Gagal Lolos 16 Besar Nasional, Heli Suyanto Siap Mundur dari Manajer Persikoba
Kegagalan Persikoba Kota Batu melangkah ke babak 16 besar Putaran Nasional Liga 4 langsung mendapat respons dari manajemen tim.
Batu – Kegagalan Persikoba Kota Batu melangkah ke babak 16 besar Putaran Nasional Liga 4 Piala Presiden 2025/2026 langsung mendapat respons dari manajemen tim.
Persikoba harus mengakhiri perjuangan di babak 32 besar setelah hanya mengoleksi dua poin dari tiga pertandingan Grup W. Hasil tersebut membuat tim kebanggaan Kota Batu gagal menyamai pencapaian musim lalu yang mampu menembus babak 16 besar nasional.
Kepastian tersingkirnya Persikoba terjadi usai bermain imbang 1-1 melawan Persemay Maybrat pada laga terakhir Grup W di Stadion Brantas Kota Batu, Selasa (16/6/2026).
Hasil tersebut membuat Persikoba hanya mengumpulkan dua poin dan finis di posisi ketiga klasemen grup. Sementara itu, Persepam Pamekasan keluar sebagai juara Grup W dengan raihan lima poin dan lolos bersama Persigar Garut yang menempati posisi kedua dengan jumlah poin serupa. Adapun Persemay Maybrat berada di dasar klasemen dengan dua poin.
Manajer Persikoba, Heli Suyanto, menyatakan siap bertanggung jawab atas hasil yang diraih Elang Putih, termasuk mundur dari jabatannya apabila hasil evaluasi menilai dirinya belum mampu memenuhi target yang diharapkan.
"Seluruh elemen tim akan dievaluasi menyusul hasil yang dinilai belum memuaskan tersebut," ungkapnya, Rabu (17/6/2026).
Evaluasi tidak hanya menyasar pemain dan tim pelatih, tetapi juga jajaran manajemen yang selama ini bertanggung jawab terhadap perjalanan Persikoba selama kompetisi berlangsung.
"Pasti akan kami evaluasi semuanya, mulai dari manajemen hingga aspek lainnya. Nanti kita sampaikan kepada Askot PSSI Kota Batu," ujarnya.
Wakil Wali Kota Batu itu menambahkan, kegagalan lolos dari fase grup menjadi hal yang patut disesalkan. Terlebih, Persikoba mendapat keuntungan sebagai tuan rumah pada babak 32 besar dengan dukungan penuh dari suporter yang memadati Stadion Brantas Kota Batu.
"Harusnya tuan rumah seharusnya mampu menjadi tambahan motivasi bagi para pemain untuk meraih hasil maksimal," urainya.
Namun kenyataannya, kesempatan tersebut belum mampu dimanfaatkan untuk mengamankan tiket ke putaran berikutnya.
"Ya sangat disayangkan. Harusnya ketika kita mengajukan menjadi tuan rumah, paling tidak mental pemain bisa lebih terangkat karena mendapat dukungan suporter di babak 32 besar. Pasti akan kita evaluasi lagi," katanya.
Dia juga menunjukkan sikap terbuka terhadap hasil evaluasi yang akan dilakukan dalam waktu dekat. Ia menegaskan kepentingan Persikoba harus berada di atas kepentingan pribadi maupun jabatan yang diembannya saat ini.
"Kalau mungkin nanti sekiranya saya sebagai manajer dinilai kurang baik, ya insya Allah saya akan mengundurkan diri, jadi ganti yang lebih baik," tegasnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


