Advertisement
Olahraga

Piala Dunia 2026, Montella Bawa Kembali Pasukan Bulan Sabit Turki Setelah 24 Tahun

Turki kembali ke Piala Dunia setelah 24 tahun dengan pelatih Vincenzo Montella. Mereka akan menghadapi Australia di Stadion BC Place, Vancouver, Minggu (14/6). Guler, Yildiz, dan Calhanoglu jadi andalan. Australia andalkan pertahanan solid dan serang

TIMES Indonesia,
Piala Dunia 2026, Montella Bawa Kembali Pasukan Bulan Sabit Turki Setelah 24 Tahun
Ilustrasi pertandingan penyisihan Grup D Piala Dunia 2026 antara Australia melawan Turki yang dijadwalkan berlangsung di Stadion BC Place, Vancouver, British Columbia, Kanada, Sabtu (13/6/2026) waktu setempat. (ANTARA INFOGRAFIK/Vintan Rahmadanti)
A-AA+

JAKARTA Timnas Turki akan menandai kembalinya mereka ke panggung Piala Dunia 2026 setelah 24 tahun absen pada Minggu (14/6/2026) pukul 11.00 WIB di Stadion BC Place, Vancouver, Kanada. Lawan yang dihadapi adalah Australia.

Ini menjadi penampilan ketiga Turki di Piala Dunia setelah edisi 1954 di Swiss dan 2002 di Korea Selatan-Jepang. Setelah era pelatih lokal Şenol Güneş yang mengantarkan mereka ke semifinal 2002, kini sejarah dilanjutkan oleh pelatih asal Italia, Vincenzo Montella.

Advertisement

Montella menyulap Turki menjadi tim dengan pendekatan menyerang. Di kualifikasi, mereka mencetak 18 gol dari delapan laga (rata-rata 2,25 gol per laga), termasuk membantai Bulgaria 6-1 dan mengalahkan Georgia 4-1.

Skuad Turki dihuni generasi emas baru: gelandang Real Madrid Arda Güler (21 tahun) dan penyerang Juventus Kenan Yıldız (21 tahun). Kapten tim Hakan Çalhanoğlu (Inter Milan) juga ikut andil.

Australia Siapkan Pertahanan Mati-matian

Berbeda dengan pendekatan Montella, pelatih Australia Tony Popovic memilih filosofi bertahan. Latar belakangnya sebagai bek tengah membuat Australia nyaman tanpa bola dan mengandalkan serangan balik mematikan.

Australia lolos otomatis dari Grup C kualifikasi Asia sebagai runner-up Jepang. Mereka hanya kemasukan tujuh gol dalam 10 laga, menjadi tim dengan pertahanan terbaik kedua di kualifikasi Asia setelah Jepang (tiga gol).

Advertisement

Senjata lain Australia adalah pemain berpostur besar yang berbahaya dari skema bola mati. Hal ini diakui Çalhanoğlu: "Kami tahu Australia adalah tim yang kuat secara fisik dan berbahaya dalam situasi tendangan sudut maupun tendangan bebas. Namun, saya pikir kami akan mendominasi pertandingan karena kami memiliki kualitas yang lebih baik."

Rekor Pertemuan dan Modal Berbeda

Turki dan Australia baru bertemu dua kali, pada laga persahabatan Mei 2004. Turki menang 3-1 dan 1-0. Turki datang dengan modal dua kemenangan dalam laga uji coba (4-0 atas Makedonia Utara dan 2-1 atas Venezuela) serta rekor sembilan laga tak terkalahkan. Sebaliknya, Australia tak pernah menang dalam dua uji coba melawan tim Piala Dunia: kalah 0-1 dari Meksiko dan imbang 1-1 melawan Swiss.

Montella menolak meremehkan persaingan di Grup D yang juga dihuni Amerika Serikat dan Paraguay. "Saya pikir ini adalah grup yang sangat seimbang, dan keempat tim tentu berharap bisa lolos. Sejujurnya, saya tidak merasa ada tim yang lebih kuat atau lebih lemah. Kalau pun ada perbedaan, mungkin justru kami bisa dianggap sebagai tim keempat di antara mereka," kata Montella. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Antara
PenulisAntaraANTARA adalah kantor berita nasional Indonesia yang menyebarluaskan informasi tentang berbagai peristiwa penting di dalam dan luar negeri.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia