Harry Kane dan Bellingham Bersinar, Inggris Awali Piala Dunia dengan Kemenangan
Harry Kane mencetak dua gol dan menyamai rekor Gary Lineker saat Inggris mengalahkan Kroasia 4-2 pada laga pembuka Grup L Piala Dunia 2026. Jude Bellingham dan Marcus Rashford turut menyumbang gol.
JAKARTA – Timnas Inggris membuka langkahnya di Piala Dunia 2026 dengan kemenangan meyakinkan 4-2 atas Kroasia dalam laga Grup L yang berlangsung di AT&T Stadium, Texas, Rabu waktu setempat atau Kamis (18/6/2026) dini hari WIB.
Kapten Inggris, Harry Kane, menjadi bintang kemenangan setelah mencetak dua gol dan menyamai rekor gol Inggris di Piala Dunia milik Gary Lineker dan menyamai rekor 115 caps David Beckham.
Kane membawa Inggris unggul lewat eksekusi penalti pada menit ke-21. Tendangan pertamanya sempat ditepis kiper Kroasia, Dominik Livaković, namun VAR menunjukkan sang penjaga gawang bergerak terlalu cepat dari garis gawang sehingga penalti harus diulang. Pada kesempatan kedua, Kane sukses menjalankan tugasnya.
Kroasia membalas melalui gol Martin Baturina pada menit ke-36. Inggris kembali memimpin lewat sundulan Kane memanfaatkan sepak pojok Declan Rice. Namun, Kroasia kembali menyamakan skor menjelang turun minum melalui striker FC Dallas, Petar Musa.
Memasuki babak kedua, Inggris langsung tancap gas. Baru dua menit setelah kick-off, Jude Bellingham memanfaatkan umpan panjang dan menuntaskan peluang dengan tembakan yang bersarang di tiang jauh untuk membawa The Three Lions unggul 3-2.
Dominasi Inggris berlanjut sepanjang babak kedua. Sejumlah peluang berhasil digagalkan Livaković sebelum akhirnya Marcus Rashford memastikan kemenangan lewat gol pada menit ke-85.
Dua gol yang dicetak Kane membuat striker Bayern Munchen itu mengoleksi 10 gol di putaran final Piala Dunia, menyamai rekor Lineker yang dicatat pada edisi 1986 dan 1990. Kane kini juga telah mengemas 81 gol internasional bersama Inggris.
Pelatih Inggris, Thomas Tuchel, mengakui timnya tampil kurang meyakinkan pada babak pertama. Menurutnya, para pemain bermain terlalu hati-hati dan kesulitan menemukan ritme permainan. Namun ia memuji respons anak asuhnya setelah jeda.
"Kami bermain dengan banyak emosi. Babak pertama cukup rumit dan kami terlalu sering memilih bermain aman. Tetapi respons tim pada babak kedua sangat luar biasa," kata Tuchel.
Kane juga mengungkapkan bahwa pidato Tuchel saat jeda pertandingan menjadi titik balik kebangkitan Inggris.
"Pelatih mengatakan bahwa jika kami kalah, setidaknya kami harus kalah dengan cara kami sendiri. Di babak kedua kami bermain dengan intensitas tinggi dan Kroasia tidak mampu mengimbanginya," ujar Kane.
Sementara itu, pelatih Kroasia, Zlatko Dalić, menilai timnya tampil buruk setelah jeda dan gagal mengantisipasi bola-bola panjang yang menjadi sumber masalah bagi lini pertahanan.
Kemenangan ini menempatkan Inggris dalam posisi positif menjelang laga kedua Grup L melawan Ghana di Foxborough, Massachusetts. Di saat yang sama, Kroasia akan berusaha bangkit saat menghadapi Panama di Toronto. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


