia