Advertisement
Olahraga

Ronaldo Bungkam Kritik, Cetak Sejarah Baru

Cristiano Ronaldo menjawab kritik dengan dua gol saat Portugal mengalahkan Uzbekistan 5-0. CR7 mencetak sejarah baru di Piala Dunia 2026.

TIMES Indonesia,
Ronaldo Bungkam Kritik, Cetak Sejarah Baru
Cristiano Ronaldo mencetak dua gol di Piala Dunia 2026. (Foto: FIFA World Cup 2026)
A-AA+

JAKARTA Cristiano Ronaldo menjawab keraguan dengan cara yang paling dikenalnya selama lebih dari dua dekade terakhir: mencetak gol dan memecahkan rekor.

Ketika Portugal menghancurkan Uzbekistan dengan skor telak 5-0 pada laga kedua Grup K Piala Dunia 2026 di Stadion Houston, Rabu (24/6/2026) dini hari WIB, sang kapten menjadi pusat perhatian.

Advertisement

Dua gol yang dicetaknya bukan hanya membawa Selecao das Quinas mendekati babak gugur, tetapi juga menambah daftar panjang sejarah yang ditorehkannya di panggung sepak bola dunia.

Sesaat setelah pertandingan berakhir, Ronaldo menatap kamera televisi dan menyampaikan pesan singkat yang sarat makna.

"I'm back."

Ucapan itu menjadi jawaban langsung atas kritik yang mengiringi penampilannya setelah Portugal hanya bermain imbang 1-1 melawan Kongo pada laga pembuka.

Pemain Pertama yang Mencetak Gol di Enam Piala Dunia

Dua gol ke gawang Uzbekistan membuat Cristiano Ronaldo mencatatkan rekor yang belum pernah dicapai pemain lain.

Advertisement

Megabintang berusia 41 tahun itu menjadi pemain pertama dalam sejarah yang mampu mencetak gol pada enam edisi Piala Dunia berbeda, mulai 2006, 2010, 2014, 2018, 2022, hingga 2026.

FIFA menyebut pencapaian tersebut sebagai tonggak bersejarah baru dalam turnamen paling bergengsi di dunia.

Tidak hanya itu, Ronaldo juga menjadi pencetak gol tertua kedua dalam sejarah Piala Dunia. Rekor tersebut masih dipegang legenda Kamerun Roger Milla yang mencetak gol pada usia 42 tahun pada Piala Dunia 1994.

Jawaban untuk Mereka yang Menganggapnya Habis

Ronaldo mengaku kritik yang datang beberapa hari terakhir bukan sesuatu yang asing baginya.

"Sudah 23 tahun saya menjalani profesi ini. Saat semuanya berjalan baik, Cristiano dianggap hebat. Ketika hasilnya buruk, Cristiano disebut sudah habis atau terlalu tua. Itu akan selalu terjadi. Tetapi hari ini kami menjawabnya dengan baik," kata Ronaldo.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pemain yang telah menjalani 230 pertandingan internasional bersama Portugal itu masih memiliki motivasi besar untuk terus bersaing di level tertinggi.

Pelatih Portugal Roberto Martinez menyebut kekuatan terbesar Ronaldo bukan hanya kemampuan mencetak gol, tetapi juga profesionalismenya.

"Dia manusia biasa. Dia punya emosi dan perasaan. Yang luar biasa adalah bagaimana responsnya. Apa pun yang ia rasakan, jawabannya selalu kembali ke lapangan latihan, bekerja keras, dan menuntut lebih dari dirinya sendiri," ujar Martinez.

Melampaui Eusebio dan Dekati Rekor Baru

Tambahan dua gol ke gawang Uzbekistan membuat Ronaldo kini mengoleksi 10 gol di putaran final Piala Dunia.

Jumlah tersebut melampaui catatan legenda Portugal Eusebio yang sebelumnya mengoleksi sembilan gol.

Di Piala Dunia 2026, Ronaldo juga semakin mempertegas statusnya sebagai pencetak gol internasional terbanyak sepanjang masa dengan koleksi 145 gol bagi tim nasional Portugal.

Menariknya, meski sama-sama tampil dalam enam edisi Piala Dunia, Ronaldo memiliki catatan yang tidak dimiliki Lionel Messi.

Kapten Argentina itu memang juga memainkan enam Piala Dunia, tetapi gagal mencetak gol pada edisi 2010 di Afrika Selatan. Sebaliknya, Ronaldo berhasil mencatatkan namanya di papan skor pada seluruh edisi yang diikutinya.

 

Infografis-Piala-Dunia-2026-Cristiano-Ronaldo
Infografis Sejarah baru dicetak Cristiano Ronaldo (Foto: AI TIMES Indonesia)

Portugal Dekati Fase Gugur

Kemenangan besar atas Uzbekistan menjaga peluang Portugal untuk melaju ke babak 16 besar.

Tim asuhan Roberto Martinez kini berada di posisi kedua Grup K dengan empat poin, terpaut dua angka dari Kolombia yang sudah memastikan tempat di fase gugur.

Laga terakhir melawan Kolombia akan menentukan siapa yang keluar sebagai juara grup.

Namun, setidaknya untuk satu malam di Houston, seluruh sorotan tertuju kepada Cristiano Ronaldo.

Di usia 41 tahun, ketika banyak orang mulai meragukan ketajamannya, sang pemilik lima Ballon d'Or kembali menunjukkan bahwa dirinya belum habis.

Dan seperti yang ia katakan kepada dunia setelah peluit panjang berbunyi: "I'm back." (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Imadudin Muhammad
PenulisImadudin MuhammadBergabung di TIMES Indonesia sejak 2015, menulis soal Olahraga, Pariwisata, Tekno, hingga Event Internasional. Bagian tim Pemeriksa Fakta, memastikan berita tetap berita akurat, relevan, dan terpercaya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia