Advertisement
Olahraga

Dominan tapi Tumpul, Inggris Gagal Kunci Tiket Fase Gugur

Inggris ditahan Ghana 0-0 pada laga Grup L Piala Dunia 2026. Meski mendominasi dan melepaskan 19 tembakan, Harry Kane dan kawan-kawan gagal mencetak gol serta belum memastikan status juara grup.

TIMES Indonesia,
Dominan tapi Tumpul, Inggris Gagal Kunci Tiket Fase Gugur
Pelatih Timnas Inggris Thomas Tuchel memegang kepala seolah tidak percaya setelah Inggris hanya bermain imbang 0-0 atas Ghana meski tampil dominan selama 90 menit. (foto: FIFA)
A-AA+

Jakarta Timnas Inggris gagal melanjutkan tren kemenangan di Piala Dunia 2026 setelah ditahan Ghana tanpa gol dalam laga Grup L yang berlangsung di Gillette Stadium, dekat Boston, Rabu (24/6/2026).

Meski mendominasi pertandingan hampir sepanjang laga, skuad asuhan Thomas Tuchel harus puas bermain imbang 0-0. Hasil tersebut membuat Inggris belum sepenuhnya mengamankan status juara grup, meski peluang lolos ke babak 32 besar semakin terbuka.

Advertisement

Setelah tampil meyakinkan saat menaklukkan Kroasia 4-2 pada laga pembuka, Inggris justru kesulitan membongkar pertahanan rapat Ghana. The Three Lions menguasai jalannya pertandingan dengan catatan 19 tembakan berbanding dua milik lawan, namun hanya sedikit peluang yang benar-benar mengancam gawang Ghana.

Peluang terbaik Inggris datang menjelang akhir pertandingan. Sundulan Nico O'Reilly berhasil melewati kiper, tetapi bola hanya membentur mistar gawang. Sebelumnya, kiper Ghana Benjamin Asare juga tampil gemilang dengan menggagalkan sejumlah peluang yang diciptakan pemain-pemain Inggris.

Pertandingan yang disaksikan 63.983 penonton itu berlangsung dalam kondisi cuaca dingin dan lembap. Situasi tersebut seolah memperlihatkan kembali persoalan lama Inggris yang sempat muncul pada Euro 2024, yakni dominasi penguasaan bola yang tidak diimbangi efektivitas penyelesaian akhir.

Meski demikian, hasil imbang ini tidak menimbulkan konsekuensi besar bagi Inggris. Dengan koleksi empat poin dari dua pertandingan, mereka tetap berada dalam posisi yang sangat baik untuk melangkah ke fase gugur. Inggris hanya perlu meraih hasil positif saat menghadapi Panama pada laga terakhir grup.

Inggris juga mempertahankan rekor belum pernah kalah dari tim Afrika dalam sejarah Piala Dunia. Namun Ghana patut mendapat pujian atas disiplin dan determinasi mereka sepanjang pertandingan.

Advertisement

Tim berjuluk Black Stars itu tampil sangat terorganisasi di bawah arahan pelatih baru, Carlos Queiroz. Penunjukan pelatih asal Portugal tersebut tampaknya mulai menunjukkan hasil setelah Ghana sebelumnya juga mengalahkan Panama 1-0 pada laga pembuka.

Gelandang senior Ghana, Thomas Partey, kembali bermain setelah absen pada pertandingan melawan Panama. Sementara itu, Benjamin Asare yang memperkuat klub Ghana, Hearts of Oak, kembali dipercaya mengawal gawang dan berhasil tampil solid sepanjang laga.

Di kubu Inggris, penampilan lini depan menjadi pembicaraan. Kapten tim, Harry Kane, gagal menambah koleksi golnya di Piala Dunia yang masih bertahan di angka 10. Catatan tersebut membuat Kane masih sejajar dengan legenda Inggris, Gary Lineker, sebagai pencetak gol terbanyak Inggris di ajang Piala Dunia.

Pemain sayap seperti Noni Madueke dan Anthony Gordon juga belum mampu memberikan perbedaan berarti. Bahkan para pemain pengganti yang biasanya menjadi pembeda gagal mengubah jalannya pertandingan.

Laga ini juga menjadi penampilan internasional ke-50 bagi Jude Bellingham bersama Inggris.

Di sisi lain, Ghana sempat memiliki peluang untuk menciptakan kejutan. Mereka menilai kiper Inggris, Jordan Pickford, seharusnya mendapat hukuman setelah menabrak Prince Adu di luar kotak penalti tanpa menyentuh bola. Namun wasit justru memberikan tendangan bebas untuk Inggris.

Menjelang laga berakhir, tekanan Inggris semakin meningkat. Asare kembali melakukan penyelamatan penting saat menepis tembakan Bukayo Saka, sebelum sundulan O'Reilly membentur mistar dan tembakan Kane melambung di atas gawang.

Hasil imbang ini membuat Inggris vs Ghana membuat kedua tim sama-sama mengoleksi empat poin dari dua pertandingan. Kedua tim berada di jalur yang sangat kuat menuju babak 32 besar, tetapi posisi akhir Grup L masih akan ditentukan pada pertandingan terakhir. (*)

 

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Wahyu Nurdiyanto
PenulisWahyu NurdiyantoWartawan Sertifikasi Madya, lulusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Sebelas Maret Surakarta. Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2016 sebagai editor.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia