Portugal Tak Bisa Lagi Bergantung pada Ronaldo Saat Hadapi Uzbekistan
Portugal tak bisa lagi bergantung pada Cristiano Ronaldo saat menghadapi Uzbekistan di Piala Dunia 2026. Selecao dituntut tampil lebih kompak setelah performa kurang meyakinkan saat melawan Kongo.
JAKARTA – Portugal tak bisa lagi bergantung pada Ronaldo saat menghadapi Uzbekistan dalam laga kedua Grup K Piala Dunia 2026. Selecao membutuhkan permainan yang lebih kolektif setelah tampil kurang meyakinkan pada pertandingan pembuka meski mendominasi penguasaan bola.
Cristiano Ronaldo kembali menjadi sorotan setelah gagal mencetak gol saat Portugal ditahan Republik Demokratik Kongo. Di sisi lain, rival abadinya, Lionel Messi, terus mencuri perhatian usai menambah koleksi golnya di Piala Dunia 2026 dan memperlebar jarak dalam daftar pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah turnamen.
Portugal Dominan, Tapi Minim Ancaman
Saat menghadapi Kongo, Portugal menguasai pertandingan dengan 75,4 persen penguasaan bola dan akurasi umpan mencapai 92,5 persen. Namun dominasi tersebut tidak berbanding lurus dengan efektivitas serangan.
Tim asuhan Roberto Martinez hanya mampu mencatatkan tujuh tembakan, bahkan kalah dari Kongo yang melepaskan delapan percobaan. Gol Joao Neves pada menit keenam menjadi satu-satunya tembakan tepat sasaran Portugal sepanjang laga.
Statistik juga menunjukkan Portugal kalah dalam nilai expected goals (xG). Kongo mencatat xG 0,87, sementara Portugal hanya 0,65. Ronaldo sendiri gagal memaksimalkan tiga peluang yang dimilikinya.
Kondisi ini menunjukkan masalah utama Portugal bukan hanya ketajaman Ronaldo, tetapi juga kreativitas dan kohesi tim di lini depan.
Uzbekistan Bisa Jadi Ancaman
Pada laga berikutnya, Portugal akan menghadapi Uzbekistan di Houston Stadium, Selasa (23/6/2026) malam WIB. Meski berstatus debutan Piala Dunia, Uzbekistan menunjukkan performa menjanjikan saat kalah 1-3 dari Kolombia.
Tim asuhan Fabio Cannavaro mampu mencatat nilai xG sebesar 1,16, angka tertinggi yang pernah dicatat tim debutan Piala Dunia sejak Slovakia pada 2010.
Beberapa pemain yang patut diwaspadai Portugal adalah gelandang Obatek Shukurov dan striker Abbosbek Fayzullaev. Keduanya menjadi motor permainan Uzbekistan, baik dalam distribusi bola maupun tekanan terhadap lawan.
Secara statistik, Uzbekistan juga tampil lebih agresif dibanding Kongo dalam membangun serangan dan melakukan penetrasi ke area pertahanan lawan.
Portugal Harus Bermain Sebagai Tim
Menghadapi Uzbekistan, Portugal membutuhkan kontribusi lebih besar dari pemain-pemain seperti Bruno Fernandes, Vitinha, Rafael Leao, Pedro Neto, Francisco Conceicao, dan Joao Neves.
Ketergantungan terhadap Ronaldo dinilai tidak lagi cukup untuk membawa Portugal melangkah jauh di Piala Dunia 2026. Meski tetap menjadi figur penting, kemenangan hanya bisa diraih jika seluruh lini mampu bermain kompak dan efektif.
Laga melawan Uzbekistan menjadi sangat krusial bagi Selecao. Kegagalan meraih tiga poin bisa mempersulit langkah mereka menuju fase gugur, terlebih lawan terakhir di grup adalah Kolombia yang merupakan salah satu kekuatan utama Amerika Selatan.
Jika ingin menjaga status sebagai calon juara, Portugal harus memperbaiki efektivitas serangan dan membangun permainan yang lebih solid sebagai sebuah tim.
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


