Advertisement
Olahraga

Bangkit dari Cedera Retak Tengkorak, Kisah Raul Jimenez Cetak Gol Perdana di Piala Dunia

Raul Jimenez mencetak gol perdana sepanjang kariernya di Piala Dunia dan membawa Meksiko menang 2-0 atas Afrika Selatan. Gol emosional itu menjadi simbol kebangkitannya setelah cedera retak tengkorak dan kehilangan sang ayah.

TIMES Indonesia,
Bangkit dari Cedera Retak Tengkorak, Kisah Raul Jimenez Cetak Gol Perdana di Piala Dunia
Raul Jimenez merayakan golnya ke gawang Afrika Selatan yang membantu Meksiko menang 2-0 di laga perdana Grup A Piala Dunia 2026.
A-AA+

JAKARTA Penyerang veteran timnas Meksiko, Raul Jimenez, akhirnya merasakan momen yang selama ini dinantikannya di ajang Piala Dunia. Striker berusia 35 tahun itu mencetak gol saat Meksiko mengawali kiprahnya di Piala Dunia 2026 dengan kemenangan 2-0 atas timnas Afrika Selatan, Jumat (12/6/2026).

Gol tersebut menjadi sangat emosional bagi Jimenez. Usai menjebol gawang lawan dan mencetak gol kedua El Tri, ia terlihat menitikkan air mata. Bagi sang striker, gol itu bukan sekadar membantu negaranya meraih kemenangan, tetapi juga menjadi simbol perjalanan panjang penuh perjuangan yang berhasil ia lewati.

Advertisement

Pada 29 November 2020, saat masih memperkuat klub Inggris, Wolverhampton Wanderers, Jimenez mengalami cedera kepala serius berupa retak tengkorak setelah benturan keras di lapangan. Kondisi tersebut memaksanya menjalani operasi penyelamatan nyawa dan sempat menimbulkan kekhawatiran mengenai masa depan kariernya.

Meski demikian, Jimenez menunjukkan ketangguhan luar biasa. Hanya dalam hitungan pekan ia sudah kembali menjalani latihan, sebelum akhirnya pulih sepenuhnya beberapa bulan kemudian. Namun, sejak insiden itu, ia harus mengenakan pelindung kepala khusus dalam setiap pertandingan hingga kini.

Perjalanan Jimenez setelah cedera juga tidak selalu mulus. Ia sempat mengalami beberapa gangguan kebugaran dan penurunan performa. Pada Piala Dunia 2022, penampilannya jauh dari harapan. Ia gagal mencetak gol dan tidak mampu membantu Meksiko lolos ke fase gugur, sesuatu yang untuk pertama kalinya dialami El Tri sejak 1978.

Sebelum momen di Piala Dunia 2026 ini, salah satu aksi paling dikenang Jimenez bersama timnas Meksiko terjadi pada babak kualifikasi Piala Dunia 2014. Saat menghadapi Panama, ia mencetak gol salto spektakuler yang kemudian dinobatkan sebagai Gol Terbaik CONCACAF tahun itu. Namun, pada putaran final di Brasil, Jimenez masih berstatus pemain pelapis.

Pelatih Meksiko, Javier Aguirre, mengaku ikut bahagia melihat anak asuhnya akhirnya menjadi sorotan utama.

Advertisement

"Saya membaca sebuah wawancara di mana dia mengatakan bahwa ini harus menjadi Piala Dunianya. Saya pikir dia memulainya dengan sangat baik. Selama ini dia sering berada di bawah bayang-bayang pemain lain, tetapi sekarang dia menjadi starter dan benar-benar layak mendapatkannya," ujar Aguirre.

Kisah emosional Jimenez semakin dalam karena pada Maret lalu ia kehilangan sosok yang paling mendukungnya, sang ayah, Raúl Jimenez Vega, yang meninggal dunia pada usia 62 tahun. Saat mencetak gol untuk klubnya, Fulham FC, melawan Burnley pada 21 Maret lalu, Jimenez juga terlihat menangis mengenang sang ayah.

Menurut Aguirre, situasi pribadi tersebut mungkin menjadi tambahan motivasi bagi pemainnya untuk tampil maksimal di Piala Dunia.

"Dia sedang menghadapi situasi pribadi yang mungkin memberinya motivasi ekstra. Dan dia berhasil mencetak gol. Ini adalah hari yang sempurna baginya," kata Aguirre.

Kemenangan atas Afrika Selatan menjadi awal ideal bagi Meksiko di hadapan pendukungnya sendiri. Sementara bagi Raúl Jiménez, gol tersebut menjadi bukti bahwa perjuangan panjang melawan cedera berat, kritik, dan kehilangan pribadi akhirnya berbuah momen bersejarah di panggung terbesar sepak bola dunia. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Wahyu Nurdiyanto
PenulisWahyu NurdiyantoWartawan Sertifikasi Madya, lulusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Sebelas Maret Surakarta. Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2016 sebagai editor.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia