Imbang Sudah Cukup, tetapi Korea Selatan Tetap Kejar Kemenangan
Korea Selatan hanya membutuhkan hasil imbang melawan Afrika Selatan untuk lolos ke babak 32 besar Piala Dunia 2026. Namun kemenangan dinilai penting untuk menjaga kepercayaan diri dan menghindari lawan berat di fase gugur.
JAKARTA – Korea Selatan berada di ambang kelolosan ke babak 32 besar Piala Dunia 2026. Meski baru saja menelan kekalahan tipis 0-1 dari tuan rumah Meksiko, Taegeuk Warriors masih memegang kendali atas nasib mereka sendiri di Grup A.
Kemenangan dramatis 2-1 atas Ceko pada laga pembuka kini terbukti sangat berharga. Tiga poin tersebut membuat Korea Selatan hanya membutuhkan hasil imbang saat menghadapi Afrika Selatan, Kamis (25/6/2026) pukul 08.00 WIB yang merupakan laga terakhir fase grup untuk memastikan posisi runner-up dan tiket otomatis ke fase gugur.
Bahkan jika Ceko mampu mengalahkan Meksiko yang sudah memastikan diri sebagai juara grup, Korea Selatan tetap unggul dalam rekor pertemuan langsung sehingga tidak akan tergeser dari posisi kedua apabila mengoleksi poin yang sama.
Meski demikian, banyak pihak menilai Korea Selatan tidak boleh bermain aman hanya demi mengejar hasil seri. Sebaliknya, tim asuhan Hong Myung-bo dinilai harus tampil menyerang dan memburu kemenangan.
Salah satu alasannya adalah risiko yang muncul jika mereka terlalu fokus bertahan. Afrika Selatan telah menunjukkan kemampuan menghukum lawan yang lengah saat menahan imbang Ceko 1-1. Dalam laga tersebut, penalti Teboho Mokoena pada menit ke-83 menyelamatkan Bafana Bafana sekaligus menjaga peluang mereka untuk lolos.
Selain itu, finis dengan performa meyakinkan juga dapat memberikan keuntungan psikologis menjelang fase gugur. Tim yang lolos dengan susah payah sering kali harus menghadapi lawan yang lebih berat pada babak berikutnya.
Bagi Korea Selatan, posisi akhir di klasemen dapat memengaruhi jalur mereka di fase knockout. Jika hanya lolos sebagai salah satu peringkat ketiga terbaik, mereka berpotensi bertemu juara Grup E atau Grup G. Jerman sudah memastikan posisi puncak Grup E, sementara Grup G masih diperebutkan oleh Mesir dan Belgia.
Lebih penting lagi, kemenangan atas Afrika Selatan akan menjadi suntikan kepercayaan diri yang dibutuhkan Son Heung-min dan kawan-kawan setelah penampilan yang kurang meyakinkan saat menghadapi Meksiko.
Pelatih Hong Myung-bo pun menegaskan bahwa timnya akan tetap bermain untuk menang pada laga nanti.
“Kami bisa memikirkan berbagai kemungkinan, tetapi saya tidak berpikir kami berada dalam situasi untuk bermain demi hasil imbang agar lolos ke babak berikutnya,” ujarnya dalam konferensi pers jelang pertandingan.
Menariknya, hubungan Korea Selatan dan Meksiko di Piala Dunia pernah menjadi cerita unik. Pada Piala Dunia 2018, Korea Selatan secara mengejutkan mengalahkan Jerman 2-0, hasil yang membantu Meksiko lolos ke babak 16 besar. Saat itu, ribuan suporter Meksiko merayakan kemenangan Korea Selatan dan bahkan mendatangi Konsulat Korea Selatan di Monterrey sambil meneriakkan, “Coreano, hermano, ya eres Mexicano” atau “Saudara Korea, kini kamu adalah orang Meksiko.”
Kini, delapan tahun kemudian, Korea Selatan kembali berada di persimpangan penting. Satu poin memang cukup untuk membawa mereka ke babak 32 besar, tetapi kemenangan atas Afrika Selatan bisa menjadi modal yang jauh lebih berharga untuk menghadapi tantangan berikutnya di Piala Dunia 2026. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


