Advertisement
Olahraga

Mandul saat Portugal Ditahan Kongo, Cristiano Ronaldo Gagal Ikuti Jejak Messi dan Mbappe

Cristiano Ronaldo gagal mencetak gol saat Portugal ditahan Kongo 1-1 pada laga perdana Piala Dunia 2026. Meski demikian, ia mencatat rekor tampil dalam enam edisi Piala Dunia.

TIMES Indonesia,
Mandul saat Portugal Ditahan Kongo, Cristiano Ronaldo Gagal Ikuti Jejak Messi dan Mbappe
Cristiano Ronaldo gagal mencetak gol saat Portugal menjalani laga pertama fase grup Piala Dunia 2026 melawan DR Kongo.
A-AA+

JAKARTA Cristiano Ronaldo gagal mencetak gol saat Portugal ditahan Kongo 1-1 pada laga perdana Grup Piala Dunia 2026, Kamis (18/6/2026) dini hari WIB.

Hasil tersebut membuat Ronaldo belum mampu mengikuti jejak sejumlah bintang yang langsung mencetak gol pada pertandingan pertama mereka di turnamen ini, seperti Lionel Messi, Kylian Mbappe, Erling Haaland, Harry Kane, Christian Pulisic, Viktor Gyökeres, dan Vinícius Júnior.

Advertisement

Meski gagal mencetak gol, Ronaldo tetap menorehkan catatan bersejarah. Penyerang berusia 41 tahun itu menyamai rekor Messi sebagai pemain pertama yang tampil dalam enam edisi Piala Dunia.

Ronaldo sebenarnya memiliki beberapa peluang untuk mencatatkan gol dan menjadi pemain pertama yang mencetak gol dalam enam edisi Piala Dunia berbeda. Namun, dua peluang yang diperolehnya pada menit ke-68 dan ke-73 gagal berbuah gol setelah tendangannya melebar dari sasaran.

Usai pertandingan, Ronaldo tidak memberikan komentar kepada media. Namun melalui akun media sosial X miliknya, ia mengajak rekan-rekannya untuk segera bangkit.

“Ini bukan awal yang kami inginkan, tetapi perjalanan masih panjang. Tetap tegakkan kepala dan fokus pada pertandingan berikutnya,” tulis Ronaldo.

Pelatih Portugal, Roberto Martínez, tetap memberikan dukungan kepada sang kapten. Menurutnya, pengalaman Ronaldo masih sangat dibutuhkan tim, terutama saat Portugal membutuhkan gol.

Advertisement

“Tidak masuk akal mengeluarkan pencetak gol terbaik dunia ketika tim membutuhkan gol. Pengalaman Cristiano di kotak penalti sangat penting. Cara dia menarik perhatian pemain bertahan juga penting,” ujar Martínez.

Sementara itu, gelandang Kongo, Ngal'ayel Mukau, mengakui timnya telah mempersiapkan strategi khusus untuk meredam Ronaldo.

“Kami tahu Ronaldo tidak lagi seperti dulu. Dia berlari lebih sedikit dan tidak terlalu banyak melakukan pergerakan. Tugas lini pertahanan adalah menghentikannya dan mereka melakukan pekerjaan dengan sangat baik,” kata Mukau.

Pertandingan melawan Kongo menjadi laga internasional ke-229 Ronaldo bersama Portugal, rekor terbanyak untuk pemain pria dalam sejarah sepak bola internasional. Sepanjang kariernya bersama tim nasional, Ronaldo telah mempersembahkan gelar Piala Eropa 2016 untuk Portugal, sementara pencapaian terbaiknya di Piala Dunia adalah mencapai semifinal pada edisi 2006.

Martínez juga belum memastikan apakah Ronaldo akan terus menjadi starter pada dua laga berikutnya melawan Uzbekistan dan Kolombia.

“Kami memperlakukan setiap pemain dengan cara yang sama. Kami akan mengevaluasi semua pemain. Ini bukan persoalan usia, tetapi bagaimana kondisi yang dirasakan pemain,” ujarnya.

Dalam laga tersebut, Ronaldo juga mencatat rekor sebagai pemain outfield tertua yang menjadi starter dalam pertandingan Piala Dunia. Rekor sebelumnya dipegang gelandang Kanada, Atiba Hutchinson, pada Piala Dunia 2022.

Piala Dunia 2026 diperkirakan menjadi penampilan terakhir Ronaldo di turnamen tersebut. Pemain yang kini memperkuat klub Arab Saudi, Al-Nassr, itu sebelumnya telah memenangi lima gelar Liga Champions Eropa bersama Manchester United dan Real Madrid. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Wahyu Nurdiyanto
PenulisWahyu NurdiyantoWartawan Sertifikasi Madya, lulusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Sebelas Maret Surakarta. Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2016 sebagai editor.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia