Kontroversi Laga Argentina vs Aljazair, Pengamat Sebut Lionel Messi Layak Dikartu Merah
Lionel Messi dianggap layak mendapat kartu merah saat laga Argentina vs Aljazair. Ini analisanya.
JAKARTA – Laga perdana Argentina di Piala Dunia 2026 menorehkan tinta emas dalam sejarah sepak bola. Sang megabintang, Lionel Messi, sukses mencetak hat-trick pertamanya di ajang Piala Dunia saat membawa timnya menang telak 3-0 atas Aljazair, Rabu (17/6/2026).
Lewat torehan tiga gol tersebut, Messi kini menyamai rekor legenda Jerman, Miroslav Klose, sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia dengan total 16 gol.
Namun, sebuah pertanyaan besar muncul setelah laga: Apakah rekor bersejarah itu seharusnya tidak pernah terjadi?
Insiden Menit ke-31 dengan Aissa Mandi
Sesaat setelah pertandingan usai, fokus publik justru tertuju pada insiden awal babak pertama antara Lionel Messi dan bek Aljazair, Aissa Mandi. Sejumlah komentator dan analis menilai Messi beruntung tidak diusir dari lapangan.
Insiden tersebut terjadi ketika Argentina baru unggul 1-0. Memasuki menit ke-31, dalam sebuah situasi perebutan bola, Messi tampak menendang langsung bagian betis Mandi. Bek Aljazair itu langsung terjatuh kesakitan, dan wasit memberikan hadiah tendangan bebas untuk Aljazair.
Namun, melihat tayangan ulang (replay), sanksi tersebut dinilai terlalu lembek bagi tindakan agresif Messi.
Analis ESPN: Messi Dapat 'Perlakuan Istimewa'
Kritik keras datang dari dua analis sepak bola ESPN, Alejandro Moreno dan Nedum Onuoha. Keduanya sepakat bahwa kapten Argentina itu layak diganjar kartu merah langsung.
Onuoha menilai intervensi dari wasit video (VAR) seharusnya dilakukan.
"Ya, menurut opini saya, itu sepertinya harus kartu merah," ujar Onuoha.
Meski demikian, Onuoha tidak sepenuhnya menyalahkan wasit utama di lapangan, mengingat kontak fisik tersebut sangat cepat dan sulit dilihat dalam waktu nyata (real-time). Namun, ia mempertanyakan mengapa tim VAR tidak turun tangan setelah melihat tayangan ulang Messi menendang betis Mandi.
Sementara itu, Alejandro Moreno memberikan penilaian yang jauh lebih tegas. Ia menyatakan Messi "100 persen layak dikartu merah."
Moreno juga menambahkan bahwa lolosnya Messi dari hukuman berat ini menjadi contoh nyata bagaimana pemain bintang kerap mendapatkan "perlakuan istimewa" di panggung sebesar Piala Dunia.
Skenario yang Bisa Mengubah Nasib Argentina
Jika saja wasit mengacungkan kartu merah, jalannya sejarah akan berubah drastis:
-
Messi Diusir Lebih Awal: Ia harus meninggalkan lapangan saat baru mencetak satu gol, yang berarti ambisinya menyamai rekor Miroslav Klose harus tertunda.
-
Sanksi Larangan Bertanding: Messi dipastikan absen pada laga kedua fase grup Argentina, dan paling cepat baru bisa bermain kembali pada 27 Juni.
-
Dampak pada Tim: Bermain dengan 10 orang sejak menit ke-31 saat hanya unggul 1-0 tentu akan sangat menyulitkan Argentina dan bisa memengaruhi produktivitas gol mereka di turnamen ini.
Pada akhirnya, keputusan wasit sudah bulat. Messi tetap di lapangan, mencetak sejarah, dan meninggalkan dunia sepak bola dalam perdebatan panjang yang klasik mengenai regulasi dan status kebintangan. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


