Advertisement
Olahraga

Tembus 200 Caps, Luka Modric Masuk Klub Elite Bersama Ronaldo dan Messi

Luka Modric mencatat penampilan internasional ke-200 bersama Kroasia saat Piala Dunia 2026. Gelandang veteran itu bergabung dengan Cristiano Ronaldo, Lionel Messi, dan Bader Al-Mutawa dalam klub elite pemain dengan 200 caps internasional.

TIMES Indonesia,
Tembus 200 Caps, Luka Modric Masuk Klub Elite Bersama Ronaldo dan Messi
Luka Modrik memainkan laga ke-200 bersama Timnas Kroasia saat laga Grup L Piala Dunia 2026 melawan Panama, Rabu (24/6/2026). (foto: X)
A-AA+

Jakarta Legenda sepak bola Kroasia, Luka Modric, kembali menorehkan sejarah di panggung Piala Dunia 2026. Gelandang berusia 40 tahun itu mencatatkan penampilan internasional ke-200 bersama tim nasional Kroasia saat membawa negaranya mengalahkan Panama 1-0 pada laga Grup L, Rabu (24/6/2026).

Pencapaian tersebut membuat Modric menjadi pemain keempat dalam sejarah sepak bola putra yang mencapai 200 penampilan internasional bersama tim nasional. Ia bergabung dengan tiga nama besar lainnya, yakni Cristiano Ronaldo, Lionel Messi, dan legenda Kuwait, Bader Al-Mutawa.

Advertisement

Ronaldo saat ini masih memegang rekor sebagai pemain dengan penampilan internasional terbanyak di sepak bola putra dengan 230 laga, sementara Messi juga mencapai penampilan ke-200 bersama Argentina pada laga pembuka Piala Dunia 2026.

Bagi Modric, pencapaian tersebut menjadi bukti konsistensi luar biasa selama dua dekade membela Kroasia. Ia menjalani debut internasional pada 2006 dan sejak saat itu selalu menjadi bagian penting tim nasional, termasuk membantu Kroasia lolos ke setiap edisi Piala Dunia hingga saat ini.

Karier internasional Modric juga dihiasi sejumlah pencapaian bersejarah. Ia membawa Kroasia menjadi runner-up Piala Dunia 2018 setelah kalah dari Prancis di partai final, sebelum kembali mengantar negaranya meraih posisi ketiga pada edisi 2022 di Qatar.

Tak hanya sukses bersama tim nasional, Modric juga dikenal sebagai salah satu gelandang terbaik sepanjang generasi modern. Ia memulai karier profesional bersama Dinamo Zagreb sebelum bergabung dengan Tottenham Hotspur pada 2008.

Empat musim kemudian, Modric hijrah ke Spanyol untuk memperkuat Real Madrid. Selama 13 tahun membela klub raksasa tersebut, ia memenangkan enam trofi Liga Champions dan berbagai gelar bergengsi lainnya.

Advertisement

Pelatih Kroasia, Zlatko Dalić, menyebut Modric sebagai sosok yang sangat vital dalam tim.

"Dia adalah tangan kanan saya di lapangan," kata Dalic.

Penampilan bersejarah Modric di Piala Dunia juga memunculkan seruan agar nomor punggung 10 Kroasia dipensiunkan sebagai bentuk penghormatan atas kontribusinya.

Mantan pemain internasional Ghana, Kevin-Prince Boateng, yang pernah menjadi rekan setim Modric di Tottenham Hotspur, menilai sang gelandang layak mendapatkan penghormatan tersebut.

"Dia pantas mendapatkan semuanya, baik sebagai pemain maupun sebagai pribadi. Dia sangat rendah hati," ujar Boateng.

Menurutnya, tidak ada lagi yang perlu dibuktikan oleh Modric setelah segala pencapaiannya bersama klub dan tim nasional.

"Saya yakin Kroasia tidak akan pernah memberikan nomor 10 itu kepada pemain lain. Nomor itu seharusnya dipensiunkan dan menjadi miliknya selamanya. Dia telah melakukan begitu banyak hal untuk negaranya dan memenangkan Ballon d'Or. Tidak ada lagi yang perlu ia buktikan," tambah Boateng.

Pujian serupa datang dari mantan kiper Denmark, Thomas Sørensen. Ia menilai pencapaian 200 penampilan internasional merupakan sesuatu yang luar biasa mengingat tuntutan fisik dan mental yang harus dijalani seorang pesepak bola profesional.

"Untuk memainkan 200 pertandingan internasional, tetap menjadi starter, dan hampir selalu bermain penuh adalah pencapaian luar biasa. Dia telah membentuk sepak bola Kroasia dan akan menjadi inspirasi bagi generasi berikutnya. Bagi dunia sepak bola, dia adalah salah satu legenda," ujar Sorensen.

Kini, pada usia 40 tahun dan tengah menjalani Piala Dunia kelimanya, Modric tidak hanya menjadi pemain dengan penampilan terbanyak dalam sejarah Kroasia, tetapi juga simbol kejayaan sepak bola negara Balkan tersebut. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Wahyu Nurdiyanto
PenulisWahyu NurdiyantoWartawan Sertifikasi Madya, lulusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Sebelas Maret Surakarta. Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2016 sebagai editor.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia