Mengapa Sepatu Pink Mendominasi Piala Dunia 2026? Ini Penjelasannya
Sepatu pink menjadi tren mencolok di Piala Dunia 2026. Kylian Mbappe, Vinicius Junior, Cristiano Ronaldo hingga Harry Kane termasuk deretan bintang yang mengenakannya.
JAKARTA – Piala Dunia 2026 tidak hanya menghadirkan persaingan sengit di lapangan, tetapi juga melahirkan tren baru yang mencuri perhatian. Jika sebelumnya warna hitam dan putih mendominasi perlengkapan pemain sepak bola, kini sepatu berwarna pink menjadi pemandangan yang semakin umum di stadion-stadion Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Sejumlah bintang dunia seperti Kylian Mbappe, Vinicius Junior, Harry Kane, Jude Bellingham, Cristiano Ronaldo, hingga Lamine Yamal terlihat mengenakan sepatu berwarna pink sepanjang turnamen. Warna mencolok tersebut menjadi salah satu ikon visual yang paling mudah dikenali pada Piala Dunia 2026.
Berbagai produsen perlengkapan olahraga ternama seperti Nike, Adidas, Puma, Skechers, dan New Balance sama-sama meluncurkan koleksi sepatu berwarna pink menjelang turnamen. Selain untuk menunjang performa, warna tersebut dipilih karena dinilai mampu memberikan identitas sekaligus meningkatkan kepercayaan diri pemain di lapangan.
Direktur Global Footwear Nike, Odinga Nimako, mengatakan warna pink kini identik dengan rasa percaya diri dan keinginan untuk tampil menonjol. Menurutnya, tren penggunaan warna mencolok pada sepatu sepak bola sebenarnya sudah dimulai sejak Piala Dunia 1998 ketika Nike memperkenalkan warna-warna perak, kuning, dan biru yang mengubah persepsi publik terhadap desain sepatu sepak bola.
"Para atlet mengasosiasikan warna ini dengan kepercayaan diri dan tampil berbeda," ujar Nimako.
Di antara pemain yang menggunakan produk Nike berwarna pink terdapat Mbappe, Vinicius Junior, Cristiano Ronaldo, dan Erling Haaland. Sementara itu, Jude Bellingham, Declan Rice, Jonathan David, Lamine Yamal, Ousmane Dembele, dan Giovanni Reyna terlihat mengenakan sepatu Adidas dengan warna serupa.
Puma juga menghadirkan sepatu pink yang digunakan Neymar dan gelandang Amerika Serikat Weston McKennie. Adapun Harry Kane serta Anthony Elanga dari Swedia tampil dengan produk Skechers, sementara Timothy Weah memilih sepatu keluaran New Balance.
Direktur Technical Performance Skechers, Alex Bardini, menjelaskan bahwa inspirasi warna tersebut berasal dari pemandangan matahari terbenam di Los Angeles, California.
Menurut Bardini, kombinasi warna pink, ungu, putih, dan sentuhan oranye merepresentasikan nuansa khas langit California Selatan yang menjadi identitas desain produk mereka.
Fenomena sepatu pink pun terlihat jelas di berbagai kota tuan rumah Piala Dunia. Dari Los Angeles, Vancouver, Guadalajara, Houston, Miami hingga Boston, warna tersebut menjadi salah satu elemen yang paling mudah dikenali selama pertandingan berlangsung.
Meski tidak secara langsung meningkatkan kemampuan pemain, para produsen menilai warna dan desain sepatu dapat memberikan efek psikologis positif. Nimako menyebut aspek performa tidak hanya ditentukan teknologi sepatu, tetapi juga bagaimana pemain merasakan kenyamanan, kecepatan, dan kepercayaan diri saat mengenakannya.
"Ketika seorang atlet merasa sepatunya ringan, cepat, dan nyaman, persepsi itu ikut memperkuat performanya di lapangan," kata Nimako. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


