Ajang Pencarian Bibit Petenis Meja, Ratusan Pelajar Gresik Unjuk Kemampuan
Turnamen Tenis Meja Piala Dispendik Gresik di Gressmall diikuti 164 peserta kategori SD, U-17, ganda. Sertifikat pemenang bisa digunakan untuk SPMB jalur prestasi.
GRESIK – Turnamen Tenis Meja Piala Dispendik Gresik menjadi ajang pencarian bibit atlet muda berbakat di Kabupaten Gresik, Jawa Timur.
Kejuaraan yang digelar selama dua hari di Gressmall Gresik itu diikuti 164 peserta dari berbagai kategori. Kejuaraan ini mempertandingkan kategori Single SD se-Gresik, Single U-17, serta Ganda.
General Manager Gressmall, Erich Pramono Bagun, menyampaikan kegiatan ini menjadi bukti bahwa pusat perbelanjaan bisa menjadi pusat olahraga.
“Kami mengucapkan terima kasih karena diberikan kesempatan menjadi tuan rumah event olahraga ini. Antusiasme masyarakat dan para pecinta tenis meja sangat tinggi,” katanya, Sabtu (20/6/2026).
Melalui kolaborasi bersama Dispendik Gresik, Erich menyatakan kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem pembinaan olahraga. “Kami yakin, dari turnamen ini muncul petenis meja muda berbakat,” ungkapnya.
Kepala Dinas Pendidikan Gresik, S. Hariyanto, mengatakan turnamen tersebut merupakan bentuk sinergi Dispendik dalam mencetak atlet-atlet berprestasi sejak usia dini.

Meski baru pertama kali digelar, turnamen ini menjadi sarana pembinaan yang serius sehingga mampu melahirkan atlet muda yang nantinya bisa bersaing di tingkat kabupaten hingga nasional.
“Ke depan kami siap mendukung agar kegiatan ini menjadi agenda tahunan. Ini merupakan turnamen pertama dan kami berharap dari sini lahir atlet-atlet yang membanggakan Gresik di masa mendatang,” katanya.
Selain itu, terang Hariyanto, para pemenang tingkat SD juga akan mendapatkan sertifikat yang bisa digunakan untuk proses seleksi SPMB jalur prestasi.
“Yang paling spesial, sertifikat pemenang lomba juga bisa menjadi poin dalam penerimaan murid baru,” terangnya.
Sementara itu, Ketua KONI Gresik, Anis Ambiyo Putri, menilai turnamen tersebut bukan hanya menjadi ajang silaturahmi antar-atlet, tetapi juga momentum menemukan bibit-bibit baru tenis meja.
Menurutnya, Gresik akan menghadapi Porprov 2027 sehingga pembinaan sejak dini menjadi langkah penting untuk meningkatkan prestasi cabang olahraga tenis meja.
“Kami optimistis pada Porprov mendatang cabang tenis meja bisa menyumbangkan medali emas dan prestasinya lebih baik dibanding sebelumnya,” pungkasnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


