Ketua KONI Jaga Mimpi Besar Bulu Tangkis Tasikmalaya, Atlet Muda Jemput Jejak Emas Susi Susanti
Kejurkot PBSI dan Kapolres Tasikmalaya Kota Open 2026 di GOR Susi Susanti jadi ajang pembinaan bulu tangkis. Ketua KONI ingin atlet muda menapak jejak emas Susi Susanti.
TASIKMALAYA – TASIKMALAYA- Di tengah riuh rendah pertandingan yang berlangsung di GOR Susi Susanti Kota Tasikmalaya, Selasa (23/6/2026), kehadiran Ketua KONI Kota Tasikmalaya, Anton Suherlan, dalam Kejuaraan Kota (Kejurkot) PBSI Kota Tasikmalaya dan Kapolres Tasikmalaya Kota Open Tahun 2026 mungkin terlihat sebagai bagian dari tugas organisasi olahraga.
Namun bagi Anton, kejuaraan ini menyimpan makna yang jauh lebih besar. Di hadapannya, ratusan atlet muda sedang berjuang mengejar mimpi. Mereka adalah generasi penerus yang diharapkan mampu mengembalikan kejayaan bulu tangkis Kota Tasikmalaya, kota yang pernah melahirkan salah satu legenda terbesar olahraga Indonesia, Susi Susanti.
Sebagai Ketua KONI, Anton memahami bahwa prestasi olahraga tidak lahir secara tiba-tiba. Prestasi besar lahir dari proses pembinaan yang panjang, kompetisi yang berkelanjutan, serta dukungan semua pihak terhadap atlet-atlet muda yang sedang berjuang meraih cita-cita.
Karena itulah, saat menghadiri kejuaraan tersebut, Anton secara khusus menyampaikan harapannya agar kejayaan bulu tangkis Tasikmalaya di era Susi Susanti tidak berhenti menjadi cerita masa lalu.
“Kita berharap kejayaan bulu tangkis Tasikmalaya di era Susi Susanti dapat diteruskan oleh generasi muda saat ini. Mereka harus mampu mengukir kembali nama Kota Tasikmalaya di tingkat Jawa Barat, nasional, bahkan internasional,” ujar Anton Suherlan kepada TIMES Indonesia di GOR Susi Susanti, Selasa (23/6/2026).
Pernyataan itu bukan sekadar harapan, melainkan sebuah visi yang ingin diwujudkan melalui pembinaan olahraga yang lebih terstruktur dan berkesinambungan.
Tidak banyak daerah yang memiliki sejarah sebesar Tasikmalaya dalam dunia bulu tangkis Indonesia. Dari kota ini lahir sosok Susi Susanti, atlet yang mengukir sejarah dengan mempersembahkan medali emas Olimpiade Barcelona 1992 bagi Indonesia.
Prestasi tersebut bukan hanya membanggakan bangsa Indonesia, tetapi juga menjadi identitas olahraga Kota Tasikmalaya. Anton Suherlan menyadari bahwa nama besar Susi Susanti bukan sekadar kebanggaan, melainkan amanah yang harus dijaga.
Menurutnya, generasi muda Tasikmalaya harus memiliki keyakinan bahwa mereka juga mampu mengikuti jejak sang legenda apabila mendapatkan pembinaan yang tepat serta kesempatan untuk berkembang.
Karena itu, setiap kejuaraan yang digelar di Kota Tasikmalaya harus mampu menjadi ruang lahirnya atlet-atlet masa depan. “Kita tidak boleh hanya bangga dengan sejarah. Yang lebih penting adalah bagaimana sejarah itu menjadi motivasi untuk melahirkan prestasi baru,” ungkapnya.
Sebagai pimpinan organisasi olahraga prestasi tertinggi di Kota Tasikmalaya, Anton melihat Kejurkot PBSI dan Kapolres Tasikmalaya Kota Open bukan sekadar turnamen.(*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


