Advertisement
Olahraga

Deniz Undav Jadi Penyelamat, Jerman Comeback Dramatis dan Lolos Fase Grup

Deniz Undav mencetak dua gol setelah masuk dari bangku cadangan untuk membawa Jerman menang 2-1 atas Pantai Gading. Kemenangan ini memastikan Der Panzer lolos ke babak 32 besar Piala Dunia 2026.

TIMES Indonesia,
Deniz Undav Jadi Penyelamat, Jerman Comeback Dramatis dan Lolos Fase Grup
Deniz Undav menjadi penyelamat Jerman dengan dua golnya yang membawa tim menang 2-1 atas Pantai Gading sekaligus membawa mereka lolos ke babak 32 besar. (foto: FIFA)
A-AA+

JAKARTA – Selama satu jam pertandingan, Jerman tampak berada dalam masalah. Der Panzer kesulitan mengembangkan permainan, tertinggal satu gol dari Pantai Gading, dan terancam kehilangan poin penting dalam perburuan tiket ke fase gugur Piala Dunia 2026.

Namun satu keputusan pelatih Julian Nagelsmann mengubah segalanya.

Advertisement

Pada menit ke-60, Nagelsmann memasukkan tiga pemain sekaligus untuk menambah daya gedor timnya. Salah satu nama yang masuk adalah Deniz Undav. Pergantian itu terbukti menjadi titik balik pertandingan.

Undav mencetak dua gol krusial dan membawa Jerman bangkit untuk mengalahkan Pantai Gading 2-1 di Toronto, Sabtu waktu setempat atau Minggu (21/6/2026) dini hari. Kemenangan tersebut memastikan juara dunia empat kali itu melaju ke babak 32 besar sekaligus memperpanjang rekor kemenangan mereka menjadi 11 pertandingan beruntun sejak September 2025.

Bagi Undav, penampilannya menjadi bukti bahwa pemain cadangan bisa memberikan dampak besar ketika dibutuhkan.

"Penting bagi semua orang untuk melihat bahwa pemain dari bangku cadangan juga bisa menentukan pertandingan," kata Undav seusai laga.

"Sekarang kami memberikan sinyal yang sangat penting kepada tim. Dalam turnamen seperti ini, hal itu sangat berarti."

Advertisement

Sebelum kebangkitan Jerman terjadi, Pantai Gading justru tampil lebih meyakinkan. Tim Afrika itu beberapa kali merepotkan pertahanan lawan dan berhasil memecah kebuntuan pada menit ke-30.

Berawal dari umpan silang Yan Diomande, Amad Diallo melepaskan tembakan yang sempat diblok Nathaniel Brown. Namun bola liar mengarah kepada kapten tim Franck Kessie yang tanpa kesulitan menceploskannya ke sudut kiri gawang yang kosong.

Gol tersebut membuat Pantai Gading unggul 1-0 dan mengendalikan jalannya pertandingan.

Di sisi lain, frustrasi mulai menyelimuti Jerman. Mereka sebenarnya dua kali memasukkan bola ke gawang lawan pada babak pertama, tetapi semuanya dianulir wasit.

Gol pertama terjadi pada menit ke-21 ketika kiper Yahia Fofana tanpa sengaja meninju bola ke gawangnya sendiri. Namun wasit menilai Aleksander Pavlovic melakukan pelanggaran terhadap sang penjaga gawang dalam prosesnya.

Tak lama kemudian, Kai Havertz kembali melihat golnya dianulir setelah Jamal Musiala dianggap melakukan pelanggaran pada fase awal serangan.

Ketika pertandingan memasuki satu jam permainan dan Jerman masih tertinggal, Nagelsmann mengambil langkah berani dengan melakukan pergantian pemain. Keputusan itu langsung membuahkan hasil.

Hanya delapan menit setelah masuk lapangan, Undav menyamakan kedudukan. Nadiem Amiri mengirim umpan panjang akurat ke kotak penalti. Havertz dengan cerdik membiarkan bola melewatinya dan Undav yang datang dari belakang langsung melepaskan tembakan keras yang tak mampu dibendung Fofana.

Gol tersebut membangkitkan semangat Jerman untuk terus menyerang.

"Deniz adalah pemain yang tidak membutuhkan banyak persiapan," ujar Nagelsmann.

"Dia bisa langsung masuk dan memberikan pengaruh pada pertandingan."

Saat laga tampak akan berakhir imbang, Jerman kembali menunjukkan mental juara mereka. Memasuki menit keempat masa injury time, Felix Nmecha mengirim umpan matang ke depan gawang. Undav yang berdiri bebas tanpa ragu melepaskan sepakan keras yang menghujam gawang Pantai Gading.

Gol itu langsung memicu selebrasi besar para pemain dan pendukung Jerman di stadion.

Undav mengaku kemenangan tersebut menunjukkan karakter kuat yang dimiliki timnya.

"Saya pikir kami menunjukkan karakter yang luar biasa hari ini," katanya.

"Kami datang ke turnamen ini dengan ambisi besar. Kami ingin meraih sesuatu yang istimewa."

Kemenangan ini sekaligus menandai kebangkitan Jerman setelah kegagalan lolos dari fase grup pada Piala Dunia 2018 dan 2022. Menariknya, terakhir kali Der Panzer berhasil melewati fase grup, mereka justru keluar sebagai juara dunia pada edisi 2014.

Sementara itu, kekalahan ini membuat Pantai Gading harus menunda harapan untuk mencatat sejarah lolos ke fase gugur Piala Dunia untuk pertama kalinya. Meski demikian, peluang mereka masih terbuka dan akan ditentukan pada pertandingan terakhir fase grup. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Antara
PenulisAntaraANTARA adalah kantor berita nasional Indonesia yang menyebarluaskan informasi tentang berbagai peristiwa penting di dalam dan luar negeri.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia