Negara Kecil dengan Mimpi Besar, Curacao Tantang Raksasa Jerman di Piala Dunia 2026
Curacao akan menjalani debut bersejarah di Piala Dunia 2026 saat menghadapi Jerman. Negara berpenduduk 150 ribu jiwa itu siap memberi perlawanan sengit di laga perdana mereka di pentas dunia.
JAKARTA – Timnas Curacao bersiap menjalani momen paling bersejarah dalam perjalanan sepak bola negaranya saat menghadapi Jerman pada laga perdana Grup E Piala Dunia 2026, Minggu malam (14/6/2026) atau Senin dini hari pukul 00.00 WIB nanti. Negara kepulauan di Karibia dengan populasi sekitar 150 ribu jiwa itu akan tercatat sebagai negara dengan jumlah penduduk terkecil yang pernah tampil di ajang Piala Dunia.
Meski berstatus debutan dan menghadapi salah satu raksasa sepak bola dunia, skuad Curacao datang dengan penuh optimisme. Pelatih berpengalaman Dick Advocaat berusaha menjaga para pemainnya tetap tenang dan menikmati pengalaman tampil di panggung terbesar sepak bola dunia tersebut.
Bek Curacao, Shurandy Sambo, mengungkapkan bahwa sang pelatih terus menekankan pentingnya bermain tanpa beban. Menurutnya, seluruh pemain memang merasakan antusiasme tinggi menjelang laga bersejarah tersebut, namun mereka diminta tetap menjadi diri sendiri dan menunjukkan kemampuan terbaik.
Sebagai persiapan menghadapi Jerman yang merupakan juara dunia empat kali dan tengah menjalani penampilan ke-21 di Piala Dunia dan berada di peringkat 10 di daftar ranking FIFA, para pemain Curacao telah mempelajari gaya permainan calon lawannya melalui berbagai rekaman pertandingan. Mereka menyadari kualitas lawan yang akan dihadapi, tetapi tetap percaya diri untuk memberikan perlawanan maksimal.
Advocaat bahkan menilai tekanan justru lebih besar berada di kubu Jerman yang datang sebagai unggulan. Menurutnya, Curacao yang ada di peringkat 82 daftar ranking FIFA tidak memiliki beban karena tidak diunggulkan, sehingga timnya memiliki kesempatan untuk bermain lepas dan mencoba membuat kejutan.
“Kami adalah negara yang sangat kecil dibandingkan Jerman, tetapi kami akan membuat mereka kesulitan. Kami akan menjadi tim yang tidak menyenangkan untuk dihadapi,” ujar Advocaat seperti dikutip dari Associated Press.
Keberhasilan Curacao lolos ke putaran final Piala Dunia menjadi pencapaian luar biasa bagi negara yang selama ini jarang mendapat sorotan di panggung olahraga internasional. Kedekatan historis dengan Belanda membuat Curacao tidak diakui sebagai negara tersendiri dalam ajang Olimpiade. Bahkan dalam cabang olahraga bisbol, banyak atlet asal Curacao yang membela Belanda di kompetisi internasional.
Gelandang Ar’jany Martha menegaskan bahwa timnya tidak datang ke Piala Dunia hanya untuk meramaikan kompetisi. Ia menekankan seluruh pemain ingin menunjukkan kualitas mereka sekaligus berusaha meraih hasil terbaik.
Dukungan besar juga akan mengiringi langkah Curacao dalam laga bersejarah tersebut. Banyak keluarga pemain dan suporter telah datang untuk memberikan dukungan langsung dari tribun stadion. Bek Livano Comenencia menggambarkan skuad Curacao sebagai satu keluarga besar yang selalu menjaga kebersamaan, baik di dalam maupun di luar lapangan.
Semangat kekeluargaan itulah yang kini menjadi modal utama Curacao untuk menghadapi tantangan besar melawan Jerman. Terlepas dari hasil akhir pertandingan, laga tersebut sudah menjadi tonggak sejarah baru bagi sepak bola Curacao yang akhirnya mampu menembus panggung tertinggi sepak bola dunia. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


