Arema FC Rombak Struktur Manajemen, Perkuat Sektor Bisnis dan Komunikasi
Manajemen Arema FC tidak hanya membuat keputusan terkait kontrak pemain untuk musim mendatang. Struktur organisasi di tubuh manajemen juga dirombak jelang bergulirnya Super League 2026/2027.
MALANG – Manajemen Arema FC tidak hanya membuat keputusan terkait kontrak pemain untuk musim mendatang. Struktur organisasi di tubuh manajemen juga dirombak jelang bergulirnya Super League 2026/2027.
Dalam perubahan tersebut, Munif Wakid yang sebelumnya Manajer Bisnis, akan mengemban tugas baru sebagai Marketing Communication (Marcom) sekaligus Public Relations (PR). Arema FC juga menunjuk Irma Prianti sebagai Chief Business and Commercial Officer (CBO), yang akan memimpin pengembangan sektor bisnis dan komersial klub.
General Manager Arema FC Yusrinal Fitriandi menyampaikan, perubahan tersebut bagian dari strategi klub untuk memperkuat fondasi bisnis dan komersial dalam menghadapi tantangan industri sepak bola yang semakin kompetitif.
Selain itu, menurutnya manajemen Singo Edan juga ingin memperkuat fungsi komunikasi dan hubungan kelembagaan dengan berbagai pihak eksternal, mulai dari Aremania, media, sponsor, mitra strategis, hingga stakeholder sepak bola nasional.
"Perubahan ini bagian dari kebutuhan organisasi. Kami ingin memastikan setiap sektor ditangani orang yang tepat, sehingga target jangka panjang klub bisa tercapai dengan lebih optimal," ujar Yusrinal.
Sebelumnya, Munif mengisi posisi Manajer Bisnis Arema FC sejak Juli 2023. Selama tiga musim terakhir, tidak hanya mengawal sektor bisnis klub, Munif juga menjadi bagian dari proses penguatan organisasi Arema FC di masa transisi pasca-Tragedi Kanjuruhan.
Dalam posisi barunya sebagai Marcom dan PR, pengalaman Munif selama berada di jajaran manajemen dinilai menjadi modal penting untuk memperkuat komunikasi klub dalam membangun hubungan dengan berbagai stakeholder.
Sementara itu, pengembangan sektor bisnis dan komersial kini dipercayakan kepada Irma Prianti yang telah mulai aktif menjalankan tugasnya sebagai Chief Business and Commercial Officer (CBO).
Ia akan bertanggung jawab dalam penyusunan strategi bisnis, pengembangan aset komersial, optimalisasi kerja sama, serta peningkatan valuasi klub.
Irma Prianti punya pengalaman di bidang bisnis dan komersial, baik di sektor ritel maupun industri sepak bola profesional Indonesia. Kehadirannya diharapkan mampu menghadirkan perspektif baru dalam pengembangan model bisnis klub sekaligus memperluas peluang kemitraan yang mendukung keberlanjutan Arema FC.
Menurut Yusrinal, penunjukan Irma menjadi bagian dari langkah lanjutan yang telah disiapkan Arema FC dalam membangun empat pilar strategis klub.
Dikatakan, sejak masa transisi, Arema FC berfokus pada empat pilar utama. Pertama membangun tim yang kompetitif, kedua memperkuat hubungan dengan stakeholder termasuk Aremania, ketiga memperkuat sinergi dengan media, dan keempat meningkatkan valuasi klub melalui pengembangan bisnis.
"Tiga pilar pertama menunjukkan perkembangan yang positif. Karena itu, memasuki tahun keempat dan kelima kami mulai memperkuat sektor bisnis secara lebih serius," jelasnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


