Advertisement
Olahraga

Curacao Cetak Sejarah Meski Dibantai Jerman 1-7, Gol Perdana di Piala Dunia Jadi Kebanggaan Nasional

Curacao mencetak gol pertama sepanjang sejarah mereka di Piala Dunia melalui Livano Comenencia meski harus mengakui keunggulan Jerman 1-7 pada laga Grup E Piala Dunia 2026.

TIMES Indonesia,
Curacao Cetak Sejarah Meski Dibantai Jerman 1-7, Gol Perdana di Piala Dunia Jadi Kebanggaan Nasional
Curacao sukses mencetak gol pertamanya sepanjang sejarah penampilan di Piala Dunia melalui Livano Comenencia di menit ke-21.
A-AA+

JAKARTA Timnas Curacao memang harus mengakui keunggulan raksasa sepak bola Eropa, Jerman, dengan skor telak 1-7 pada laga Grup E Piala Dunia 2026, Minggu malam waktu setempat atau Senin (15/6/2026) dini hari. Namun di balik kekalahan tersebut, negara kecil di Karibia itu tetap memiliki alasan untuk berbangga.

Curacao sukses mencetak gol pertamanya sepanjang sejarah penampilan di Piala Dunia melalui Livano Comenencia. Gol yang lahir pada menit ke-21 itu sempat membuat harapan dan optimisme membuncah di kubu Curacao yang menjalani debut mereka di ajang sepak bola terbesar dunia.

Advertisement

Bermain menghadapi juara dunia empat kali, Curacao bahkan mampu memberikan perlawanan sengit selama lebih dari setengah jam pertandingan. Comenencia menyamakan kedudukan menjadi 1-1 lewat tembakan kaki kiri dari dalam kotak penalti yang gagal diantisipasi pertahanan Jerman.

Gol tersebut langsung disambut gegap gempita para pendukung Curacao yang memadati stadion. Untuk sesaat, mimpi menciptakan kejutan besar atas salah satu favorit juara dunia terasa begitu nyata.

Namun, pengalaman dan kualitas skuad Jerman akhirnya berbicara. Tim asuhan Julian Nagelsmann kembali unggul pada menit ke-38 sebelum mendominasi jalannya pertandingan hingga menutup laga dengan kemenangan meyakinkan 7-1.

Meski skor akhir terlihat mencolok, pelatih Curacao, Dick Advocaat, menegaskan bahwa kekalahan tersebut tidak menghapus kebanggaan yang dirasakan seluruh rakyat negaranya.

"Ini bukan sebuah aib. Saya pikir kami masih bisa merasa bangga," ujar Advocaat.

Advertisement

Laga tersebut juga menjadi momen bersejarah bagi pelatih berusia 78 tahun itu. Advocaat resmi tercatat sebagai pelatih tertua yang pernah memimpin sebuah tim dalam pertandingan Piala Dunia. Menariknya, ia berdiri di sisi lapangan berhadapan dengan Nagelsmann yang berusia 38 tahun, salah satu pelatih termuda dalam turnamen tahun ini.

Emosi Advocaat bahkan terlihat sebelum pertandingan dimulai. Mantan pelatih Belanda pada Piala Dunia 1994 dan Korea Selatan pada Piala Dunia 2006 itu tak kuasa menahan haru saat menyaksikan negaranya mencatat debut bersejarah di panggung dunia.

"Ini berkaitan dengan kebahagiaan masyarakat Curacao. Mungkin faktor usia juga, tetapi emosi itu muncul dengan sendirinya. Kebahagiaan rakyat Curacao sungguh luar biasa," katanya.

Sementara itu, pencetak gol bersejarah Curacao, Livano Comenencia, menjadi simbol pencapaian besar tim berjuluk Blue Wave tersebut. Rekannya, Kenji Gorré, menyebut gol tersebut akan selalu dikenang sebagai tonggak penting sepak bola Curacao.

"Gol itu luar biasa bagi kami dan bagi seluruh negara. Ini adalah sejarah baru. Gol pertama Curacao di Piala Dunia dan kami bersyukur bisa menjadi bagian dari momen itu," ujar Gorré.

Pelatih Jerman, Nagelsmann, juga memberikan apresiasi terhadap penampilan lawannya. Menurutnya, Curacao tampil lebih berani dibandingkan ekspektasi banyak pihak dan mampu merepotkan Jerman pada fase awal pertandingan.

"Lawan bermain lebih baik daripada yang diperkirakan banyak orang di Jerman. Mereka bermain dengan penuh keberanian," katanya.

Meski demikian, statistik mencatat kekalahan 1-7 tersebut menjadi salah satu kekalahan terbesar yang dialami negara debutan Piala Dunia. Berdasarkan data Opta, selisih enam gol itu merupakan yang terbesar bagi tim debutan sejak Korea Selatan kalah 0-9 dari Hungaria pada Piala Dunia 1954.

Kini Curacao berusaha bangkit dan mengalihkan fokus ke pertandingan berikutnya melawan Ekuador yang akan berlangsung di Kansas City pada Sabtu mendatang. Pengalaman menghadapi Jerman diharapkan menjadi bekal berharga bagi tim untuk meraih hasil lebih baik dalam lanjutan fase grup. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Wahyu Nurdiyanto
PenulisWahyu NurdiyantoWartawan Sertifikasi Madya, lulusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Sebelas Maret Surakarta. Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2016 sebagai editor.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia