Advertisement
Olahraga

Kisah Aymen Hussein Cetak Gol Bersejarah Irak di Piala Dunia, Sempat Ditahan Imigrasi AS

Aymen Hussein mencetak gol kedua Irak sepanjang sejarah Piala Dunia meski timnya kalah 1-4 dari Norwegia. Gol itu hadir dua pekan setelah ia sempat ditahan petugas bea cukai AS.

TIMES Indonesia,
Kisah Aymen Hussein Cetak Gol Bersejarah Irak di Piala Dunia, Sempat Ditahan Imigrasi AS
Aymen Hussein mencetak gol semata wayang Irak saat takluk 1-4 atas Norwegia di laga pembuka Grup I Piala Dunia 2026. Aymen Hussein sempat menjalani penahanan oleh Imigrasi Amerika Serikat saat tiba di Chicago sebelum bisa bergabung dengan tim.
A-AA+

JAKARTA Perjalanan Aymen Hussein menuju panggung Piala Dunia 2026 tidak berjalan mulus. Dua pekan sebelum turnamen dimulai, penyerang andalan Irak itu sempat ditahan selama beberapa jam oleh petugas bea cukai Amerika Serikat saat tiba di Chicago. Saat itu, belum ada kepastian apakah ia dapat bergabung dengan tim tepat waktu untuk menjalani debutnya di ajang sepak bola terbesar dunia.

Namun, semua keraguan itu terbayar pada Selasa waktu setempat atau Rabu (17/6/2026) pagi WIB. Di hadapan ribuan pendukung Irak yang memadati Gillette Stadium, Foxborough, Hussein mencetak gol bersejarah saat Iraq menghadapi Norwegia. Meski Irak akhirnya kalah 1-4, gol tersebut menjadi gol kedua negara itu sepanjang sejarah penampilannya di putaran final Piala Dunia.

Advertisement

Norwegia sempat unggul lebih dahulu pada menit ke-29 melalui bomber andalan mereka, Erling Haaland. Namun Irak tidak membutuhkan waktu lama untuk merespons. Pada menit ke-38, Amir Alammari mengirimkan umpan silang dari sisi kiri yang lolos dari jangkauan para pemain bertahan Norwegia. Hussein menyambutnya dengan sundulan tajam yang gagal diantisipasi kiper Orjan Nyland.

Gol itu membuat sektor pendukung Irak bergemuruh. Di tengah dominasi warna merah para suporter Norwegia, ribuan fans Irak yang mengenakan pakaian putih merayakan momen langka yang telah mereka tunggu selama puluhan tahun.

Sayangnya, kebahagiaan tersebut tidak bertahan lama. Norwegia tampil lebih efektif pada babak kedua dan mengunci kemenangan 4-1. Bahkan, nasib kurang beruntung menghampiri Hussein ketika ia mencetak gol bunuh diri menjelang akhir pertandingan.

Meski demikian, pelatih Irak, Graham Arnold, menolak menjadikan gol bunuh diri itu sebagai sorotan utama. Baginya, perjuangan dan penampilan sang striker jauh lebih penting.

"Saya lebih memilih mengingat penampilannya dan cara dia bermain," kata Arnold. "Dia mengalami cukup banyak cedera sepanjang musim. Bisa bermain penuh selama 90 menit adalah hal yang luar biasa. Dia tipe pemain yang sangat sulit dikendalikan di dalam kotak penalti. Saya sangat bangga kepadanya."

Advertisement

Setelah pertandingan usai, Hussein tampak berjalan lesu sambil menyalami para pemain Norwegia. Namun rekan-rekannya tetap melihat ada sisi positif dari malam yang berat tersebut.

Bek Irak, Hussein Ali, menyebut gol yang dicetak Hussein sebagai momen yang layak dikenang dalam sejarah sepak bola negaranya.

"Ini momen yang membanggakan baginya," ujar Hussein Ali. "Tapi tentu saja, dengan hasil akhir seperti ini, sulit untuk benar-benar merayakan sebuah gol. Sekarang kami harus fokus ke pertandingan berikutnya."

Piala Dunia 2026 menjadi penampilan kedua Irak di putaran final dan yang pertama sejak 1986. Karena itu, setiap gol dan setiap poin memiliki arti besar bagi tim berjuluk Lions of Mesopotamia tersebut.

Terlepas dari kekalahan, Arnold menilai anak asuhnya telah menunjukkan kemampuan untuk bersaing di level tertinggi. Ia bahkan mengaku puas dengan performa timnya selama sebagian besar pertandingan.

"Saya sangat bangga dengan 65 hingga 70 menit pertama kami," kata Arnold. "Beberapa kesalahan memang terjadi, dan pada level seperti ini lawan pasti akan menghukum Anda. Kami harus belajar dari kesalahan-kesalahan tersebut."

Arnold juga menepis anggapan bahwa persoalan yang dialami Hussein saat memasuki Amerika Serikat memengaruhi persiapan tim. Menurutnya, Irak mendapatkan sambutan yang baik selama berada di negara tuan rumah.

"FIFA dan Amerika Serikat, ini bukan soal politik, ini soal sepak bola," ujarnya. "Cara mereka memperlakukan kami sangat luar biasa."

Kini Irak bersiap menghadapi ujian yang lebih berat saat bertemu Prancis yang baru saja menang 3-1 atas Senegal pada laga berikutnya di Philadelphia. Bagi Aymen Hussein, gol bersejarah yang dicetaknya mungkin belum bisa dirayakan sepenuhnya. Namun setelah perjalanan panjang yang diwarnai ketidakpastian, ia setidaknya telah memastikan namanya tercatat dalam sejarah sepak bola Irak di Piala Dunia. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Wahyu Nurdiyanto
PenulisWahyu NurdiyantoWartawan Sertifikasi Madya, lulusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Sebelas Maret Surakarta. Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2016 sebagai editor.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia