15 Penyelamatan Spektakuler Eloy Room Bawa Curacao Catat Sejarah
Eloy Room tampil luar biasa dengan 15 penyelamatan saat Curacao menahan Ekuador 0-0 di Grup E Piala Dunia 2026. Hasil ini menjadi poin pertama Curaçao sepanjang sejarah tampil di putaran final Piala Dunia.
JAKARTA – Kiper veteran Curacao, Eloy Room, tampil luar biasa dengan melakukan 15 penyelamatan saat negaranya menahan imbang Ekuador 0-0 pada laga Grup E Piala Dunia 2026, Sabtu waktu setempat atau Minggu (21/6/2026) pagi WIB.
Hasil tersebut menjadi momen bersejarah bagi Curacao karena untuk pertama kalinya mereka meraih poin di putaran final Piala Dunia. Penampilan heroik Room juga membantu negaranya tetap menjaga peluang lolos ke fase gugur.
Kiper berusia 37 tahun yang kini membela klub Miami FC itu menjadi tembok kokoh di bawah mistar gawang. Ia menggagalkan berbagai peluang emas Ekuador dan hanya terpaut satu penyelamatan dari rekor Piala Dunia yang dicatat Tim Howard saat menghadapi Belgia pada 2014.
“Ini akan menjadi kenangan yang luar biasa. Sebagai seorang penjaga gawang, ini hampir menjadi pertandingan yang sempurna,” ujar Room seusai pertandingan.
Room sebelumnya juga menjadi sosok penting yang membawa Curacao lolos ke Piala Dunia untuk pertama kalinya setelah mencatat clean sheet saat menghadapi Jamaika pada November lalu. Ia berhasil bangkit setelah timnya dihajar Jerman 1-7 pada pertandingan sebelumnya.
Ekuador Dominan, Tetapi Gagal Menembus Tembok Curacao
Sepanjang pertandingan, Ekuador tampil dominan dan terus menekan pertahanan Curacao. Tim berjuluk La Tri melepaskan 27 tembakan, berbanding hanya 10 milik Curacao.
Peluang emas pertama hadir saat penyerang senior Enner Valencia berhadapan langsung dengan Room pada awal laga. Namun sang kiper mampu menebak arah bola dan menepis peluang tersebut.
Memasuki babak kedua, tekanan Ekuador semakin meningkat. Gelandang Moisés Caicedo memaksa Room melakukan penyelamatan gemilang, disusul sundulan Valencia yang kembali dimentahkan. Dalam satu rangkaian tendangan sudut, Room bahkan mencatat dua penyelamatan beruntun yang membuat para pendukung Ekuador frustrasi.
Dari total 15 penyelamatan yang dibuatnya, 10 di antaranya dilakukan dari dalam kotak penalti.
“Bagi kami, ini bukan kejutan. Kami sudah terbiasa melihat Eloy melakukan penyelamatan-penyelamatan luar biasa seperti itu,” kata gelandang Curacao, Tahith Chong.
Jerman Lolos, Ekuador Tertekan
Hasil imbang ini juga menguntungkan Jerman yang sebelumnya menang 2-1 atas Pantai Gading. Kemenangan tersebut memastikan Jerman menjadi tim pertama dari Grup E yang lolos ke babak gugur.
Sementara itu, Ekuador kini berada dalam posisi sulit menjelang laga terakhir fase grup. Mereka wajib meraih hasil maksimal saat menghadapi Jerman untuk menjaga peluang melaju ke babak berikutnya.
Pelatih Ekuador, Sebastian Beccacece, mengaku kecewa dengan hasil yang diraih timnya meski tampil dominan.
“Kami ingin menang, tetapi gagal melakukannya. Selama peluang masih ada, kami akan terus berjuang. Tim ini sangat kompak seperti sebuah keluarga,” ujarnya.
Pada laga terakhir Grup E yang berlangsung Kamis mendatang, Curacao akan menghadapi Pantai Gading di Philadelphia, sedangkan Ekuador bertemu Jerman di New York. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


