Advertisement
Olahraga

Dulu Diperebutkan Tiga Negara, Kini Folarin Balogun Bersinar untuk Amerika Serikat

Folarin Balogun mencetak dua gol saat Amerika Serikat mengalahkan Paraguay 4-1 pada laga pembuka Piala Dunia 2026. Penyerang berusia 24 tahun itu mencatat sejarah sebagai pemain AS pertama yang mencetak dua gol dalam satu laga Piala Dunia sejak 1930.

TIMES Indonesia,
Dulu Diperebutkan Tiga Negara, Kini Folarin Balogun Bersinar untuk Amerika Serikat
Folarin Balogun, sempat dihadapkan pada pilihan membela Inggris atau Nigeria sebelum akhirnya memilih Amerika Serikat.
A-AA+

JAKARTA Folarin Balogun mencuri perhatian pada laga pembuka Amerika Serikat di Piala Dunia 2026. Penyerang berusia 24 tahun itu mencetak dua gol dan membawa tuan rumah meraih kemenangan meyakinkan 4-1 atas Paraguay di Stadion SoFi, Los Angeles, Jumat (12/6/2026).

Di hadapan 70.492 penonton yang memadati stadion, Balogun tampil sebagai bintang lapangan sekaligus menorehkan sejarah. Ia menjadi pemain Amerika Serikat pertama yang mencetak lebih dari satu gol dalam satu pertandingan Piala Dunia sejak tahun 1930.

Advertisement

"Saya membayangkan bisa mencetak gol pada debut Piala Dunia, tetapi kenyataannya jauh melebihi ekspektasi saya. Ini malam yang seperti mimpi," ujar Balogun usai pertandingan.

Pencapaian tersebut mengingatkan pada legenda sepak bola Amerika Serikat, Bert Patenaude, yang mencetak hattrick saat AS mengalahkan Paraguay 3-0 pada Piala Dunia 1930. Hingga kini, catatan itu masih dikenang sebagai hattrick pertama dalam sejarah turnamen Piala Dunia.

Penampilan gemilang Balogun mendapat pujian dari rekan setimnya, Christian Pulisic. Menurut kapten Amerika Serikat itu, kontribusi Balogun tidak hanya terlihat dari gol yang dicetak, tetapi juga dari kerja kerasnya sepanjang pertandingan.

"Semua orang akan melihat gol-golnya. Tetapi cara dia bertarung melawan bek lawan, menahan bola, dan memenangkan duel sangat luar biasa. Kami sangat beruntung memilikinya," kata Pulisic.

Perjalanan Balogun menuju tim nasional Amerika Serikat terbilang unik. Ia lahir di Brooklyn, New York, dari pasangan orang tua asal Nigeria. Saat masih bayi, keluarganya pindah ke Inggris dan ia tumbuh besar di London.

Advertisement

Balogun kemudian menimba ilmu di akademi Arsenal sejak usia delapan tahun. Selama masa mudanya, ia sempat membela tim kelompok umur Inggris dan juga pernah memperkuat tim U-18 Amerika Serikat.

Dengan latar belakang tersebut, Balogun sebenarnya memiliki tiga pilihan negara untuk dibela, yakni Amerika Serikat, Inggris, atau Nigeria. Namun pada 2023, ia memutuskan berkomitmen membela tim nasional Amerika Serikat.

Keputusan tersebut kini terbukti tepat. Di tengah ketatnya persaingan lini depan Inggris dan absennya Nigeria dari Piala Dunia 2026, Balogun justru menjadi salah satu pemain kunci Amerika Serikat di turnamen yang digelar di kandang sendiri.

"Saya selalu mengatakan bahwa para suporter memberikan dukungan luar biasa kepada saya. Yang terpenting adalah membalas kepercayaan mereka. Saya ingin terus menunjukkan bahwa saya telah membuat keputusan yang tepat," ujarnya.

Pada pertandingan melawan Paraguay, Amerika Serikat lebih dulu unggul melalui gol bunuh diri Damián Bobadilla. Balogun kemudian menggandakan keunggulan setelah menerima umpan matang dari Christian Pulisic.

Sebelum mencetak gol pertamanya, Balogun sebenarnya sempat membobol gawang Paraguay. Namun gol tersebut dianulir karena posisi offside.

Tak kehilangan semangat, penyerang AS Monaco itu kembali mencatatkan namanya di papan skor menjelang turun minum. Tembakan kerasnya ke pojok kiri atas gawang membuat Amerika Serikat menutup babak pertama dengan keunggulan 3-0.

Meski masih menjadi sorotan utama setelah pertandingan usai, Balogun mengaku belum sepenuhnya menyadari pencapaian yang baru saja diraihnya.

"Saya belum benar-benar mencerna semuanya," katanya.

Ketika ditanya bagaimana cara merayakan malam spesial tersebut, Balogun memberikan jawaban sederhana.

"Sejujurnya saya hanya ingin kembali ke hotel dan menonton Netflix," ujarnya sambil tersenyum.

Kemenangan atas Paraguay menjadi awal sempurna bagi Amerika Serikat dalam upaya mereka berbicara banyak di Piala Dunia 2026. Jika Balogun mampu mempertahankan ketajamannya, The Yanks berpeluang menjadi salah satu tim yang patut diperhitungkan di turnamen ini. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia